Bro Santi Unik – Etape 8 : Situ Cisanti – Tangerang

19 06 2014

Sahabat Nusantaride berkumpul di area parkir kendaraan Situ Cisanti.. masing-masing sudah berketetapan dengan tujuannya..

Kali ini diriku akan beriringan dengan Bang Dodi dari Pamulang Tangerang beserta Bang Ivan Jakarta Timur .. kami sepakat tidak akan mencari jalur alternatif karena kondisi Python yang mengkhawatirkan.. jaga-jaga kalau ada masalah.. mengambil jalur utama diharapkan akan banyak bengkel sepeda motor yang bisa diminta tolong untuk perbaikan sementara.. jalur alternatif diputuskan hanya menghindari kemacetan kota Bandung.. rencana rute selengkapnya adalah Situ Cisanti-Pangalengan-Soreang-Stadion Jalak Harupat-Cibabat-Padalarang-Cianjur-Puncak-Bogor-kota masing-masing..

Sambil menunggu rombongan belakang.. sarapan mie bakso dan beberapa batagor sebagai pelengkap.. sarapan perlu.. dari malam masukkan sepertinya kurang..

Asupan sudah cukup.. rombongan sudah siap berangkat.. eh tunggu dulu ya.. periksa oli mesin Python dulu.. sehabis perbaikan darurat di bengkel sepeda motor Honda di daerah Pasanggarahan Garut Selatan.. Python belum diperiksa oli mesin.. khawatir dengan kondisi Python yang selama perjalanan Garut Selatan ke Situ Cisanti suara mesinnya dari nyaring hingga berisik dan asap knalpot yang semakin tebal.. harus dipastikan bahwa Python kuat sampai rumah di Serpong Tangerang Selatan..

Kali ini perjalanan dari Situ Cisanti menuju Serpong Tangerang adalah perjalanan jauh dengan target waktu tiba sebelum lewat tengah malam harus sudah sampai rumah agar bisa istirahat sebelum masuk kerja esok harinya..

Jarak yang akan ditempuh lebih dari 200km.. jalur yang akan dilalui berupa jalan mulus dikit namun ajrut-ajrutannya banyak saat menuju Pangalengan. . selanjutnya Pangalengan – Bandung sepertinya agak ramai .. Bandung-Cianjur –Puncak pasti ramai bahkan mungkin terhadang kemacetan.. selanjutnya Puncak-Bogor-Tangerang dipastikan ramai .. maklum hari Minggu.. jalur yang akan dilalui adalah jalur utama serta melalui berbagai tempat wisata … dipastikan akan banyak kendaraan baik kendaraan pribadi.. kendaraan umum.. maupun rombongan wisata..

Periksa oli mesin Python.. ternyata hampir kering… gelontorin cadangan oli mesin yang dibawa.. nyalain Python… rombongan kami beranjak dari tempat parkir Situ Cisanti untuk bergabung dengan rombongan yang sudah berangkat duluan.. selamat tinggal Situ Cisanti.. satu malam diriku bermalam di Situ Cisanti namun kenangan indah yang dibawa terlalu banyak untuk dapat diceritakan..

Beriringan dengan para sahabat Nusantaride dari berbagai daerah dan berbagai macam kendaraan.. asyik juga jalan beriringan.. lebih asyik lagi melihat puluhan motor semuanya pasrah dengan jalan ajrut-ajrutan.. hari Minggu ternyata perkebunan Malabar banyak pengunjung yang datang baik jalan kaki maupun berkendara .. maklum berdasarkan informasi yang kuperoleh banyak tempat wisata yang dapat dikunjungi di perkebunan ini selain Situ Cisanti ada juga pemandian air panas Cibolang dan tentu saja pemandangan khas pegunungan dengan perkebunan teh yang indah serta udara yang sejuk..

Rombongan berhenti di suatu persimpangan jalan masih di wilayah perkebunan.. rombongan yang hendak menikmati sarana wisata di daerah perkebunan Kertasari ini berpamitan.. selanjutnya kami meneruskan perjalanan..

Menjelang keluar perkebunan terjadi kemacetan dikarenakan adanya pasar pagi dan banyaknya kendaraan pengunjung.. rombongan sepeda motor diarahkan untuk melalui jalan pemukiman melintasi terlebih dahulu pinggiran lapangan sepakbola .. selanjutnya adalah lancar.. cuaca cerah cenderung panas

Jalan agak tersendat saat memasuki kota Pangalengan.. ramainya kendaraan dan melintasi salah satu pusat aktifitas perdagangan di kota Pangelengan ini menyebabkan arus lalu lintas agak tersendat.. rombongan sepertinya sepakat untuk langsung berbelok ke sebuah SPBU yang pertama kali ditemui.. antri untuk mengisi bahan bakar.. antrian panjang.. dapat dimaklumi karena SPBU ini merupakan SPBU terdekat dengan kawasan perkebunan

Rombongan mulai terpecah di persimpangan Pangalengan.. sebagian rombongan ada yang akan menuju kawasan Puncak Guha di daerah Garut Selatan.. sebagian menuju Bandung..

Diriku, Bang Dodi dan Bang Ivan beserta rombongan lainnya melanjutkan perjalanan ke arah Bandung.. jalanan berkelok mulus.. ramai namun lancar.. memasuki daerah Banjaran rombongan berhenti karena ada salah satu kendaraan sahabat memerlukan perbaikan rem kendaraannya..

Selesai perbaikan kami melanjutkan perjalanan.. diriku sengaja untuk meninggalkan rombongan jauh di depan agar sempat mampir ke sebuah minimart untuk membeli minuman dingin.. panasnya udara membuat diriku haus.. berhenti menjelang pertigaan Kota Banjaran dan Soreang..

Rombongan menyusul.. ngobrol sebentar.. kami bertiga menyampaikan bahwa kami akan berbelok kekiri menuju Soreang agar bisa menghindari kota Bandung yang dapat dipastikan macet di hari Minggu siang ini.. rombongan yang lain menyampaikan akan tetap melintasi kota Bandung.. kami berpisah..

Diriku, Bang Dodi dan Bang Ivan.. kami bertiga beriringan menyusuri jalan pintas Soreang-Banjaran.. ramai namun lancar.. diriku didepan sebagai pimpinan rombongan.. selain sudah memahami daerah tersebut juga dibantu gps untuk menentukan arah.. memasuki daerah pusat pemerintahan kota Soreang.. rombongan harus mencari jalan alternatif lainnya karena ada keramaian pasar pagi.. namun jalan alternatif ternyata juga harus melewati keramaian pasar pagi.. perjalanan agak tersendat..

Selepas keramaian.. gps menuntun untuk menuju jalan raya Cipatik melalui stadion Jalak Harupat markasnya kesebelasan sepakbola Persib Bandung.. jalan masih ramai lancar.. banyak angkutan kota dan sepeda motor yang berseliweran… jalanan semakin padat dengan berbagai kendaraan menjelang memasuki jalan Nanjung memasuki wilayah kota Cimahi..

GPS mengarahkan untuk melalui jalan Kerkhof Cibeber Cimahi.. namun terlihat kondisi lalu lintas sangat macet di depan.. arahan gps kulanggar.. Python diarahkan ke kota Cimahi .. memasuki jalan Leuwigajah.. lanjut ke jalan Dustira Cimahi.. dan keluar di kota Cimahi untuk selanjutnya memasuki jalur utama Bandung-Cianjur..

Waktu sudah menunjukkan lewat tengah hari.. suara mesin Python sangat berisik.. asap tebal keluar dari knalpot.. lanjut ke Padalarang.. Python my meggy tidak berani kugeber kencang… jalanan ramai.. macet tersendat di persimpangan pasar Padalarang.. lanjut jalur lurus Padalarang-Cipatat.. arah kami ke Cianjur lancar sedangkan arah sebaliknya menuju Bandung padat oleh kendaraan.. keinginan untuk agak ngebut harus kutahan mempertimbangkan kondisi mesin Python.. hadeuh nggak nikmat banget ya melakukan perjalanan dengan kondisi tunggangan tidak fit..

Memasuki kawasan Cipatat jalanan berliku… lumayan untuk sedikit berkelok-kelok.. tetap diriku harus menahan diri untuk tidak terlalu memaksa Python.. arus lalu lintas ramai lancar kedua arah.. cuaca panas.. kami bertiga terpisah saat masing-masing mencoba keluar dan meninggalkan antrian kendaraan di belakang truk bermuatan berat ..

Memasuki jalan Raja Mandala.. jalan beriringan dengan Bang Dodi.. sedangkan Bang Ivan diduga masih di belakang.. diriku berhenti membiarkan Bang Dodi sendirian didepan.. berhenti untuk menunggu Bang Ivan.. agak lama juga nunggunya.. tidak lama kemudian diriku dihubungi oleh Bang Dodi yang menyampaikan bahwa Bang Dodi dan Bang Ivan telah menunggu diriku di SPBU di depan.. diriku langsung menyusul..

Ketemuan lagi di SPBU masih daerah Cipatat.. ternyata Bang Ivan menyalip antrian dari sebelah kiri dimana diriku dan Bang Dodi berusaha keluar dari antrian kendaraan dari sebelah kanan.. akhirnya kami terpisah..

Istirahat sebentar di SPBU.. diskusi sebentar untuk menetapkan lokasi makan siang.. semula di rencanakan di daerah Cianjur.. namun diriku sarankan di sebuah rumah makan sunda yang ada lesehannya.. cocok untuk makan dan rebahan.. pilihan tempat makan di setujui.. waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore.. cuaca panas..

Lanjut.. karena tempat makan siang adalah saran diriku.. maka sekarang diriku yang memimpin rombongan.. cuaca panas.. letih sudah terasa.. kumplit.. kendaraan nggak fit.. perut laper.. badan perlu rebahan.. harus secepatnya sampai di tempat makan yang dimaksud.. namun sekali lagi apa daya kondisi Python tidak bisa di ajak berlari kencang..

Melewati pukul tiga sore.. akhirnya tiba di sebuah rumah makan sunda di daerah Ciranjang.. tempat makan prasmanan dengan tempat makan lesehan di depan dan ruang makan biasa di dalam.. kami pilih tempat lesehan.. kami segera memilih lauk pauk.. nasi dan sayur asem bebas ambil.. tidak lama makanan siap.. sikkatt… setelah itu ngobrol sambil lesehan.. diriku rebahan dan tertidur walau cuma sebentar..

Menjelang pukul empat.. kami beranjak berangkat.. memasuki jalan raya Bandung-Cianjur.. berpapasan beberapa kali dengan rombongan besar salah satu merek motor 2 Tak.. sepertinya ada acara besar.. buktinya banyak banget rombongan motor tersebut.. kami terus melanjutkan perjalanan..

Memasuki kota Cianjur tersendat di depan terminal… belok kanan menuju Cipanas.. jalanan lancar.. menanjak.. Me and Python berupaya melaju … suara mesin makin berisik.. asap dari knalpot semakin tebal..

Cipanas lancar.. masuk kawasan Puncak.. lancar.. arus saat itu diberlakukan satu arah dari Puncak menuju Bogor.. lancar banget.. diriku tertinggal di belakang.. Bang Dodi dan Bang Ivan sepertinya memang ingin sedikit menikmati kelokan puncak .. sedangkan diriku mencoba untuk menahan diri mengingat kondisi Python..

Di sebuah kelokan diriku melihat seseorang melambaikan tangan.. ada tiga motor telah terparkir.. didekati ternyata salah seorang sahabat Menembus Batas Indonesia yaitu Bang Rustam Rijal yang melambaikan tangannya agar diriku menepi.. ternyata Bang Rustam telah ditemani oleh Bang Dodi serta Bang Ivan.. diriku bergabung dengan mereka..

Istirahat sebentar sambil ngobrol.. diputuskan untuk berangkat menjelang pukul enam..

000a

Pukul setengah enam.. akhirnya kami berempat bersama-sama melanjutkan perjalanan.. sepertinya tiga sahabat memaklumi kondisi Python.. mereka menjalankan kendaraan mengimbangi kecepatan Python.. walaupun saat itu jalur Puncak dengan pemberlakukan satu arah sangat cocok untuk sedikit miring-miring di kelokan jalur Puncak..

Tidak berapa lama.. ternyata kami dihadang oleh kemacetan padat menjelang wilayah Gunung Mas Puncak.. akhirnya rombongan berpencar mencari celah-celah diantara mobil dan bis yang antri.. masing-masing berupaya untuk secepatnya keluar dari kemacetan..

Kemacetan ternyata terus berlanjut hingga ke Cisarua.. Me and Python kesulitan untuk mencari celah diantara kendaraan karena side box kiri kanan yang terpasang memang membutuhkan ruang yang lebih luas.. suara mesin Python semakin berisik.. wah sepertinya perlu penambahan oli mesin.. di suatu bengkel pinggir jalan ternyata Bang Rustam, Bang Dodi dan Bang Ivan telah menunggu.. ah sekalian isi tambahin oli mesin… oli mesin cadangan yang dibawa telah habis.. sewaktu hendak membeli oli mesin di bengkel tersebut.. Bang Rustam menawarkan untuk mempergunakan oli mesin candangan yang dibawanya.. oh terimakasih banyak Bang Rustam.. segera tuang oli mesin pemberian Bang Rustam ke Python.. yuk lanjut..

Kami kembali melanjutkan perjalanan.. macet dari Puncak-Cisarua.. ternyata harus kami nikmati hingga perempatan Ciawi Sukabumi.. deuh.. kami berempat kembali terpencar..

Selepas perempatan Ciawi Sukabumi.. memasuki jalan raya Tajur jalanan lancar.. waktu menunjukkan menjelang pukul tujuh malam.. diriku jalanin Python pelan saja.. dugaan diriku pasti Bang Rustam, Bang Ivan dan Bang Dodi menunggu diriku yang tertinggal seperti sebelumnya.. namun dari Tajur-Bogor hingga memasuki jalan raya Parung tidak menemui sahabat bertiga.. ah sudah lanjut saja..

Jalan Raya Parung lancar… tujuan selanjutnya adalah Serpong tempat tinggal diriku.. diriku harus memutuskan apakah melalui Pamulang atau Ciseeng.. kalau lewat Pamulang agar memutar namun relative mulus, kemacetan kemungkinan daerah pasar Parung dan perempatan Gaplek Pamulang… kalau lewat Ciseeng jalan pintas namun jalan jelek sekitar Gunung Sindur.. ah mendingan lewat Ciseeng… ada jalan jeleknya di Gunung Sindur.. lumayan buat ajrut-ajrutan terakhir sebelum tiba di rumah..

Di kawasan Tajur Halang berbelok kiri untuk mengambil jalur Ciseeng.. waktu menunjukkan menjelang pukul delapan malam.. lalu lintas ramai namun lancar.. jalanan mulus.. berhenti sebentar di warung sebelah SPBU Ciseeng…

001

Pukul delapan malam lebih beberapa menit.. lanjut perjalanan.. memasuki kawasan Gunung Sindur mulai jalan jelek.. berlobang seperti kubangan.. semangat kembali meningkat melihat jalan yang banyak kubangannya.. banyak truk sedang dan besar yang melintasi.. mobil dan kendaraan pribadi lainya berupaya untuk menghindari jalan berlubang besar mirip kubangan.. sengaja Python kubawa melintasi lobang dan kubangan.. asyik buat ajrut-ajrutan terakhir sebelum tiba dirumah..

002

Selepas jalan ajrut-ajrutan.. jalan mulus beton dilewati.. nyantai lagi ah… tidak berapa lama terbaca plang dengan kalimat sangat indah.. “Selamat Datang di Kota Tangerang Selatan” nama yang unik.. uniknya adalah kalau pulang turing pasti seneng banget baca tulisan itu.. .. akhirnya ketemu juga tuh tulisan.. kucari-cari hingga Bromo dan Situ Cisanti nggak ketemu.. ketemunya disini.. hahahaaha..

Lanjut melalui kawasan Taman Tekno BSD.. lancar.. tersendat sedikit karena ada jalan rusak.. lumayan lah… ajrut-ajrutan lagi walau cuma bentaran doank.. setelah itu memasuki kawasan BSD.. lancar mulus..

Pukul sembilan malam.. berhenti sebentar di jalan Serpong Raya.. di depan kompleks.. ada perasaan senang karena sudah sampai.. Python kembali kukendarai memasuki komplek perumahan dimana kami sekeluarga tinggal..

Akhirnya.. pukul 21.15 wib.. Python berhenti di depan rumah… tuntas sudah perjalanan..

006

Buka pintu garasi masukkin Python.. beresin barang besok saja..

007

Alhamdulillah ya Allah.. Segala puji bagi Allah.. terimakasih ya Allah Yang Maha Kuasa.. atas ijin Mu.. diriku berkesempatan untuk melakukan perjalanan yang mengesankan.. menikmati bukti keagungan Mu dan indahnya ciptaan Mu.. bertemu dan menambah kenalan, sahabat dan kerabat.. dimudahkan segala urusanku.. dan akhirnya diriku diberikan kesempatan untuk berkumpul kembali dengan keluarga yang sangat kucintai.. Alhamdulillah.. terimakasih juga kepada para sahabat, teman, sodara, dan kenalan baru yang telah membuat perjalanan kali ini sungguh berkesan..

Masuk rumah.. my lovely wife telah menanti.. anak-anak sudah tertidur pulas.. peluk dan kecup mesra kudapatkan dari my lovely wife.. air hangat sudah tersedia di kamar mandi.. ngobrol sebentar dengan my lovely wife yang telah nyiapan perlengkapan mandi.. masuk kamar mandi.. mandi air hangat yang menyegarkan..

Keluar dari kamar mandi dengan badan segar.. masuk kamar.. kenakan baju .. dirikan Shalat .. setelah itu rebahkan diri di kasur empuk dimana my lovely wife sudah merebahkan diri.. pastikan pintu kamar terkunci… selanjutnya..

…….

Beberapa hari kemudian diriku kumpulin photo dan kenangan selama perjalanan.. menyusun cerita lengkap perjalanan.. masukkin rute perjalanan yang telah dilakukan di google maps..

2250 km

Jarak yang lumayan jauh.. ternyata lebih 2.250 km versi google.maps yang telah ditempuh dalam 10 hari Me and Python melakukan perjalanan… rubah nama file Bromo-Madura menjadi Madura pada directory file Me and Python – Plan The Journey.. dibawah file Madura tertulis nama file Serang Titik Nol.. singkatan Serpong Sabang Titik Nol.. harus dipindahin nih file Madura dan Serang Titik Nol dari direktory Plan The Journey.. harus dimasukkan pada directory Me and Python – Ride Report..

Namun sebelumnya Python harus sudah siap.. perjalanan kali ini menambah lagi pelajaran dalam mempersiapkan tunggangan.. Diriku harus memiliki Python yang benar-benar siap untuk perjalanan selanjutnya.. Me and Python.. Life-Ride-Enjoy-Share..


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: