Bro Santi Unik – Etape 6 : Jogjakarta – Pangandaran Batu Karas

12 06 2014

Terbangun pukul 4 pagi… teringat bahwa perjalanan Jogjakarta menuju Cisanti melalui jalur pantai selatan Pulau Jawa dan istirahat di Pangandaran akan dilaksanakan pukul 2 pagi sesuai dengan rencana yang disepakati antara diriku dan Bang Riva.. diriku langsung beranjak dari kasur yang empuk.. keluar untuk segera siap-siap berangkat… keluar kamar ternyata Bang Riva sebagai teman seperjalanan terlelap di kursi ruang tamu.. kapan berangkatnya..??

Mau membangunkan Bang Riva sebagai teman riding ke Cisanti terlihat banget sang Teman sangat lelap tidurnya.. dapat dimaklumi.. mendengar ceritanya dari Blitar jalan pagi.. menunggu lama diriku di Wonosari.. sampai di rumah singgah ini pukul 12 malam.. lalu hingga pukul 1 pagi masih terdengar ngobrol.. pasti tidurnya lebih dari jam 1 pagi… lebih baik membiarkan Bang Riva dengan tidur lelapnya.. mendingan diriku mandi… biar agak segar…

Selesai mandi.. diriku masih sebagai pemenang bangun duluan.. yang lain masih pada tidur.. ah bikin kopi dulu aja… ngopi sendirian.. sruput sambil lihat dan balas pesan di hape yang masuk .. waktu menunjukkan pukul lima pagi.. masih clingukan sendirian.. kutunggu rekan-rekan yang lain bangun.. nunggunya di kamar saja.. rebahan di kasur yang empuk tadi…

Tidak berapa lama diriku terbangun karena suara ribut diluar kamar .. tuh khan kalau nunggunya sambil rebahan.. nunggunya tidak terlalu lama.. hahahah lumayan nambah tidur dua jam.. terbangun pukul tujuh pagi lewat…

Bergabung ngobrol sambil beresin barang bawaan… diskusi mengenai rencana keberangkatan ke Cisanti.. rombongan Bang Ivan memutuskan untuk jalan ke tujuan masing-masing.. akhirnya disepakati bahwa Bang Ivan akan ikut juga tapi kita ke Jogja dulu buat sarapan dan beli oleh-oleh.. berangkatnya nanti setelah salah seorang sahabat Nusantaride Jogjakarta yaitu Mas Agus Ramadhan berkunjung dan akan menemani kami selama di Jogjakarta..

Pukul delapan pagi Mas Agus Ramadhan datang ketempat kami… jabat tangan dan ngobrol.. setengah sembilan pagi semuanya sudah siap .. yuk jalan.. tapi sebelumnya photo-photo dulu…

001

Waktu menunjukkan sembilan pagi lebih dikit ketika rombongan kami meninggalkan rumah singgah ini… dipandu oleh Mas Agus Ramadhan sebagai tuan rumah menuju suatu rumah makan khas Jogjakarta yaitu rumah makan yang menyediakan gudeg… kami kompak dan tertib menuruti pimpinan perjalanan kami menuju tempat sarapan.. pasrah kalau dibawa makan.. hahahaha…

Cuaca cerah cenderung panas.. jalanan Jogjakarta mulai terlihat padat.. maklum akhir bulan Mei 2014 ini banyak hari libur kejepit.. tempat wisata seperti kota Jogjakarta pasti jadi tempat tujuan berwisata.. menjelang pukul sepuluh akhirnya kami duduk dengan baik dan sopan di kursi makan.. masing-masing memberikan suara terhadap pilihan menu masing-masing dengan cara mencontreng dan menulis jumlah menu yang dipesan.. ngobrol segala macam sekedar menghabiskan waktu menunggu pesanan datang.. nah.. akhirnya datang juga.. mari kita makan… walaupun biker .. kami makan dengan tertib.. cuma nambahnya agak banyakan…

Yuk ah jalan lagi.. sekarang Mas Agus membawa kami ke salah satu pusat oleh-oleh khas kota Jogja yaitu bakpia patuk.. borong-borong.. diriku kalap memilih barang untuk oleh-oleh.. waktu milihnya kalap… lebih kalap lagi saat memilih mana yang harus dibeli dan mana yang harus ditinggal.. ini makanan bro.. box yang sudah penuh, masalah waktu serta kondisi jalanan yang belum jelas apakah mulus atau ajrut-ajrutan jadi pertimbangan utama.. kalau ajrut-ajrutan.. pasti hancur lebur tuh makanan.. akhirnya beberapa saja yang kuambil.. sekedar oleh-oleh..

002

Pukul 11 siang.. masing-masing ‘peserta’ sudah mendapatkan oleh-oleh.. yuk jalan lagi.. sekarang tujuan adalah Jalan Deandles Kebumen.. kembali Mas Agus Ramadhan berbaik hati memimpin kami melalui wilayah Bugisan Patangpuluhan dan Srandakan menuju jalan Deandles Kebumen

003

Di wilayah Srandakan.. Mas Agus Ramadhan menghentikan kendaraannya.. memberitahukan kepada kami bahwa Mas Agus harus kembali ke Jogjakarta dan menyampaikan bahwa kami tinggal lurus mengikuti jalan utama untuk masuk jalur jalan Deandles.. kami bersalaman dan berpisah.. terimakasih Mas Agus atas kepemimpinan anda selama di Jogjakarta terutama masa kepemimpinan makan pagi serta berani bertanggung jawab mentraktir kami bertiga..

Bertiga.. diriku, Bang Riva, Bang Ivan.. melanjutkan perjalanan.. diriku sebagai kepala rombongan.. waduh didaulat jadi pimpinan rombongan.. merupakan saat yang berat saat itu.. hari jumat siang harus mendapatkan secepatnya mesjid agar kami dapat menunaikan kewajiban shalat Jum’at berjamaah di mesjid..

Jalanan mulus..cuaca panas terik.. lalu-lintas sepi.. kecepatan sedang.. lihat kiri-kanan apakah ada mesjid.. untunglah tidak berapa lama terlihat penduduk yang terlihat hendak menunaikan shalat Jum’at pasti ke mesjid.. langsung bawa rombongan ke belokan dimana penduduk menuju.. akhirnya tunggangan terparkir di halaman mesjid di daerah Garongan Kulonprogo.. yuk tunaikan kewajiban sebagai seorang muslim..

004

Menjelang pukul setengah satu siang selesai menunaikan shalat Jum’at.. kami kembali bersiap melanjutkan perjalanan.. cuaca panas.. namun kami bersemangat melihat jalan nan mulus yang akan kami lalui…

005

Jalan mulus.. lalu lintas sepi .. cuaca cerah.. membuat diriku terdorong untuk sedikit menggeber Python.. maksudnya sedikit-sedikit gas ditambah plintirnya biar rpm agak banyakan.. ngebut dikit ah .. namun tiba-tiba harus di rem.. ciiiitt… jalan mulus habis …. ban Python langsung menggilas jalan berlobang.. ajrut-ajrutan.. gubrak-gubrakan… ah bablasin saja ajrut-ajrutannya… bablas terus… tidak lama ajrut-ajrutan terdengar suara aneh di sekitar ban depan.. pertama diriku mengira itu adalah suara karena kampas rem depan kotor karena debu.. tapi kok aneh suaranya lebih keras dan makin keras… wah ada apaan nih.. cari tempat untuk berhenti dan melihat kondisi Python.. ternyata spakbor depan bergesekan dengan ban depan karena dudukan bautnya patah.. dilihat ban tidak apa-apa hanya spakbor yang rompal.. masalah kecil.. ikat saja dengan tali kawat yang kubawa… spakbor terpasang kembali… jalan lagi…

Melanjutkan perjalanan.. sekarang diriku harus bersiap untuk jalan mulus dan jalan berlobang… jalanan sekarang melalui daerah pemukiman dengan jalan yang penuh tambalan aspal disana-sini serta lobang yang kecil namun dalam.. yuk lanjut… kalau bisa hindarin lobang bersyukur kalau nggak bisa hindarin lobang yang hajar aja…

Sedang asyik-asyiknya pasrah sama kondisi jalan yang banyak jebakan lobang dan tambalan aspal yang tambal sulam.. terlihat Bang Riva hendak menyusul dari belakang… kuberi jalan.. sewaktu sejajar Bang Riva memberi tanda untuk berhenti dulu beristirahat.. sip.. nanti kita cari warung yang enak parkirin motor…

Berhenti di suatu warung memasuki kawasan Karang Bolong Kebumen.. kami beristirahat sebentar… lanjut perjalanan…

Sekarang jalanan mulai mulus.. lewati beberapa persimpangan jalan.. diriku masih di depan.. GPS diaktifkan hanya untuk memberikan gambaran arah untuk menyusuri pantai sesuai rencana perjalanan kali ini..

Memasuki wilayah Srandil mendekati Cilacap jalan mulai berliku dan menanjak tajam.. di suatu tikungan yang menanjak curam.. berhenti sebuah motor dengan muatan berat berupa dua buah karung berisi bawang merah.. berhenti di tengah jalan… pengendara dan boncenger adalah dua wanita separuh baya berupaya untuk menahan sepeda motornya agar tidak mundur turun…

Kami lalui sepeda motor yang mogok di jalan yang menanjak curam.. berhenti di ujung tanjakan.. parkirin motor.. secepatnya kembali ke motor yang mogok tadi dan segera menolong .. saat kami tiba.. sudah ada seorang laki-laki yang mendorong sepeda motor tersebut.. Bang Riva dan Bang Ivan membantu mendorong hingga akhir tanjakan.. diriku.. ah bantuin semaksimal mungkin yang kubisa saat itu.. yaitu ambil gambar.. keluarin kamera.. jepret yang nolong.. setelah itu baru bersama-sama membantu mengangkut dua karung bawang merah yang ditinggal.. bantuin nempatin kembali karung bawang merah ke sepeda motor.. memastikan sepeda motornya bisa dinyalain dan melanjutkan perjalanan.. selesai membantu kami sama-sama pura-pura tidak ngos-ngosan… padahal…

006

IMG_4988

IMG_4989

Yuk lanjut perjalanan.. sekarang jalanan mulai dinamis.. kelokan.. tanjakan.. turunan.. sebagian besar mulus… yuk libas… sekarang Bang Riva yang memimpin di depan.. di suatu belokan pimpinan rombongon berhenti dan bertanya sebentar setelah itu melanjutkan perjalanan ke arah yang ditunjukkan oleh penduduk yang ditanya.. sepintas terbaca arah yang akan kami tujuan adalah kawasan wisata Pantai Menganti.. ah nurut saja kemana pimpinan rombongan membawa kami…

Jalur yang dilalui umumnya mulus namun berkelok tajam.. berhenti di sebuah belokan di tempat yang tinggi.. terlihat pemandangan yang sangat indah didepan mata… perbukitan hijau dengan perkebunan penduduk.. terlihat jalan yang meliku menuju pantai dan suatu teluk dengan air laut biru terlihat.. suatu kesatuan pemandangan yang sangat-sangat indah.. Bang Riva sebagai pimpinan rombongan menyampaikan bahwa tujuan wisata ini merupakan saran dari sahabat senior Nusantaride yang pernah berkunjung ke Pantai Manganti ini dan sangat menyarankan untuk kami datangi dalam perjalanan menyusuri pantai selatan Pulau Jawa..

Berhenti sebentar.. terlihat jalan setapak menuju sebuah bukit.. dipastikan bahwa pemandangan di bukit tersebut akan lebih indah… terlihat sebuah sepeda motor sudah ada yang parkir di ujung jalan setapak tersebut membuktikan bahwa jalanan tersebut bisa dilalui sepeda motor.. tanpa diucapkan kami sepakat untuk menyusuri jalan setapak menuju bukit tersebut…

007

Jalur setapak berupa tanah diantara kebun penduduk kami lintasi.. ada perasaan was-was juga sih dalam diriku saat melintasi jalur setapak tersebut.. kalau tergelincir dan kepleset bisa nyangkut di pohon singkong yang ditanam di perbukitan yang landai kebawah.. kalau lebih sial lagi… kita bisa guling-guling ke bawah.. diriku lintasi jalur setapak tersebut dengan sangat hati-hati.. rekan yang lain sepertinya tidak ada kekhawatiran seperti diriku.. terlihat lancar melindas tanah jalur setapak tersebut.. akhirnya tiba juga di tanah lapang yang tidak begitu luas.. parkirin tunggangan..

007a

lihat lagi pemandangan sekeliling.. wow.. sangat indah.. cuaca cerah.. angin sepoi-sepoi.. perbukitan.. teluk dengan air laut biru.. deburan ombak.. langit cerah.. kesatuan yang sangat pas dan sangat indah…

007b

008

008a

Waktu menunjukkan pukul setengah empat sore.. kami terpesona dengan keindahan alam Menganti.. ambil gambar.. nikmatin lagi pemandangan indah.. pengin berlama-lama disini.. namun waktu sudah beranjak sore.. akhirnya kami sepakat untuk kembali melintasi jalan setapak.. kembali ke jalan aspal menuju pantai Menganti …

Jalanan menuju pantai Menganti menurun tajam dengan kelokan tajam namun mulus.. memasuki kawasan pantai jalanan menurun tajam sedikit berlobang.. terlihat jajaran perahu nelayan di pantai indah.. Bang Ivan sekarang yang memimpin di depan..

009

Eh.. kok tidak menuju ke tempat perahu ambil jalan yang lurus tapi kok pimpinan rombongan berbelok ke kanan.. mengambil jalur tanah setapak.. yuk ikutin saja.. ternyata jalur yang diambil menuju ujung pantai Menganti dengan tebing yang tinggi di sebelah kanan..

015

010

Kami terus menyusur jalan setapak hingga ujung jalan.. berhenti sebentar untuk menikmati keindahan alam.. kami sepakat untuk kembali menuju pantai dimana deretan perahu nelayan berlabuh.. waktu sudah beranjak petang…

Jalanan tanah setapak kembali kami lalui.. memasuki kawasan pantai dimana perahu nelayan banyak berlabuh.. jalanan berupa jalanan aspal terkelupas.. kami terus melaju melewati deretan perahu di sebelah kanan kami.. melewati tempat pelelangan ikan.. terlihat deretan warung makan sebelah kanan.. seorang pemuda menunjukkan tempat parkir motor berupa tempat yang sudah diberi atap..

Parkirin kendaraan tunggangan.. kami beranjak ke sebuah warung.. pesan kelapa muda kepada penjaga warung yang ramah.. beristirahat sambil menikmati kelapa muda dan pantai yang penuh dengan batu karang… deru ombak terdengar keras.. masih ada juga beberapa pengunjung yang datang saat kami beristirahat dan hari menjelang gelap..

Ada pesan masuk dari seorang sahabat Nusantaride yang sedang menjelajah wilayah Merapi, Gunung Kidul serta Jogjakarta.. sahabat Nusantaride dalam perjalanan pulang ke Jakarta dan menyatakan ingin bergabung dengan kami.. kami sampaikan sedang di Pantai Menganti.. kalau sempat .. kami tunggu di pantai ini..

Sambil menikmati istirahat dan air kelapa muda.. kami amati ternyata masih ada jalan menanjak ke bukit.. terlihat satu dua sepeda motor menaiki jalan tersebut.. sewaktu ditanya kepada penjaga warung ada apa saja diatas.. dijawab bahwa diatas ada mercusuar dan dapat menikmati pemandangan lebih laut lebih jelas karena berada di atas tebing tepi pantai..

Teman mengajak untuk mengunjungi mercusuar.. namun saat diajak untuk mencoba membawa motor.. diriku menolak karena jalan yang akan dilalui berupa jalanan tanah yang bisa dikatan sangat jelek.. tanjakan curam.. kondisi diriku saat itu sudah mulai lelah dan sepertinya harus mencopot box dan muatannya agar Python bisa naik untuk ber ‘harakiri’ naik.. diriku sampaikan akan naik jalan kaki saja.. akhirnya kami berjalan kaki menaiki jalan menanjak tersebut..

Berhenti di suatu lapangan.. angin laut kencang menerpa kami.. laut lepas terlihat indah ditambah dengan semburat sinar mentari senja menambah nuansa keindahan.. sayang batere hape habis dan batere kamera habis juga setelah pengambilan gambar kami bertiga di lokasi ini, ..sedangkan batere cadangan disimpan di box motor.. kesempatan untuk mengambil gambar lain mengenai keindahan alam di puncak bukit di pantai Menganti tidak bisa kulakukan.. namun Bang Riva dan Bang Ivan sempat mengambil gambar.. namun hingga tulisan ini di publish.. gambar yang diambil oleh Bang Riva dan Bang Ivan saat di lokasi ini belum kuperoleh.. mudah-mudahan Bang Riva dan Bang Ivan membaca tulisan ini.. dan memberikan serta mengijinkan gambar-gambar yang dimiliki untuk dapat ditampilkan di tulisan ini…

Setelah menikmati pemandangan indah di lapangan luas ini.. kami terus beranjak ke atas melalui jalan setapak diantara pepohonan pinus.. ada jalan setapak lagi menuju mercusuar namun kami lalui jalan yang lebih besar.. yang membawa kami menuju suatu lapangan di atas tebing… mercusuar berada ditebing sebelah atas kami.. laut lepas samudera Hindia di bawah kami.. suatu pemandangan yang indah.. kembali disayangkan diriku tidak bisa mengambil gambar pemandangan indah ini..

Terlihat beberapa tempat semacam balai-balai dari bambu dengan atap dari daun kelapa.. ada beberapa pengunjung.. namun satu persatu meninggalkan tempat.. karena gelap sudah mulai menyelimuti.. kami bertiga terpaku dengan keindahan di depan mata.. kami sangat menikmati keberadaan kami disini..

Gelap semakin menutupi.. saatnya kami beranjak kembali ke tempat dimana sepeda motor tunggangan kami terparkir.. saat kami tiba.. semua warung di area parkir kendaraan sudah tutup kecuali warung dimana kami tadi menikmati kelapa muda.. sewaktu ditanya kenapa tidak tutup juga.. penjaga warung menyampaikan bahwa sudah menjadi kewajiban warung disini untuk tetap buka apabila ada pengunjung warung dan terutama membawa kendaraaan maka warung tersebut akan tetap menunggu hingga tamu dan kendaraannya pergi walaupun harus buka hingga larut malam.. diriku merasakan bahwa sebenarnya kawasan Pantai Menganti sudah siap untuk menjadi salah satu tujuan wisata yang dapat diandalkan.. keindahan alam, keramahan penduduk, kenyamanan dan keamanan pengunjung terjamin.. suatu tempat tujuan wisata pantai yang menjadi rekomendasi diriku di kawasan selatan Kebumen

Berikut sekelumit mengenai asal mula nama Pantai Menganti hasil browsing internet

Asal Mula Nama Pantai Menganti – sumber : travel.kompas.com

Alkisah, seorang panglima perang Kerajaan Majapahit melarikan diri ke pesisir selatan Jawadwipa karena hubungannya dengan pujaan hati tidak direstui sang raja. Mereka berjanji bertemu di tepi samudra berpasir putih nan indah. Sepanjang hari, sang panglima pun terus menanti pujaan hati yang ternyata tak kunjung tiba di atas bukit kapur sambil memandang laut lepas. Ia menanti dan terus menanti….

Kami mempersiapkan perjalanan selanjutnya yaitu pantai Pangandaran.. tempat yang kami sepakati untuk bermalam.. sahabat Nusantaride yang tadi ingin gabung belum tiba.. kami putuskan untuk menunggu di pom bensin yang menurut informasi dari penjaga warung tadi tidak jauh dari keluar kawasan Pantai Menganti kea rah Pangandaran.. kirim khabar ke sahabat Nusantaride bahwa kami tunggu di SPBU di depan.. ucapkan terimakasih kepada penjaga warung.. kami melanjutkan perjalanan kembali menyusur jalan berliku dan tanjakan curam sebelum berbelok kekiri ke jalan utama jalur Deandles menuju Pangandaran

Kami bertiga menyusuri jalan Deandles.. jalanan sekarang gelap.. jalanan berliku.. melewati hutan.. jalanan sepi.. Bang Riva sekarang yang memimpin kami…

Selepas hutan.. kami tiba menemukan SPBU yang disebutkan oleh penjaga warung di Pantai Menganti tadi.. isi bahan bakar tunggangan masing-masing.. di seberang SPBU ada rumah makan buka.. diputuskan untuk menunggu sahabat Nusantaride yang akan bergabung di rumah makan tersebut.. menunggu sahabat sambil makan malam… yang ternyata sudah tiba di Pantai Menganti.. kami sampaikan bahwa kami sekarang menunggu di rumah makan depan SPBU..

Agak lama juga kami menunggu.. akhirnya sahabat yang ditunggu tiba.. ternyata ada dua kendaraan .. satu kendaraan dengan pengendara dan boncenger langsung bergabung dengan kami… berkenalan.. Bang Abie Jawing beserta istrinya Mbak Kika adalah sahabat dari Menembus Batas Indonesia.. kumpulan penghobi blusukan pake sepeda motor.. Bang Abie Jawing bersama isteri dalam perjalanan pulang dari Jawa Tengah setelah mengunjungi anak-anak mereka yang bersekolah di Solo.. satu lagi sepeda motor yang kami yakini itu adalah Bang Furqon L’ Farouq atau biasa dipanggil Bang Ucon mampir terlebih dahulu ke SPBU

Berdasarkan cerita Bang Abie Jawing.. ketemuan dengan sahabat Nusantaride yang hendak bergabung dengan kami yaitu Bang Furqon L’ Faroq atau biasa dipanggil Bang Ucon yang juga berkendara bersama isterinya ketemuan selepas kota Jogjakarta.. Bang Abi Jawing menceritakan pula bahwa Bang Ucon memberitahu bahwa akan bergabung dengan kami yang sudah menunggu di Pantai Menganti.. Bang Abie Jawing dan Bang Ucon sepakat untuk riding bareng kami sehingga menyusul ke Pantai Menganti.. namun tidak ketemu.. maaf Bang.. sepertinya Abang-abang tiba di pantai Menganti tidak lama setelah kami meninggalkan Pantai Menganti.. dan pesan telephon tidak sempat kami baca karena kami keasikan dengan jalanan menuju SPBU ini…

Tidak lama kemudian Bang Ucon bergabung dengan kami… sambil menikmati makan malam kami menceritakan pengalaman kami masing-masing, bersenda gurau dan bercengkrama.. seru hingga hampir kami lupa waktu..

010a

Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam lebih.. akhirnya kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan.. sebelum berangkat kami lihat jarak ke tujuan yaitu Pangandaran versi gps berjarak 157 km lagi.. dicoba untuk merubah set navigasi gps menjadi rute pendek dan memberikan jarak tempuh 132 km.. lebih 20 km mempersingkat jarak.. lumayan.. rundingan mau ambil arah mana.. diriku sampaikan bahwa kalau ambil jarak lebih singkat biasanya gps akan menuntun ke sembarang jalan yang penting jarak lebih pendek.. diriku sampaikan pula bahwa diriku kalau mempergunakan jalur singkat.. maka arah yang ditunjukkan oleh gps seringkali jalan yang nggak mulus.. rundingan sebentar sepakat untuk mempergunakan jalur pendek..

Lima motor tujuh orang beranjak dari tempat kami istirahat.. diriku sebagai pimpinan rombongan sekaligus sebagai penunjuk arah.. ikuti arah yang disarankan gps untuk jalur pendek.. jalanan pertama mulus.. masuk ke jalan jelek berlubang mirip kubangan.. keasikan dengan jalan jelek.. lupa lihat gps.. sewaktu dilihat.. gps menyarankan balik arah.. waduh.. pasti ada belokan yang terlewat… rombongan balik arah.. tidak berapa lama gps menyarankan untuk balik kanan.. ikutin.. ternyata berbelok ke jalan perkampungan.. berhenti di depan gapura desa.. rundingan apakah mau lanjut atau kita kembali ke jalur ‘normal’ .. diputuskan untuk meneruskan perjalanan dengan arah yang disarankan gps dengan rute pendek.. ayo kita lanjut…

Ternyata jalan yang kami lalui adalah jalan menembus suatu desa.. jalan jelek.. naik turun.. gelap.. sepi.. diriku berharap gps memberikan arah jalan yang benar.. yang penting bisa dilalui sepeda motor.. karena diriku pernah mengalami gps menuntun ke jalan perkampungan juga dimana tidak ada perbedaan antara jalan dan kebun orang… kekhawatiran diriku lainnya adalah.. ini jalan desa.. sudah malam.. berharap di ujung jalan tidak ada portal.. kalaupun ada portal tidak ditutup.. maklum biasanya jalan masuk keluar suatu desa ditutup kalau sudah larut malam…

Jalan terus.. akhirnya kami keluar dari desa tersebut dan ketemu jalan besar… berhenti dulu untuk berkumpul.. diputuskan untuk mengembalikan settingan gps menjadi jalur biasa.. lanjut melintasi jalan yang mulus.. berhenti lagi di daerah Wangon Cilacap ketika menemukan sebuah warung yang buka.. break dulu ah… waktu menjelang tengah malam…

011

Hampir tengah malam kami lanjutkan perjalanan setelah istirahat sebentar.. diriku sudah merasa lelah.. sepertinya rekan yang lain juga lelah..

Jalanan sekarang sepi.. gelap.. namun mulus.. diriku masih didepan.. namun sekarang kok rombongan yang belakang sering tertinggal padahal diriku sudah berupaya untuk menyeimbangkan kecepatan dengan rombogan belakang.. bahkan beberapa kali diriku berhenti agar rombongan belakang bisa barengan lagi..

Bang Riva menyusul dari belakang.. kutanyakan kenapa rombongan jauh tertinggal disampaikan oleh Bang Riva bahwa ada anggota rombongan yang sudah terlihat mengantuk.. sehingga jalannya pelan.. yang lain mendampingi yang ngantuk dan menjaganya.. diputuskan Bang Riva yang mimpin.. diriku dibelakang yang ngantuk.. untuk menjaga dan memberikan penerangan melalui lampu sorot yang kunyalakan.. disepakati pula kalau ada tempat untuk istirahat kami akan berhenti.. karena saat itu tidak ada tempat istirahat yang menurut kami cocok untuk berhenti

Di daerah Kedungreja.. menemukan sebuah minimart yang buka.. berhenti dulu.. memastikan yang terlihat ngantuk masih kuat tidak untuk melanjutkan perjalanan.. disepakati jalan pelan.. tapi sebelumnya beli minuman dulu agar sedikit lebih segar…

Perjalanan dilanjutkan.. Bang Riva sebagai pimpinan.. sekarang memasuki wilayah selatan Banjar memasuki jalur berliku menurun menuju Pangadaran.. ada beberapa lobang yang tidak bisa kuhindari.. gubrak.. lobang dilibas.. beberapa saat kemudian terdengar bunyi di daerah roda depan.. pasti spakbor depan copot lagi.. ah terusin saja.. dibenerinnya di Pangandaran saja.. toh Pangandaran sudah dekat.. sekitar 20 km lagi kami sampai di Pangandaran…

Tiba di Pangandaran lewat pukul 2 pagi.. berhenti di depan pintu masuk.. rundingan apakah mau masuk kawasan wisata Pangandaran dan bermalam di Pangandaran atau dilanjutkan ke Batu Karas dan bermalam di Batu Karas.. diputuskan lanjut ke Batu Karas.. diriku minta waktu untuk benerin spakbor.. ikat spakbor sebisanya… sekarang Python adalah motor milikku yang punya banyak ikatan dalam arti sesungguhnya..

Lanjut ke Batukaras.. Bang Riva yang memimpin.. jalanan sudah mulai sepi.. jalanan semula mulus.. namun memasuki wilayah Batu Hiu jalanan mulai jelek.. lewati Grand Canyon.. waktu menunjukkan lewat pukul tiga pagi ketika kami berbelok ke arah Pantai Batu Karas.. berhenti di pintu gerbang Batu Karas dan membayar retribusi.. terus masuk.. memilih tempat untuk istirahat akhirnya diputuskan untuk istirahat di depan sebuah warung di ujung pantai Batu Karas..

Kami langsung memesan makanan.. yang tersedia adalah mie instant.. nggak apa-apa.. makan dulu biar kenyang biar bisa tidur nyenyak..

012

013

Sekarang adalah acara masing-masing mencari tempat rebahan.. ada yang merasa nyaman di kursi depan warung.. ada yang nyaman selonjoran di dipan… diriku memilih bale-bale di belakang warung.. berselimut sleeping bag.. diriku langsung tertidur tidak lama setelah berbaring…


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: