MaS Bro Unik – Etape 5 : Berubah Menjadi Bro Santi Unik.. Bromo – Jogjakarta

10 06 2014

Meninggalkan kawasan wisata Bromo melalui Ngadas Malang setelah melintasi padang pasir Bromo, menikmati indahnya alam Bromo serta mengenal kearifan lokal penduduk asli Bromo.. sungguh suatu pengalaman yang sangat berkesan bagi diriku..

006a

Perjalanan dilanjutkan menyusuri jalanan menurun berlobang dengan kelokan tajam.. lembah dan jurang di sebelah sisi.. perlu kehati-hatian yang sangat tinggi… salah dikit..lembah dipinggir siap menjadi tempat rebahan.. hadeeuuh..

007

Namun semua itu menambah kenangan perjalanan menuju dan dari Bromo… waktu sudah menunjukkan melewati pukul 12 siang saat Me and Python meninggalkan kawasan Wisata Bromo menuju Tumpang Malang…

Jalan perlahan selain perlu kehati-hatian juga untuk menikmati pemandangan yang indah.. bila dibandingkan antara wilayah Ngadas Probolinggo dan Ngadas Malang.. maka sangat terlihat jelas perbedaan wilayah ini..

Ngadas Probolinggo sepertinya memang telah lebih dahulu berbenah untuk kegiatan pariwisata.. jalanan mulus mendekati Bromo serta banyaknya fasilitas untuk wisatawan seperti villa dan penginapan dan beberapa fasilitas lainnya yang ditawarkan kepada pengunjung seperti penawaran paket wisata dan kebun strawberry petik sendiri.. selain jasa pariwisata lainnya

Ngadas Malang.. jalanan banyak berlobang.. minimnya sarana yang ditawarkan kepada pengunjung membuat jalur ini lebih sepi dibandingkan melalui Probolinggo..

Kalau dilihat dari pengunjung.. yang melalui Ngadas Malang umumnya adalah pencinta alam sedangkan pengunjung yang melalui Probolinggo adalah pengunjung wisatawan umum

Kalau dibandingkan dari pengalaman yang dialami.. diriku merasa kedua jalur menuju Bromo menawarkan pengalaman menarik yang berbeda.. jalur melalui Probolinggo dengan kelokan jalan mulus dan pemandangan perkebunan memberikan nuansa wisata pemandangan.. sedangkan apabila melalui jalur Ngadas Malang memberikan nuansa lebih berpetualang dengan jalanan berliku dan beberapa berlobang namun disuguhi dengan pohon-pohon rindang.. pengalaman yang sama menariknya bagi diriku..

Selepas pukul 1 siang.. Me And Python keluar dari jalur pegunungan memasuki pemukiman.. jalanan mulus.. melewati terminal dan pasar dimana terlihat banyaknya kendaraan jip yang berhenti dan banyaknya wisatawan yang beristirahat..

Jalan terus menurun.. mulus.. lewat pemukiman dan perkebunan.. akhirnya diriku sampai di desa Tumpang wilayah Malang.. ah berhenti dahulu di sebuah minimart yang pertama kutemukan.. sekedar istirahat dan memeriksa kondisi Python.. waktu sudah menunjukkan hampir pukul 2 siang..

Membeli minuman dingin dan makanan ringan sekedar membasahi tenggorokkan dan mengganjal perut yang sebenarnya sudah merasa lapar.. duduk di kursi luar yang biasa disediakan oleh minimart untuk pengunjung.. sekalian ngisi batere hape di colokan yang disediakan oleh minimart tersebut.. badan berasa lelah.. jauhnya perjalanan.. istirahat singkat pada beberapa hari ini dan juga ada perasaan tujuan utama telah tercapai.. berbeda pada saat menuju Bromo yang sangat bersemangat.. adalah beberapa hal yang menyebabkan diriku baru merasakan lelah… istirahat saja dulu di sini.. diriku berketetapan bahwa malam ini harus tidur pulas dan enak.. harus penginapan atau hotel yang jadi tempat bermalam.. diriku kembali memperhitungkan jarak, waktu tempuh dan sisa cuti… dan mempertimbangkan kondisi badan dan motor.. diriku harus memilih apakah tujuan Mas atau Madura melintasi Suramadu tetap dijalankan atau ditunda lain waktu agar bisa ke Cisanti ajang kumpul sahabat Nusantaride di Bandung Selatan yang tinggal beberapa hari lagi..

Beristirahat di Minimart dan mengisi batere hape.. saat menyalakan hape.. mengetahui ada beberapa pesan masuk baik email, bbm, sms, whatsaaps.. dari keluarga, kantor, maupun teman dan sahabat..

Ada satu pesan yang menurut diriku perlu segera ditindaklanjuti.. yaitu ada berita salah seorang sahabat Nusantaride mengalami musibah kecelakaan di Sidoarjo pada saat melakukan perjalanan dan saat ini sedang ada di ruang gawat darurat di suatu rumah sakit di Sidoarjo.. terbayang kalau diriku yang mengalami kejadian tersebut.. sendirian di kota lain.. kecelakaan dan dirawat di gawat darurat.. pasti diriku akan memerlukan bantuan orang lain.. kutanggapi berita tersebut bahwa diriku sedang di Malang.. dan menanyakan kepada rekan-rekan lain apakah diriku perlu ke Sidoarjo untuk mengunjungi sahabat yang mengalami kecelakaan dan memberikan bantuan yang sekiranya diperlukan.. istirahat di Malang sepertinya dirubah.. nanti saja istirahat di Surabaya di rumah kerabat setelah membantu sahabat di Sidoarjo.. sekarang menunggu tanggapan dari rekan-rekan yang mungkin telah ada yang menuju sahabat di Sidoarjo yang kecelakaan.. diriku pun mengirim pesan secara pribadi kepada sahabat yang mengalami kecelakaan apakah memerlukan bantuan diriku yang sedang ada di Malang.. sekarang nunggu tanggapan dari pesan yang kukirim..

Berita lainnya adalah mengenai pekerjaan.. ada yang bisa ditunda dan ada beberapa yang harus langsung ditanggapi..

Berita lainnya juga adalah ada berita yang menanyakan kepastian diriku untuk melakukan perjalanan bareng menuju Cisanti suatu ajang kumpul bareng para sahabat Nusantaride di daerah Bandung Selatan.. rencananya adalah menyusuri jalur pantai selatan pulau Jawa dari Jogja menuju Pameungpeuk..

Kondisi phisik yang lelah.. pesan dari beberapa sumber.. salah satu yang menarik dan membingungkan diriku adalah sahabat yang mengajak untuk melakukan perjalanan bersama kok lokasinya berubah-ubah.. katanya saat itu ada di Ponorogo.. namun beberapa menit kemudian sudah ada di wilayah Gunung Kidul.. haduh sakti benar ya..

… hahahaha.. belakangan baru kuketahui bahwa ternyata ada dua rekan yang menanyakan kepastian diriku untuk melakukan perjalanan bersama menuju Cisanti.. entah karena terburu-buru, lelah dan banyaknya pesan yang masuk.. membuat diriku tidak begitu memperhatikan si pengirim tapi subjek pembicaraan.. pantes bingung kok yang ngajak beberapa menit yang lalu masih di Ponorogo tapi beberapa menit kemudian sudah ada di Gunung Kidul..

… kujawab bahwa diriku sedang menunggu kepastian apakah diriku harus ke Sidoarjo atau tidak..

Beberapa sahabat Nusantaride memberikan pilihan kepada diriku apakah mau ke Sidoarjo atau tidak, ada beberapa rekan yang menyampaikan kalau memang memungkinkan sebaiknya ke Sidoarjo.. sahabat yang mengalami kecelakaan belum memberikan khabar mengenai kondisi maupun apakah memerlukan bantuan diriku..

Karena terbayang kalau diriku yang mengalami musibah tersebut.. sendirian jauh dari keluarga..pasti memerlukan bantuan orang lain.. akhirnya kuputuskan bahwa diriku harus ke Sidoarjo.. jarak dari Tumpang ke Sidoarjo sekitar 80 km menurut versi GPS.. memerlukan waktu 2-3 jam… rencananya setelah memastikan sahabat yang terkena musibah di Sidoarjo mendapatkan perawatan yang semestinya… diriku merencanakan untuk istirahat di Surabaya tempat kerabat.. selanjutnya melintasi Suramadu dan mengelilingi Madura.. dan berkumpul dengan sahabat Nusantaride lainnya di Cisanti sepertinya tidak akan terlaksana..

Berangkat setengah tiga sore.. menuju Sidoarjo.. GPS memberikan petunjuk untuk memasuki kota Malang ambil arah Pasuran dan Sidoarjo..

Memasuki kota Malang.. jalanan macet.. ternyata klakson tidak berfungsi.. menyusuri jalan utama keluar kota Malang menemukan bengkel resmi sepeda motor Honda.. ah mampir dulu benerin klakson.. masuk bengkel minta mekanik untuk periksa klakson.. diperiksa ternyata ada kabel yang terputus.. sambil menunggu perbaikan klakson.. chek pesan masuk.. ternyata ada dari sahabat yang mengalami musibah di Sidoarjo membalas pesan pribadi yang kukirim dan isinya adalah bahwa sahabat tersebut telah ada keluarga yang membantu dan mengurus serta saat itu akan keluar dari rumah sakit untuk melanjutkan perawatan di tempat lain serta menyampaikan bahwa diriku tidak perlu ke Sidoarjo.. sudah jelas sekarang kondisi sahabat.. ada yang menemani.. akhirnya diriku putuskan untuk membatalkan kepergian ke Sidoarjo.. mampir ke warung kopi di depan bengkel.. ngopi aja dulu.. sambil ngopi kembali mempertimbangkan tujuan apakah lanjut ke Madura.. mempertimbangkan jarak tempuh.. lama perjalanan dan kondisi phisik.. sepertinya dari waktu tidak akan mencukupi dengan jatah cuti.. akhirnya kuputuskan untuk menunda perjalanan ke Madura melintasi jembatan Suramadu.. Madura lain waktu saja.. Suramadu pernah dilintasi oleh Me and Python saat solo touring ke Lombok.. tetapkan tujuan ke Cisanti.. sekaligus merubah tema perjalanan MaS Bro Unik atau Madura Suramadu Bromo dan mengunjungi tempat dengan nama Unik menjadi Bro Santi Unik.. atau Bromo Cisanti nama-nama Unik.. rute sesuai dengan rencana semula adalah menyusuri jalur pantai selatan pulau Jawa..

Kembali ke kota Malang untuk mencari penginapan.. set GPS ke arah Kepanjen.. tidak menemukan penginapan sepanjang perjalanan.. waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore.. badan sudah berasa lelah banget.. mampir di suatu minimart di daerah Kepanjen untuk sekedar menyegarkan badan… dan mengganjal perut dengan makanan ringan..

Berasa segar sedikit.. lanjut lagi.. tujuan utama sekarang adalah mencari penginapan.. kudu harus tidur malam ini.. set arah Jogja.. waduh jarak kok hampir mencapai 400 km.. keder duluan lihat jarak segitu harus ditempuh dengan kondisi yang sudah lelah.. ah set jarak antara saja.. lihat kota Blitar ada diantara kota yang akan disinggahi.. jarak sekitar 65 km.. ya sudah set GPS ke kota Blitar sebagai pedoman arah perjalanan ke Jogja..

Python dijalankan perlahan.. keluar kota Kepanjen.. jalanan sudah gelap susah juga cari penginapan.. memasuki daerah Talun sepintas terlihat papan bertuliskan penginapan.. terlewatkan.. balik arah dan putuskan untuk menginap di penginapan tersebut.. kondisi penginapan tidak jadi masalah yang penting bisa tidur terlentang.. tapi mampir dulu di tempat makan.. makan dulu biar nanti di penginapan sudah kenyang dan tidur bisa pulas..

Makan malam sekenyangnya.. pukul delapan malam.. balik arah menuju penginapan.. terlihat di depan ada SPBU atau pom bensin.. coba mampir dulu barangkali bisa dijadikan tempat nginap.. parkirin Python di depan Mushalla yang biasa jadi target rebahan.. lihat fasilitas sekilas ada kamar mandi.. toilet.. dan yang penting ada papan pengumuman yang menyatakan bahwa SPBU ini pernah jadi juara terbaik .. wah pernah jadi juara terbaik antar SPBU pasti enak dan bersih.. lihat mushalla ternyata bersih dan terawat serta luas.. cocok buat tempat nginap…

007a

Menghampiri petugas SPBU langsung kutanyakan apakah bisa bermalam di SPBU ini.. dijawab oleh petugas bahwa diriku diijinkan untuk tidur di SPBU ini.. asyik dalam hati.. yang diucapkan adalah terimakasih atas ijinnya..

Kembali ke Python.. keluarin alat-alat mandi.. mandi dulu ah.. masuk ke toilet yang bersih.. mandi dulu biar segar.. sehabis mandi.. badan segar.. keluarin sleeping bag yang dibawa.. masukkin alat-alat mandi dan baju kotor ke box.. menuju mushalla.. gelar sleeping bag.. colokkin charger hape dan power bank.. selonjoran berselimut slepping bag di mushalla.. bablas tidur.. pulas…

Bangun sekitar pukul tujuh pagi.. wah lama bener tidur semalam.. sudah dipastikan bahwa diriku tidur sepulas-pulasnya semalam.. badan segar.. beresin perlengkapan tidur.. mandi..?? ah nanti dulu.. sekarang ngopi dulu.. mampir ke warung di seberang SPBU.. ngopi dan sarapan dulu…

Kembali ke SPBU sekarang keluarin alat-alat mandi masukkin sleeping bag ke box.. mandi dulu.. ah sekalian aja nyuci baju toh sabun cucinya sudah beli di warung sebrang SPBU tadi pada saat sarapan..

Mandi dan nyuci baju di toilet yang bersih.. badan segar.. cuaca cerah.. jemur cucian di Python.. sambil nunggu cucian kering beresin barang.. dan lihat-lihat kondisi SPBU..

007b

SPBU Talun ini ternyata memang pantas pernah jadi SPBU terbaik di area Madiun-Kediri sesuai dengan plakat yang ditempel.. petugasnya sangat memperhatikan kebersihaan.. sewaktu tidak ada pelanggan.. petugas menyapu tempat kerja.. fasilitas lengkap.. area luas.. mushalla cukup luas dan bersih.. toilet bersih.. ada kantin dan cafe.. ada bengkel.. tersedia pula fasilitas ATM.. selain itu terutama adalah petugas yang ramah..

Menunggu cucian kering diatas Python sambil bersantai.. tidak terasa waktu sudah menunjukkan hampir pukul 12 siang.. periksa cucian sudah kering.. beres-beres.. siap-siap berangkat..

Lewat pukul 12 siang.. set GPS tujuan Jogjakarta.. 300 km jarak yang harus ditempuh.. tidak masalah.. badan sudah segar.. mesin Python dinyalakan.. brem..brem.. berangkat.. sebelum meninggalkan lokasi SPBU.. pamit dan sampaikan terimakasih kepada para petugas SPBU yang telah mengijinkan diriku untuk menikmati fasilitas SPBU ini.. terimakasih mas-mas dan mbak-mbak di SPBU Talun..

Badan berasa segar.. Python berasa nikmat dikendarai.. jalanan mulus.. cuaca cerah.. nikmat melakukan perjalanan.. santai saja ah.. nikmatin perjalanan.. target tiba di Cisanti hari Sabtu.. sekarang hari Kamis.. masih ada dua hari.. tidak terburu-buru..

Masuk kota Blitar yang cukup ramai.. keluar kota menuju Tulungagung.. hujan mulai turun.. terus melintas ternyata hujan makin deras.. mampir dulu di sebuah warung pinggir jalan untuk berteduh sekalian makan siang dan minum kelapa muda yang dijual di warung tersebut..

Tidak berapa lama.. datang seorang pemuda.. berkenalan.. ternyata adalah salah seorang dari club motor Tulungagung.. ngobrol sambil makan siang dan nunggu hujan reda.. saling bertanya arah tujuan.. rekan menyatakan hendak pulang ke Tulungagung.. searah.. sepakat untuk riding bareng…

018

Hujan reda.. rekan Tulungagung minta ijin duluan untuk mengisi bensin di SPBU depan dan menunggu diriku.. diriku meneruskan ngopi..

Selesai makan dan ngopi.. lanjutkan perjalanan menuju SPBU tempat janjian ketemuan dengan rekan Tulungagung.. jalanan mulus dan sepi.. cuaca cerah udara sejuk setelah diguyur hujan..

Mencapai SPBU tempat tujuan.. rekan Tulungagung telah menunggu.. yuk jalan bareng.. jalan bareng menuju Tulungagung..tuan rumah di depan.. diriku ngikut.. memasuki kota Tulungagung.. rekan seperjalanan berhenti.. sudah dekat rumah katanya sambil ngundang diriku untuk mampir… kutolak karena harus meneruskan perjalanan.. akhirnya kami berpisah.. Me and Python melanjutkan perjalanan.. saat ini kota Yogyakarta adalah tujuan utama..

GPS menuntun ke arah Trenggalek selepas kota Tulungagung.. jalanan mulus lurus terlihat gunung yang kokoh berdiri didepan mata…

Namun jalanan lurus hanya sebentar.. setelah itu jalanan mulai berkelok… tidak lama setelah kelokan pertama terlihat tulisan suatu kecamatan yang mempunyai nama menarik.. Python kupelankan.. berhenti… balik arah di plang nama kantor kecamatan tersebut..

Ambil gambar terlebih dahulu di depan kantor kecamatan Suruh.. demikian nama kecamatan tersebut… setelah ambir gambar.. kembali lanjutkan perjalanan..

Perjalanan memasuki jalanan berkelok menanjak dengan kondisi jalan mulus.. lalulintas sepi.. Python mulai berkelak-kelok.. asyik juga nih…

021a

022

Jalanan terus berkelok.. memasuki daerah Karangan Trenggalek.. jalanan semakin berkelok mulus..

Terlihat pengumuman untuk berhati-hati karena jalanan ical-icul.. apaan tuh ical-icul.. kirim gambar ke sahabat.. minta diartikan karena diriku tidak paham.. dijawab bahwa ical-icul itu adalah kelak-kelok.. oh.. ya memang betul daerah ini jalanannya sangat berkelok.. namun mulus…

022a

Memasuki daerah Dongko.. ternyata jalanan mulai rusak.. ada pembetulan tanggul juga sehingga arah lalulintas dialihkan menyusuri masuk perkampungan..

Berhenti sebentar di sebuah warung Desa Dongko untuk break ngopi dan menyegarkan badan.. setelah itu lanjut kembali.. ternyata jalan rusak tidak begitu jauh.. meninggalkan Desa Dongkol.. jalan kembali mulus…

Menjelang pukul lima sore terlihat plang melintas jalan bertuliskan selamat datang di Kabupaten Pacitan.. ah ambil gambar dulu..

lanjutkan perjalanan.. jalan kembali berkelok dan mulus.. melaju menuju Pacitan.. senja telah tiba saat Me and Python melintasi daerah Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU Pacitan.. dari jalan terlihat suatu bangunan di tepi pantai dengan cerobong asap menjulang tinggi.. beberapa saat kemudian ada pengumuman arah ke PLTU Pacitan.. lanjut saja.. di suatu tanjakan terlihat belokan ke tanah lapang dan dibawah terlihat PLTU.. ah mampir dulu di tanah lapang tersebut.. dan mengambil gambar dengan latar belakang PLTU Pacitan..

Hanya sebentar di tempat istirahat dengan latar belakang PLTU Pacitan ini.. perjalanan dilanjutkan karena hari sudah mulai gelap.. jalanan kembali berkelok hingga kota Pacitan.. memasuki kota Pacitan lihat petunjuk bahan bakar sudah hampir habis.. tapi diriku tidak khawatir karena sudah memasuki kota Pacitan pasti ada SPBU… kalau tidak ada Pom Bensin banyak warung-warung yang menjual bensin.. saat ini yang diperlukan adalah kopi dan istirahat.. cari warung kopi dulu ah…

Menemukan warung kopi.. mampir dulu… lihat hape apakah ada pesan masuk.. beberapa pesan masuk… salah satunya dari rekan yang tadi menanyakan untuk riding bareng.. kirim balasan bahwa diriku sudah di Pacitan.. tidak lama kemudian ada telephon masuk.. kuterima ternyata Bang Riva Julianto yang menghubungi.. Bang Riva adalah salah seorang sahabat Nusantaride yang sedang menjelahi Pulau Jawa.. berdomisili di Jakarta.. mengirimkan sepeda motor ke Malang.. untuk perjalanan Malang-Bromo-Baluran-Banyuwangi-Blitar- Ponorogo-Yogyakarta-susur pantai selatan.. dan sudah janjian dengan diriku untuk riding bareng menuju Cisanti.. ditanya lokasi diriku kujawab sedang di Pacitan menuju Jogjakarta.. saat Bang Riva mengetahui diriku baru sampai Pacitan menyatakan bahwa barusan lewat Pacitan.. kalau tahu begitu nunggu di Pacitan.. saat menghubungi diriku Bang Riva sudah berada di Wonosari… akhirnya kita sepakat untuk ketemuan di Wonosari.. diriku akan menyusul ke Wonosari dimana Bang Riva menunggu.. hanya sebentar ngopi setelah itu lanjut jalan.. isi bensin terlebih dahulu di SPBU kota Pacitan.. lintas kota Pacitan menuju Wonosari.. waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam lewat…

Ternyata jalanan dari Pacitan ke Wonosari jalanan berupa campuran antara mulus dan berlobang.. jalanan sepi.. gelap melintasi hutan dan gunung .. beberapa ruas jalan mulus dan menanjak.. bahkan beberapa ruas setelah tanjakan langsung menurun dan berbelok.. diriku kaget karena sempat melayang setelah menanjak dan jalanan langsung menurun.. gelap lintas hutan.. sepi.. beberapa berlobang.. Python kugeber agar bisa sampai Wonosari secepatnya.. Bang Riva telah menunggu di Wonosari lumayan lama dari sekitar pukul tujuh malam tadi ..

Pukul sembilan malam akhirnya kota Wonosari ku masuki.. sesuai dengan pesan Bang Riva.. kuarahkan ke alun-alun kota Wonosari karena pesannya kalau tidak ditunggu di depan Polsek Wonosari atau di alun-alun Wonosari.. kuarahkan ke alun-alun Wonosari selain lebih gampang nyari lokasinya.. juga pasti banyak penjual makanan.. lappeerr..

Beberapa kali terasa hape yang diset untuk getar apabila ada panggilan masuk.. bergetar.. pasti dari Bang Riva.. tapi mohon maaf Bang Riva tidak saya angkat.. saat ini prioritas adalah tempat makan.. nanti saja ketemuannya ditempat makan..

Menemukan penjual nasi goreng lesehan di jalan utama Wonosari.. parkirin Python… masuk ke tempat jualan nasi goreng.. pesan.. lesehan.. kembali ada panggilan masuk.. dilihat yang menghubungi adalah Bang Riva.. kujawab bahwa diriku telah menunggu di tempat nasi goreng dekat alun-alun dan memberitahukan lokasi tepatnya.. Bang Riva menjawab bahwa telah melihat Python melintas dan coba untuk menghubungi berkali-kali.. mohon maaf Bang Riva.. diriku cari tempat makan dulu.. baru ketemuan..

Akhirnya pukul setengah sepuluh malam Bang Riva menemukan tempat diriku menunggu berdasarkan info lokasi yang kuberikan.. salam dan jabat tangan.. pesan makanan barengan.. ngobrol saling menceritakan pengalaman perjalanan..

hahaha.. ternyata baru diketahui bahwa kami sebenarnya semalam sebelumnya nginep di lokasi berdekatan.. yaitu di SPBU wilayah Blitar namun berbeda lokasi.. Bang Riva menyangka diriku telah berangkat pagi-pagi sekali sehingga Bang Riva segera menyusul.. namun diriku kok tidak terkejar juga… hahaha.. maaf Bang Riva.. jam segitu diriku masih pules tidur… setelah itu sarapan..mandi..nyuci baju.. leha-leha.. siang baru berangkat.. jadi sebenarnya diriku justru di belakang Bang Riva..

Kami berdiskusi mengenai rencana jalan bareng ke Cisanti.. suatu daerah di Pangalengan Bandung Selatan.. tempat acara ajang temu para sahabah Nusantaride yang diadakan oleh Nusantaride Bandung..

Sepakat untuk menyusuri jalur pantai selatan Pulau Jawa melintasi jalur Deandles hingga Pamengpeuk.. selagi diskusi mengenai jalur dan waktu keberangkatan.. ada telephon masuk.. ternyata dari Bang Ivan.. salah satu sahabat Nusantaride yang sedang berkeliling Jawa Tengah dan Yogyakarta serta wilayah Gunung Kidul dan mengetahui bahwa kami sedang melakukan perjalanan dari Jawa Timur menuju Cisanti.. Bang Ivan menanyakan rencana riding bareng yang pernah disampaikan.. dan saat ini sudah berada di tempat istirahat daerah Jaranan Banguntapan Jogjakarta.. oh ternyata yang bikin diriku bingung waktu di Tumpang Malang.. ada seseorang yang mengajak riding bareng namun sangat cepat berubah lokasi kota adalah dua orang berbeda.. satu adalah Bang Riva yang telah dari Baluran dan Bang Ivan yang sedang menyusuri daerah Gunung Kidul.. pantes.. hahahaha..

Diriku dan Bang Riva sepakat untuk ketemuan dulu dengan Bang Ivan.. sepakat pula untuk lanjut perjalanan pukul 2 pagi dari Jogjakarta dengan target pagi hari sudah ada di Pangandaran.. dan Sabtu siang sudah tiba di lokasi acara Cisanti.. riding bareng Bang Ivan diobrolin nanti di tempat ketemuan.. kami sepakat ketemuan dengan Bang Ivan di persimpangan ringroad selatan Jogjakarta – Wonosari.. dimana Bang Ivan akan menunggu kedatangan kami..

Makan nasi goreng.. ngobrol.. dengan Bang Riva.. lewati pukul sebelas malam akhirnya diriku dan Bang Riva jalan bareng menuju tempat janjian dengan Bang Ivan..

Jalan beriringan dari Wonosari menuju Jogjakarta melintasi terlebih dahulu wilayah wisata Bukit Bintang.. jalanan menurun dan berliku sebelum memasuki jalur utama Wonosari – Jogjakarta yang sepi dan lancar .. bertemu dengan Bang Ivan yang sudah menunggu di lampu perempatan Ring Road Wonosari ..

Salaman.. jalan bareng ke tempat istirahat Bang Ivan bersama rekan-rekannya.. suatu rumah yang disewa borongan.. di daerah Jaranan Banguntapan Kota Gede Bantul

011

Pukul 12 malam tiba di rumah singgah.. rumah yang disewa oleh Bang Ivan bersama beberapa teman ridingnya sewaktu menyusuri tempat wisata Gunung Kidul..

Kenalan.. ngobrol santai.. ngopi.. waktu sudah menunjukkan menjelang pukul satu pagi.. Bang Riva asyik ngobrol dengan Bang Ivan.. diriku ah rebahan aja dulu di salah satu kamar.. ada kasur empuk nganggur.. lumayan buat rebahan sambil lurusin pinggang… nanti pukul 2 pagi.. diriku dan Bang Riva akan melanjutkan perjalanan.. Bang Ivan belum memutuskan apakah akan bergabung atau menyusul siang harinya.. yang penting sekarang rebahan dulu.. sebentar lagi berangkat ke Pangandaran lewati jalan Deandles..


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: