Bro Santi Unik – Etape 7 : Pangandaran Batu Karas – Situ Cisanti

16 06 2014

Diriku terbangun sekitar pukul enam pagi.. beresin sleeping bag dan masukkin kembali kedalam box Python.. kendaraan tunggangan berjejer rapih.. yang rapih cuma jejerannya saja.. kondisi motornya sih rapih banget.. saking bangetnya udah nggak kelihatan rapihnya lagi..

lihat rekan seperjalanan.. masih pada terlelap di tempat pilihannya masing-masing.. diriku ngapain ya.. ?? jalan-jalan di pantai Batu Karas saja dulu.. nikmatin pemandangan..

Tiba di Pantai Batu Karas.. pasir yang lembut.. sudah banyak pengunjung yang datang dan berenang di tepian pantai yang berombak tenang.. di pantai ini banyak yang menyediakan ban dan pelampung untuk disewakan.. yang menarik diriku adalah para pedagang yang menyewakan ban tersebut juga membersihkan area pantai dimana mereka meletakkan sewaannya.. suatu contoh baik yang patut ditiru dimana seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan wisata berupaya untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga keindahan alam dan kenyamanan tempat wisata dapat dirasakan oleh para pengunjung

Tidak berapa lama Bang Ivan bergabung dengan diriku untuk menikmati pantai Batu Karas..

Kembali ke tempat istirahat.. terlihat Bang Abie Jawing dan Bang Ucon sedang melakukan sesuatu tindakan terhadap Python.. kelihatan serius.. lagi ngapain ya.. ah biarin saja.. mungkin mereka membujuk Python agar mau menjadi tunggangannya… nggak mungkin bang.. Python hanya milikku.. selama hayat.. eh salah.. selama BPKP dan STNK Python ada pada diriku selama itu pula Python menjadi milikku.. hahahaha…

Mendekati Python ternyata Bang Abie Jawing dan Bang Ucon sedang menambah ikatan di spakbor depan.. terimakasih Bang Abie Jawing dan Bang Ucon.. spakbor Python sekarang makin kuat dan Python menjadi motor milikku yang makin banyak ikatan dalam arti sesungguhnya

Bang Abie Jawing ternyata tertarik dengan kondisi Python.. dilihat bahwa Python perlu banyak sentuhan.. sentuhan kasar seorang montir…

014

Bang Abie Jawing tanpa menanti belas kasihan dari diriku dan diriku minta untuk perbaikan darurat terhadap Python.. langsung mengeluarkan peralatan untuk perbaikan.. box yang sudah tidak simetris dan miring karena beberapa kali bersentuhan dengan tanah dan aspal disebabkan jatuh.. dicoba oleh Bang Abie Jawing untuk diperbaiki sebagaimana mestinya.. terimakasih banyak Bang Abie Jawing.. sini saya bantu.. bantu photoin..

Setelah tindakan operasi darurat terhadap Python dilakukan.. kami beranjak bersiap-siap untuk melakukan perjalanan selanjutnya.. mandi.. beresin barang.. sarapan.. ngobrol.. menjelang pukul 10 pagi kami beranjak meninggalkan kawasan wisata Batu Karas yang mulai banyak didatangi rombongan wisatawan…

Keluar dari jalan Pantai Batu Karas berbelok ke kiri menuju Cipatujah.. rute kali ini adalah menyusur pantai selatan Pangandaran hingga Rancabuaya sebelum ke Cisanti.. diriku memimpin di depan..

Memasuki jalan raya Cimerak jalan berliku dan sudah jauh lebih mulus dibandingkan diriku lalui setahun yang sebelumnya.. kemudian terlilhat pantai diantara pepohonan kelapa sawit.. jalan sebagian sedang ada perbaikan.. selepas itu memasuki wilayah Cimanuk jalur mulus dengan pantai yang indah.. sewaktu memeriksa rombongan belakang melalui kaca spion.. lho kok rombongan belakang jauh tertinggal.. nggak mungkin ada yang ngantuk lagi.. masih pagi.. masih segar.. pelanin Python untuk menunggu rombongan belakang.. yang menghampiri hanya Bang Abie Jawing.. sewaktu dekat diriku diminta untuk kembali karena yang lain sedang photo-photo … yup kita balik lagi.. dan bergabung untuk photo-photo..

015

016

Lanjut perjalanan.. jalanan mulus sepanjang Cimanuk hingga daerah Kelapa Genap hingga Cidadap.. beberapa kali melintasi jembatan dimana terlihat pertemuan sungai dan pantai..

017

Memasuki kawasan Cipatujah jalan jelek kami lintasi dengan pasrah.. yuk ramai-ramai kita ajrut-ajrutan.. selepas jalan jelek.. jalan kembali mulus… terlihat sebelah kiri ada pantai dengan deretan perahu nelayan berlabuh.. rombongan menepi untuk beristirahat.. Pantai Pemayang begitu waktu ditanya nama tempat tersebut.. kami masuk lebih kedalam.. ketempat dimana dimana banyak warung-warung yang buka dan balai-balai berupa saung serta banyaknya pepohonan membuat teduh kawasan tersebut.. sepertinya diperuntukkan sebagai tempat wisatawan berkunjung.. namun pada saat kami memasuki tempat tersebut.. kawasan tersebut sepi pengunjung..

Mampir di salah satu warung..parkirin tunggangan masing-masing.. tidak lupa memesan ikan bakar segar.. menunggu ikan bakar siap disantap.. kami kami beristirahat dan bersantai di pantai Pemayang yang landai…

017a

017b

018

019

020

021

Bersantap ikan bakar segar sudah.. angin sepoi-sepoi.. teduh karena banyak pepohonan.. apalagi yang lebih nikmat selain leha-leha.. ah nanti saja lanjutin perjalanannya

Perjalanan kami lanjutkan menjelang pukul dua siang.. memasuki wilayah Sindangkerta ada SPBU.. mampir dulu untuk menghilangkan haus tunggangan masing-masing.. tangki isi bensin full.. lanjut.. jalanan mulus beton.. pemandangan pemukiman dan sawah.. di sisi jalan.. cuaca cerah..

Perjalanan kami teruskan memasuki perkebunan Miramare.. awalnya jalanan berupa aspal terkelupas berliku dan banyak lobang kecil…

024a

Saat melintas jalanan berliku dan banyak lobang kecil… mesin Python tiba-tiba kehilangan tenaga.. setelah itu kembali bertenaga namun… namun terdengar bunyi nyaring di mesin Python.. waduh pasti kena masalah nih mesin Python…. Python tetap dipaksakan untuk jalan namun tidak digeber.. mau periksa dimana di tengah perkebunan ini..

Tidak berapa lama jalanan sangat mulus kami nikmati… diriku berada kedua dari belakang.. waktu sudah menunjukkan pukul empat sore

023

022

024

Python tidak berani terlalu digeber karena suara aneh di mesin membuat diriku khawatir dengan kondisi Python.. apalagi rekan yang belakang menyampaikan bahwa knalpot Python mengeluarkan asap tebal.. haadeeuuh…

Menjelang memasuki daerah Pesangrahan Garut Selatan… terlihat bengkel resmi sepeda motor Honda… kasih tanda kepada yang belakang bahwa diriku akan memeriksakan mesin dan minta agar yang belakang untuk gabung dengan rombongan depan dan menunggu diriku..

025

Sewaktu diperiksa oleh mekanik.. ternyata dikatakan seher mesin bermasalah.. diduga pula karena kurang oli mesin.. periksa oli mesin.. ternyata tinggal sedikit… waduh… kok bisa ya.. padahal sewaktu melakukan perawatan dan pemeriksaan kondisi Python di bengkel resmi sepeda motor Honda sebelum melakukan perjalanan ke Bromo ini.. diriku berpesan kepada mekanik untuk melakukan perawatan dan perbaikan yang diperlukan untuk perjalanan jauh.. ganti oli dan ganti sukucadang yang diperlukan.. yang penting Python tidak bermasalah dijalan.. mekanik menyampaikan kepada diriku dan menjamin bahwa kondisi Python siap dan tidak memerlukan ganti oli… sehingga diriku tidak memeriksa oli mesin.. mungkin salah satu keteledoran diriku adalah sangat mempercayai mekanik dan bengkel.. walaupun itu bengkel adalah bengkel jaringan resmi sepeda motor Honda.. oh nasib full biker yang tidak paham sama sekali soal mesin… dibilang siap oleh mekanik.. ya dianggap semuanya baik.. suatu pelajaran berharga bagi diriku apabila suatu saat nanti diriku kembali melakukan perjalanan jauh

Sepertinya layanan purna jual terutama untuk perawatan sepeda motor Honda oleh jaringan resmi bengkel Honda tidak boleh dijadikan acuan… nama besar ternyata belum tentu menjamin kualitas pekerjaan.. jadi teringat pengalaman mengecewakan saat mesin Python bermasalah dengan vaccum compressor sebelumnya (Python Rawat Jalan – Mesin Brebet..)

Disampaikan oleh mekanik bahwa kondisi mesin sangat mengkhawatirkan.. seher piston dipastikan terkena.. oli mesin bisa dikatakan habis.. perawatan yang diperlukan adalah perbaikan yang membutuhkan beberapa hari pengerjaan.. waduh bisa nginep donk Python kalau dilakukan perawatan disini.. diriku bertanya apakah dengan kondisi mesin seperti itu perjalanan masih bisa dilanjutkan.. disampaikan oleh mekanik bahwa perjalanan dapat dilanjutkan namun perlu pengisian oli mesin dan sering-sering memeriksa oli mesin.. disarankan agar membawa oli mesin cadangan.. yang paling penting adalah mesin Python tidak boleh di geber… baik akan kuikuti semua saran yang disampaikan.. yang penting Me and Python dapat menyelesaikan perjalanan hingga pulang ke rumah.. perbaikan nanti saja di bengkel resmi sepeda motor Honda dekat rumah

Perjalananan dilanjutkan untuk menyusul rombongan yang ternyata telah menunggu di satu SPBU.. menceritakan kondisi Python.. mendapatkan masukkan untuk kembali memeriksa Python.. karena ada bunyi tambahan.. dikhawatirkan rantai keteng terkena juga..

Kembali ke bengkel..minta pemeriksaan lebih detil.. diskusi dengan mekanik serta dengan pemilik sekaligus pimpinan bengkel yaitu Bapak Haji Budi Rahayu.. dipastikan rantai keteng tidak bermasalah dan Python mampu melanjutkan perjalanan sampai Tangerang melalui Pengalengan dan Bandung.. sesuai dengan rencana rute yang kusampaikan… Pak Haji Budi Rahayu sebagai pemilik dan pimpinan bengkel menjamin bahwa Python mampu menyelesaikan perjalanan apabila mengikuti saran yang diberikan.. Pak Haji Budi Rahayu memberikan nomor telephone apabila Python bermasalah selama perjalanan menuju Pangalengan… kapanpun kejadian dan dimanapun tempatnya akan dikirim mekanik.. wah terimakasih Pak Haji Budi Rahayu.. diriku tenang akan jaminan Pak Haji.. berbekal sebotol oli mesin cadangan akhirnya diriku kembali ke rombongan untuk melanjutkan perjalanan

Perjalanan dari SPBU daerah Ciondom dilanjutkan kearah Pameungpeuk.. waktu menunjukkan menjelang pukul 7 malam.. lalu-lintas ramai.. jalanan kembali banyak lobang hingga daerah Pantai Santolo.. memasuki daerah Cikelet jalanan rusak.. berbatu.. dan menanjak.. diriku sebagai pimpinan rombongan menghentikan rombongan pada suatu jembatan karena di depan jalanan menanjak curam.. jelek dengan batu kerikil dan batu kali sebagai penutup jalanan tanah.. ada beberapa motor penduduk yang melintas dengan kesulitan.. ada sebuah mobil yang terjebak pada lobang besar.. diriku bertanya kepada rombongan apakah akan diteruskan perjalanan melalui jalur tersebut atau kembali ke Pesanggrahan mengambil kota Garut… rombongan serentak menjawab lanjutt… brem… kami menggeber kendaraan dan sangat ajrut-ajrutan di tanjakan sangat jelek kalau boleh sih dikatakan jalan annncoorr.. .. semua berhasil melintasi dengan perjuangan berat.. di ujung tanjakan kami berhenti istirahat di sebuah warung.. diperoleh informasi bahwa jalan jelek di depan tinggal dikit lagi.. setelah itu mulus sedikit dan jelek lagi sedikit.. selanjutnya katanya jalanan mulus hingga Pangalengan.. yuk jalan..

Benar saja jalanan jelek harus tetap dilintasi.. yang dikatakan jalan bagus rupanya kondisinya hanya lebih baik sedikit.. selanjutnya ancoor lagi.. namun setelah itu… muluss.. luss.. berliku..

Berhenti di minimart kawasan Rancabuaya.. istirahat dan diskusi mengenai rencana perjalanan.. disepakati rute kami berlima ditetapkan akan melaui Cidaun.. Rancabali..Pangalengan.. diputuskan bahwa diriku, Bang Riva dan Bang Ivan akan mendatangi kegiatan yang diadakan oleh para sahabat Nusantaride Bandung bertempat di Situ Cisanti Pangalengan.. sedangkan Bang Abie Jawing dan Bang Ucon beserta isteri masing-masing akan melanjutkan perjalanan ke Bogor dan Jakarta.. kami akan berpisah di daerah Pangalengan..

Sewaktu hendak berangkat.. ada 2 pengendara motor berboncengan mendatangi dan menyapa kami.. setelah mengetahui bahwa kami hendak ke Pangalengan dan Bandung.. menanyakan apakah boleh ikut rombongan.. mereka dari Ciwidey hendak ke Garut.. dan bingung menentukan rute yang akan dipilih karena belum paham jalur yang akan ditempuh serta berkendara malam hari satu motor.. kami memenuhi permintaan mereka namun kami sampaikan bahwa kami hendak mengambil jalur Cidaun – Rancabali – Soreang – Banjaran – Pangalengan.. pengendara yang minta gabung menyampaikan bahwa jalur Cidaun jalannya jelek.. rundingan sebentar dengan pertimbangan jarak dan waktu tempuh.. akhirnya diputuskan untuk mengambil rute Pangalengan..

Pukul delapan malam kami berangkat.. rombongan sekarang bertambah satu menjadi 6 sepeda motor dengan sembilan orang beriringan untuk menyusuri jalur Talegong.. jalur mulus namun sangat berliku dengan tanjakan dan turunan curam.. kami nikmatin jalur berliku yang sering disebut dengan jalur ‘Dragon Tail’ karena berliku curam.. dibeberapa tempat ada bekas longsor

Berhenti kembali pukul 10 malam selepas kawasan dragon tail.. sebelum memasuki kawasan perkebunan teh Pangalengan…

027

Memasuki perkebunan teh Pangalengan.. udara dingin menembus jaket yang kukenakan.. jalanan berliku serta mulus.. sekitar pukul sebelas malam kami tiba di kota kecamatan Pangalengan.. berhenti di persimpangan jalan ke Bandung dan menuju Situ Cisanti..

028

Rombongan kami berpisah.. Bang Abie Jawing, Bang Ucon dan pengendara dari Rancabuaya akan meneruskan perjalanan menuju Bandung sebelum lanjut ke kota masing-masing.. Diriku, Bang Riva dan Bang Ivan melanjutkan perjalan ke perkebunan teh Malabar menuju Situ Cisanti tempat ajang kumpul para sahabat Nusantaride yang diadakan oleh para sahabat Nusantaride Bandung.. gps memberitahu bahwa jarak dari kota Pangalengan menuju Situ Cisanti berjarak 22 km lagi.. sudah dekat..

Mengambil jalur yang disarankan gps.. memasuki kawasan pertokoan yang sudah pada tutup.. jalan semula mulus.. namun bertambah jelek saat memasuki jalur perkebunan Malabar… jalanan bertambah jelek.. berlobang sana-sani.. kerikil.. gelap.. sepi.. berkelok.. kami bertiga terus menggeber tunggangan masing-masing..

Berhenti beberapa kali untuk bertanya dan memastikan arah yang tepat ke lokasi.. setelah menikmati jalan ajrut-ajrutan berlobang besar disana-sini dan gelap.. kami melintasi jalan aspal mulus.. mendekati lokasi Situ Cisanti..

Akhirnya kami tiba di parkiran Situ Cisanti.. telah ada satu rekan Nusantaride yaitu Bang Dodi dari Tangerang yang juga baru sampai.. kami dihampiri oleh beberapa sahabat Nusantaride Bandung.. ditunjukkan jalur masuk ke lokasi yang ternyata melewati suatu kebun dan jalur tersebut sangat terlihat baru dibuat sepertinya khusus untuk acara Nusantaride..

Melintasi jalan setapak yang lembek, jembatan darurat dari bambu, menyusur tepian Situ Cisanti.. akhirnya kami tiba di lokasi tempat berlangsungnya acara Siduru Sisi Situ atau berapi unggun di pinggir danau di Situ Cisanti… waktu sudah menunjukkan hampir pukul satu pagi.. udara sangat dingin…

030

031

Teringat saat menuju lokasi kegiatan.. malam hari.. 22 km dari kota kecamatan Pangalengan.. jalan campur aduk.. mulus..berlobang..kerikil.. kubangan.. berkelok.. mulus lagi.. kirain mulus sampai lokasi ternyata harus masuk jalur ‘bonus’ .. seru juga.. NR Bandung.. salut atas lokasi yang dipilih dan jalur yang harus dilalui para peserta.. NR Bandung aya-aya wae.. tentu dalam artian positif..

Python sudah terparkir dengan tunggangan sahabat Nusantaride lainnya yang telah tiba sebelumnya.. selanjutnya kami ngobrol di satu-satunya warung yang ada di pinggir Situ Cisanti.. ngobrol sebentar dengan beberapa sahabat Nusantaride yang masih terbangun..

Setelah mengobrol diriku dan Bang Dody membantu Bang Riva mendirikan tenda yang dibawa oleh Bang Riva..

Panitia Nusantaride Bandung Gathering – Siduru Sisi Situ jauh-jauh hari telah mengumumkan bahwa tidak ada penginapan atau akomodasi disediakan oleh panitia.. seluruh peserta silahkan mempersiapkan diri untuk fasilitas akomodasi dan penginapan apakah mendirikan tenda, gelar matras seperti diriku, bergelantungan di tenda hammock, atau mencari fasilitas akomodasi lainnya.. silahkan..

Tenda telah berdiri… diriku dan Bang Dody gelar matras dan sleeping bag yang dibawa masing-masing.. berbaring di sebelah luar tenda Bang Riva.. hanya membuka sepatu.. mengandalkan jaket, kaoskaki, buff dan sleeping bag yang membungkus untuk mengusir dingin.. diriku tertidur pulas..

032a


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: