Menyusuri Pantai Selatan Banten

7 01 2014

 

 

Salah satu keinginan touring diriku adalah mencapai seluruh pelosok pulau Jawa mulai dari ujung barat hingga ujung timur pulau Jawa… Pantai selatan Banten merupakan salah satu tujuan touring yang belum tercapai..

Memasuki bulan Desember 2012 sewaktu bertemu di parkiran kantor dengan teman-teman kantor sesama pengguna sepeda motor diriku melontarkan ajakan untuk menyusur seluruh pantai sebelah selatan provinsi Banten… ajakan bersambut.. diriku diminta untuk mematangkan rencana perjalanan beserta tujuan yang hendak dicapai.. baik.. asyik… kayaknya keinginan menyusuri pantai selatan Banten akan terwujud..

Kusiapkan seluruh rencana perjalanan menyusuri pantai selatan provinsi Banten dan sekaligus menikmati tempat wisata yang akan dilalui.. sesuai dengan tujuan perjalanan kali ini maka ditetapkan tema perjalanan adalah “Explore the beauty of Southern Banten”

01 southern banten

Mempergunakan google maps untuk menentukan rute yang hendak dipergunakan sekaligus browsing untuk mengetahui mengenai kondisi jalan yang akan dilalui..

03 southern banten

Tersusun tema dan rencana perjalanan.. kirim lewat email ke rekan-rekan kantor yang menyatakan berminat untuk ikut.. email yang dikirim adalah mengenai rencana perjalanan serta informasi yang berkaitan dengan tempat wisata yang berkaitan termasuk sekilas mengenai tempat wisata yang hendak dikunjungi.. rencana perjalanan adalah dari tanggal 7 Desember 2012 hingga 9 Desember 2012.. tempat awal keberangkatan sekaligus tempat kumpul adalah di pelataran kantor.. mendapat balasan dari 7 rekan kantor yang menyatakan hendak ikut.. wah bakal rame nih perjalanannya..

Menjelang tanggal pelaksanaan.. satu persatu teman yang tadinya akan ikut mengirim berita bahwa tidak bisa ikut dengan berbagai alasan.. peserta yang masih menyatakan ikut tinggal bertiga termasuk diriku..

Mendekati tanggal pelaksanaan kupersiapkan Python my meggy agar tidak rewel dan ngadat selama perjalanan.. mendatangi bengkel resmi sepeda motor Honda langganan untuk melaksanakan pemeriksaan..

02 southern banten

Python menjalani perawatan dan dinyatakan siap untuk melaksanakan perjalanan jauh.. tinggal menunggu waktu pelaksanaan explore the beauty of Southern Banten..

Tanggal pelaksanaan perjalanan akhirnya tiba juga.. hari Jumat 7 Desember 2012.. selepas jam kantor.. ngumpul di tempat yang sudah disetujui.. ternyata setelah ditunggu beberapa lama.. hanya berdua termasuk diriku yang siap untuk berangkat.. satu teman menyatakan membatalkan keikutsertaannya pada menit-menit terakhir.. ya udah the show must go on.. perjalanan tetap dilaksanakan..

Menjelang pukul setengah tujuh malam kami melaksanakan pemeriksanaan terakhir mengenai kesiapan masing-masing.. saling memeriksa sepeda motor yang lain untuk memastikan kesiapan kendaraan mulai dari rem..lampu..surat-surat dan peralatan cadangan.. safety brief mengenai hal-hal yang perlu diketahui selama perjalanan.. berdoa.. brem..brem.. berdua keluar kantor untuk memulai perjalanan..

Rute yang akan kami jelajahi dalam rangka explore the beauty of Southern Banten adalah Tangerang-Bogor-Sukabumi-Pelabuhan Ratu-Sawarna-Muara Binuangeun-Ujung Kulon-Pantai Tanjung Lesung-Tangerang

04 southern banten

Perjalanan tahap pertama adalah menuju Sawarna dengan target subuh menjelang pagi di Sawarna agar bisa menikmati matahari terbit..diriku didepan..sebagai penunjuk jalan..

05 southern banten

Sebelum terlalu jauh.. kami mampir dulu ke areal pusat pemerintahan (puspem) kota Tangerang untuk mengisi perut.. mengisi perut dengan nasi kucing di pelataran parkir puspem agar badan lebih fit untuk melaksanakan perjalanan malam hari..

Perjalanan dilanjutkan pukul delapan malam.. ditentukan bahwa break pertama adalah kota Bogor.. menyusuri jalanan daerah Serpong lancar… lanjut ke Ciseeng jalanan berlobang memaksa kami untuk tidak terlalu kencang menjalankan sepeda motor.. tidak berapa lama teman mendekati dan memberitahukan bahwa ada satu sepeda motor yang ingin mengikuti kami hingga kota Bogor.. hayu..

Selepas Ciseeng memasuki jalan raya Parung.. jalanan lancar..namun ada pengerjaan pembatas jalan dari beton mengharuskan kami berhati-hati karena gelapnya malam menyebabkan pembatas jalan yang sedang dikerjakan tidak terlalu jelas terlihat

Memasuki daerah Cimanggu Bogor.. jalan agak tersendat karena pembangunan jalan layang.. kami beriringan tiga motor melanjutkan perjalanan memasuki jalan Pajajaran Bogor yang saat itu lancar karena mungkin sudah malam..

Pukul setengah sebelah malam.. kami berhenti di seberang terminal Baranangsiang Bogor untuk istirahat pertama.. pengendara yang tadi mengikuti kami pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Puncak..

06 southern banten

Pukul sebelas malam perjalanan dilanjutkan.. tujuan adalah Sukabumi dan Pelabuhan Ratu..

Malam itu Bogor melalui daerah Tajur lancar dan para biker yang touring mulai terlihat banyak..baik yang sendirian maupun rombongan.. perjalanan lancar.. tersendat di perempatan Ciawi menuju jalan raya Sukabumi..

Memasuki jalan raya Sukabumi jalanan sedikit tersendat oleh rombongan truk yang banyak mempergunakan jalur ini dan adanya perbaikan jembatan.. selebihnya adalah lancar..

Menjelang tengah malam, kami memasuki daerah Parung Kuda disertai dengan mulai gerimis.. lanjut dan berbelok ke arah Cikidang..

Beberapa ratus meter memasuki jalur Cikidang menuju Pelabuhan Ratu.. diriku yang didepan menghentikan sepeda motor.. teman menanyakan ada apa.. diriku menjawab.. sebaiknya kita balik lagi untuk menanyakan kondisi jalan didepan karena jalur Cikidang yang akan kami lalui merupakan salah satu jalur yang mempunyai banyak tikungan tajam serta cerita aksi kejahatan.. sebaiknya kita bertanya ke penduduk sekitar mengenai kondisi jalur Cikidang.. karena perjalanan melalui jalur Cikidang ini dilaksanakan tengah malam..gerimis dan hanya kami berdua..

Berbalik dan ngobrol dengan pedagang yang berjualan sebelum masuk jalur Cikidang.. didapat informasi bahwa jalur yang dilalui relatif mulus..namun karena kami hanya berdua.. disarankan oleh pedagang tersebut agar kami mempergunakan jalur Cibadak atau menunggu pagi hari.. diiformasikan juga bahwa di jalur Cikidang yang akan kami lalui.. belum lama telah terjadi kejadian perampokan sepeda motor dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal..waduh.. saat itu hujan besar mulai turun.. kami akhirnya sepakat untuk berteduh dulu di SPBU Parung Kuda untuk berdiskusi jalur mana dan kapan berangkat..

Berteduh di SPBU Parung Kuda dan berdiskusi mengenai jalur yang akan dipergunakan..disepakati bahwa apabila ada rombongan touring yang berteduh di SPBU dan akan mengambil jalur Cikidang.. kami akan minta ijin untuk gabung..

Ternyata dugaan kami betul.. ada rombongan touring yang juga berteduh di SPBU Parungkuda.. sewaktu ditanya hendak kemana.. mereka menjawab hendak ke Sawarna dan hendak melalui jalur Cikidang..minta ijin untuk gabung..diperbolehkan namun mereka menunggu rombongan lainnya dan rencananya hendak melanjutkan perjalanan subuh.. waduh kalau gabung dengan mereka..maka rencana untuk menikmati matahari terbit di Sawarna tidak keburu.. akhirnya kami berdua sepakat untuk berangkat sebentar lagi melalui jalur Cibadak..

Walaupun hujan masih lebat.. kami siap-siap untuk berangkat ke Pelabuhan Ratu sesuai kesepakatan.. saat tengah mempersiapkan kendaraan kami.. datang dua sepeda motor mendekati tempat parkir dimana motor kami terparkir.. sewaktu dekat terlihat stiker Nusantaride – kumpulan penggiat touring sepeda motor se Nusantara dimana dirikupun ikut bergabung – kami langsung bertegur sapa dan berkenalan.. Om Jos dan Om Dimas adalah dua pengendara sepeda motor Nusantaride tersebut.. merekapun hendak ke Sawarna dan akan mempergunakan jalur Cikidang nunggu hujan reda.. wah nggak bisa bareng.. tidak lama kemudian muncul lagi satu sepeda motor yang sepertinya mau berteduh juga.. kami berkenalan kembali.. dan ternyata teman kali ini adalah penduduk Sukabumi yang bekerja di Jakarta dan saat ini hendak pulang ke rumahnya di Sukabumi..

Kami akhirnya ngobrol terlebih dahulu.. beberapa saat kemudian kami berdua pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Ratu melalui Cibadak.. teman dari Sukabumi minta gabung hingga Sukabumi.. ayo.. tapi sebelum berangkat kita photo-photo dulu ya…

07 southern banten

Pukul setengah dua pagi.. kami bertiga meninggalkan SPBU Parungkuda menuju Pelabuhan Ratu melalui Cibadak Sukabumi… teman dari Sukabumi memimpin didepan sebagai penunjuk jalan..

Jalan menuju Cibadak ternyata lancar.. kami berdua berpisah dengan teman dari Sukabumi di belokan menuju Cibadak karena teman dari Sukabumi melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya di Sukabumi.. kami berdua menuju Cibadak..

Hujan mulai reda.. jalan menuju Cibadak ternyata banyak lubang..kendaraan yang lewat pagi itu di jalur ke Cibadak yang gelap didominasi oleh truk.. jalan basah karena hujan, berlumpur dan banyak lobang menyebabkan kami memacu sepeda motor kami tidak terlalu kencang..

Pukul dua pagi kami tiba di terminal Cibadak Sukabumi.. berhenti sebentar untuk memastikan sumber suara dari sepeda motor teman yang timbul sewaktu menyusuri jalan berlobang tadi.. setelah dipastikan bahwa sumber suara adalah goncangan dari bawaan yang ikatannya kurang kuat.. kami meneruskan perjalanan menuju Pelabuhan Ratu sebagai tujuan istirahat selanjutnya..

08 southern banten

Sepuluh menit berhenti di terminal Cibadak Sukabumi untuk memastikan bahwa kendaraan kami tidak mengalami gangguan.. kami kembali berangkat menyusuri jalan menuju Pelabuhan Ratu..

Perjalanan kali ini lancar.. hanya satu dua kendaraan yang menemani kami dipagi menjelang subuh ini.. jalanan yang lurus dan sekali-kali berbelok tajam kami jalani dengan jalan santai..

09 southern banten

Menjelang pukul setengah empat pagi akhirnya kami tiba di Pelabuhan Ratu.. ambil arah menuju Sawarna.. terlihat ada penjual bubur ayam yang sudah berjualan.. parkirin sepeda motor di dekat gerobak bubur ayam.. pesan dua mangkok untuk kami berdua.. makan subuh sekaligus istirahat sejenak..

Pada saat kami selesai menikmati bubur ayam.. tiba-tiba datang dua sepeda motor menghampiri kami.. ternyata Om Jos dan Om Dimas yang tadi ketemu di SPBU Parungkuda.. ternyata mereka berdua akhirnya memutuskan membatalkan lewat jalur Cikidang dan mempergunakan jalur Cibadak seperti kami.. mereka berangkat tidak lama setelah kami..

Ngobrol sejenak.. dan disepakati kita akan berangkat bareng berempat ke Sawarna..

Pukul setengah lima.. akhirnya kami berempat berangkat bersama menuju Sawarna..

Jalanan sepi.. lancar dan mulus serta lurus dari Pelabuhan Ratu hingga daerah pantai Karanghawu.. selepas itu jalanan mulai berliku tajam dan kondisi jalan yang kurang penerangan mengakibatkan kami harus sangat berhati-hati..

10a southern banten

Pukul setengah enam pagi kami tiba di puncak Habibie.. salah satu tempat wajib berhenti kalau melakukan perjalanan dari Pelabuhan Ratu menuju Sawarna.. karena pemandangan di puncak Habibie ini sangat indah kalau memandang ke Pantai Cibangban di kejauhan..

10b southern banten

Setelah istirahat sejenak di Puncak Habibie.. kami lanjutkan perjalanan menuju Sawarna.. cuaca mulai terang.. jalanan mulus dengan kelokan enak membuat kami sangat menikmati perjalanan menuju Sawarna..

Setelah setengah jam berkendara.. kami tiba di belokan menuju Sawarna.. berhenti untuk sekedar berphoto di depan pintu masuk ke pantai Sawarna.. kami kembali melanjutkan perjalanan

Pukul tujuh pagi akhirnya kami sampai di tempat wisata desa Sawarna.. melewati jembatan gantung yang menjadi ciri khas memasuki Desa Sawarna.. rencana untuk menikmati matahari terbit di pantai Sawarna sepertinya terlambat.. nggak apa-apa.. yang penting kami telah tiba di tujuan pertama yaitu pantai Sawarna..

11 southern banten

11a southern banten

Satu persatu kami melintasi jembatan gantung Sawarna.. walaupun kali ini merupakan kedua kalinya diriku melintasi jembatan gantung Sawarna.. tapi rasa tegang selama melintasi jembatan tetap kurasakan.. jembatan kecil yang bergoyang saat dilintasi membuat ketegangan tersendiri saat melintasi

Setelah membayar retribusi memasuki desa wisata Sawarna.. kami kembali melanjutkan ke pantai Tanjung Layar melintasi kawasan perumahan penduduk Desa Sawarna yang hanya dapat dimasuki oleh kendaraan roda dua.. kali ini desa Sawarna telah banyak berubah.. leibh banyak penginapan yang menawarkan akomodasi bagi pengunjung.. Desa Sawarna lebih ramai dan padat dibandingkan terakhir kali diriku mengunjungi desa Sawarna ini pada bulan Oktober 2011 yang lalu..

Menyusuri jalanan setapak selepas perkampungan..kami tiba di pantai Tanjung Layar.. batu karang yang berbentuk layar perahu sehingga dinamakan Tanjung Layar.. kami menikmati pemandangan indah Tanjung Layar di pagi hari dengan cuaca cerah.. setelah itu kami berempat menuju sebuah warung dan memesan kopi serta mie instant untuk sarapan.. selanjutnya.. kompakan tiduran di balai-balai warung tersebut setelah semalaman riding.. istirahat dulu ah..

Pukul sembilan pagi, kami terbangun dari istirahat tidur sejenak.. kembali menikmati keindahan Tanjung Layar Sawarna.. ngobrol dan berdiskusi mengenai rencana keberangkatan selanjutnya.. kami berdua akan melanjutkan perjalanan menuju Muara Binuangeun sebelum bermalam di Ujung Kulon.. sedangkan Om Jos dan Om Dimas akan kembali ke Tangerang..

12 southern banten

Pukul sepuluh pagi kami siap-siap untuk melanjutkan perjalanan sesuai rencana masing-masing.. sebelum melanjutkan perjalanan yuk photo-photo dulu.. sebagai kenang-kenangan..

Pukul sepuluh pagi..kami berpisah di luar desa wisata Sawarna.. kami berdua melanjutkan perjalanan ke Muara Binuangeun sesuai rencana..

Perjalanan ke Muara Binuangeun dari Sawarna melalui jalan raya Bayah Cikotok.. cuaca cerah dan panas.. jalan raya ini terlihat ramai dengan beberapa rombongan wisata baik yang mempergunakan sepeda motor maupun mobil namun lancar.. mengisi bahan bakar di SPBU yang pertama kali kami temui.. isi penuh karena khawatir dijalur yang akan kami lalui tidak ada lagi SPBU..

Perjalanan dilanjutkan.. tidak berapa lama tiba-tiba hujan lebat turun memaksa kami meminggirkan sepeda motor kami ke sebuah warung di pinggir jalan dan meminta ijin untuk berteduh sekaligus mempergunakan rain coat.. tidak menunggu hujan reda.. kami lanjutkan perjalanan kami..

Menembus hujan.. udara tidak terlalu panas namun jalanan basah dan berkelok tapi pemandangan yang indah sepanjang jalan yang mulus.. kami sengaja jalan santai selain karena hujan juga karena pemandangan indah selama perjalanan yang tidak ingin kami lewatkan begitu saja…

Menjelang pukul dua belas siang.. hujan telah reda.. kami memasuki kawasan Binuangeun.. jalanan mulus menjelang daerah menuju muara, lebar dan relatif lurus menggoda kami untuk mempercepat sepeda motor masing-masing.. akhirnya lewat tengah hari, kami sampai di daerah muara Binuangeun.. bertanya ke penduduk lokasi muara tempat kapal nelayan berlabuh.. mengikuti petunjuk yang didapat.. kami berbelok ke kiri sebelum jembatan.. melewati pasar tradisional kami memasuki tempat pelelangan ikan..

Kami berhentikan sepeda motor kami di depan sebuah warung makan, kami putuskan untuk melihat-lihat tempat pelelangan ikan dan kegiatan para nelayan di muara Binuangeun ini..

Memasuki pelelangan ikan, ternyata sudah agak sepi.. menurut salah seorang penjual ikan bahwa ramainya pelelangan ikan di Muara Binuangeun ini adalah pagi hari.. namun kami masih sempat menikmati bagaimana lelang ikan berlangsung.. seorang ibu sedang menawarkan ikan dan disahuti oleh beberapa pembeli.. pemandangan yang baru pertama kali kulihat.. seru dan menarik juga sistem tawar-menawar ini..

14a southern banten

Selanjutnya kami menuju tempat perahu nelayan berlabuh.. terlihat beberapa nelayan sedang membereskan perahu nelayan yang berlabuh.. sungai terlihat berwarna coklat karena lumpur dari sungai.. mungkin karena hujan sebelumnya menyebabkan sungai di daerah hulu sebelum ke muara bertambah deras dan membawa lumpur kecoklatan.. namun keruhnya sungai tidak mengurangi kami untuk menikmati pemandangan dan kegiatan di Muara Binuangeun ini.. lelahnya perjalanan seakan sirna..

Setelah menikmati kegiatan para nelayan dengan perahunya.. kami kembali ke tempat pelelangan ikan dan menanyakan kepada penjual ikan apakah ada ikan yang dijual untuk kami nikmati sebagai santapan makan siang.. ditunjukkan ke pasar ikan tepat di sebelah tempat pelelangan ikan.. kami memilih ikan.. menawar harga hanya mengikuti peraturan bahwa pembeli harus melakukan penawaran.. tunjukkan warung makan yang kami pilih untuk bersantap ikan laut yang dipilih..

Membayar ikan yang dipilih.. kami menuju sebuah warung makan dan meminta tolong kepada penjualnya untuk memanggang dengan bumbu manis pedas.. disanggupi oleh penjual warung makan tersebut.. ngopi dan beristirahat sambil menunggu ikan panggang pesanan kami…

14 southern banten

Akhirnya ikan pesanan kami telah selesai dipanggang.. penjual menyajikan nasi yang masih panas dan sengaja membuat sambal dadakan yang katanya sesuai dengan bumbu ikan panggang kami…

Yuk makan siang.. waduuuhh nikmatnya.. ikan segar..bumbu enak..nasi panas..sambal dadakan.. perut lapar dan badan kedinginan setelah kehujanan.. kenikmatan apalagi yang bisa menandingi kenikmatan ini…pokoknya puasnya pppooollll…

Setelah puas menikmati suasana dan makan siang di Muara Binuangeun… pukul dua siang kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan.. hujan rintik-rintik mengiringi kami meninggalkan Muara Binuangeun ini.. kenangan indah di Muara Binuangeun ini meyakinkan diriku untuk mengulangi perjalanan ke Muara Binuangeun di kesempatan mendatang…

Sebelum meninggalkan Muara Binuangeun.. diatas jembatan.. kami mengambil photo pemandangan Muara Binuangeun.. sungguh indah..

14b southern banten

Perjalanan dilanjutkan..Setelah sekitar satu jam lebih melaksanakan perjalanan.. cuaca kembali cerah.. badan kepanasan karena rain coat yang dipakai.. di suatu mesjid daerah kampung Muara Dua Cikeusik Pandeglang, kami berhenti untuk melepaskan raincoat sekaligus beristirahat.. tidak lama kemudian adzan sholat ashar terdengar.. kamipun melaksanakan kewajiban kami sebagai seorang muslim..

13 southern banten

Perjalanan kami lanjutkan selepas pukul empat sore.. perjalanan kali ini menyusur jalan Cibaliung menuju Ujung Kulon..

Perjalanan menuju Ujung Kulon melewati jalan perkampungan namun mulus… persawahan di kiri kanan jalan dengan kelokan yang enak untuk dilalui.. memasuki daerah Ujung Kulon jalanan mulai berkelok dan menikung tajam..perlu kehati-hatian..

Pukul lima sore menyusur jalanan menanjak dengan jalanan berlobang.. terlihat patung badak.. tentu saja kami berhenti.. patung badak sebagai lambang kami telah tiba di Ujung Kulon.. perasaan gembira menerpa diriku.. perasaan tuntas sudah keinginan untuk menjelajahi pesisir selatan di baratnya pulau Jawa.. photo-photo dulu ah..

15 southern banten

15a southern banten

Kami berdiskusi sebentar apakah mau lanjut lebih kedalam lagi di Ujung Kulon atau melanjutkan perjalanan ke Tanjung Lesung.. kalau melanjutkan perjalanan lebih kedalam lagi, kami bimbang apakah ada tempat untuk menginap karena sudah malam.. kalau melanjutkan ke Tanjung Lesung pasti sudah malam ditambah kami belum mengetahui kondisi jalan yang akan dilalui…

Untunglah ada beberapa pemuda disana dengan beberapa sepeda motor yang berhenti di patung badak.. kami menanyakan apakah di dalam Ujung Kulon ada tempat penginapan.. dijawab bahwa di dalam ada penginapan di desa Taman Jaya dan biasanya rombongan yang touring seperti kami akan terus kedalam Ujung Kulon..

Mendapat informasi bahwa ada penginapan di Ujung Kulon lebih dalam lagi.. akhirnya kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan ke desa Taman Jaya sesuai informasi yang diperoleh dari pemuda daerah situ..

Perjalanan kami teruskan..jalanan mulus beberapa tempat wisata di Ujung Kulon kami lewati.. pukul enam sore kami mulai memasuki perkampungan.. jalanan mulai jelek..jalan berbatu dengan lobang kami terus lanjut..

Lelah kami rasakan saat menyusur jalanan jelek sepanjang hampir lima kilometer sebelum menemukan sebuah warung, akhirnya kami berhenti sebentar untuk beristirahat.. hujan rintik-rintik mulai turun.. sambil menikmati istirahat dengan minuman dingin pengusir dahaga yang kami rasakan.. kami tanyakan penginapan di desa Taman Jaya.. dijawab bahwa perjalanan kami masih jauh.. lebih dari sepuluh kilometer dari warung tersebut..dan jalannya sama jeleknya.. waduh.. tapi kami sepakat bahwa kami tidak mempunyai pilihan lain selain lanjut.. selain sudah malam juga kalo balik lagi akan lebih melelahkan bagi kami.. yuk lanjut..

Ternyata benar saja.. jalan yang kami lalui untuk melanjutkan perjalanan menuju desa Taman Jaya jalanannya sangat jelek.. banyak lobang..jalan berbatu..hujan rintik..gelap karena malam.. jalan terus..

Melewati beberapa perkampungan yang sudah sepi.. dan samar-samar terlihat ombak dipantai di sebelah kanan kami.. hujan masih turun..jalanan jelek dan semakin gelap…sepi.. hanya satu dua sepeda motor dari penduduk setempat yang berpapasan atau mendahului kami.. selebihnya hanya kami berdua yang menyusuri jalan jelek menuju desa Taman Jaya..sesekali kami bertanya ke penduduk yang kami temui untuk memastikan bahwa kami tidak tersesat dan benar bahwa ada penginapan di desa Taman Jaya..

Pukul delapan malam lewat akhirnya kami memasuki desa Taman Jaya.. bertanya ke penjaga warung yang masih buka.. ditunjukkan lokasi penginapan Taman Jaya yang agak masuk dari jalan utama desa Taman Jaya.. akhirnya pukul setengah sembilan kami tiba di penginapan Sunda Jaya demikian nama penginapan di desa Taman Jaya tersebut

Kami bertanya mengenai ketersediaan kamar kepada seorang pemuda yang ada di penginapan Sunda Jaya.. yang ternyata adalah salah seorang putera pemilik penginapan tersebut.. dijawab bahwa kamar tersedia.. dan ditunjukkan salah satu kamar yang tersedia di sebuah bangunan asri dari bambu dengan beberapa pintu kamar serta balai-balai luas didepannya.. pemuda tersebut mempersilahkan kami untuk mempergunakan kamar tersebut dan pamit untuk mempersiapkan minuman hangat bagi kami.. oh terimakasih.. minuman hangat memang sangat cocok untuk malam dingin karena hujan dan pasti sangat membantu mengurangi sedikit kepenatan yang kami rasakan..

15b southern banten

Tidak berapa lama dikirim sepoci air panas dan kopi serta gula..terimakasih ya.. bikin kopi dulu ah.. setelah itu datang menghampiri kami seorang bapak dari rumah didepan penginapan.. kami berkenalan.. beliau ternyata adalah Pak Komar demikian nama yang diperkenalkan kepada kami dan merupakan pemilik penginapan Sunda Jaya tempat kami akan menginap

Kami mengobrol lama.. kami menceritakan mengenai perjalanan kami.. Pak Komar menceritakan bahwa beliau adalah penggiat kelestarian alam di Ujung Kulon dan pernah mendapatkan bantuan dari World Wild Fund (WWF) untuk kegiatan pelestarian alam.. selain itu beliau juga mempunyai usaha wisata Ujung Kulon selain penginapan juga menyediakan jasa wisata hutan dan laut dengan menyewakan perahu..

Beliau juga ternyata adalah salah satu tokoh masyarakat di Ujung Kulon terutama desa Taman Jaya.. beliau berupaya untuk meningkatkan perekononiam masyarakat sekitar namun terkendala dengan rendahnya partisipasi masyarakat dan peran serta pemerintah daerah.. beliau mengutarakan bahwa telah beberapa kali mengajukan usul permohonan perbaikan jalan menuju daerahnya karena beliau yakin bahwa sarana transportasi yang baik dapat berpengaruh secara langsung terhadap peningkatan kehidupan di desa tersebut, namun pemerintah daerah hanya menjanjikan saja sedangkan realisasinya tidak kunjung terwujud..selain obrolan mengenai kehidupan daerah tersebut.. Pak Komar juga menjelaskan mengenai wisata yang dapat dikunjungi di sekitar desa Taman Jaya..

Pak Komar adalah sosok yang akrab dan ramah.. tidak terasa kami hampir dua jam lebih mengobrol diteras.. akhirnya Pak Komar pamit untuk memberikan kami kesempatan untuk beristirahat.. terimakasih Pak Komar atas keramahan Bapak..

Menjelang tengah malam kami istirahat di penginapan Sunda Jaya.. tidur sepulas-pulasnya karena kecapaian setelah lebih dari dua puluh empat jam riding..

Pagi setengah enam terbangun..telah tersaji minuman kopi hangat di depan kamar.. nikmatin dulu kopi panas.. ah lihat-lihat fasilitas dan pemandangan di lokasi penginapan Sunda Jaya ini

Pagi yang cerah dan udara segar menyambut kami sewaktu melihat-lihat situasi di sekitar penginapan Sunda Jaya..

16ba southern banten

16a southern banten

Penginapan Sunda Jaya yang terletak di Desa Taman Jaya adalah suatu bangunan yang terdiri dari beberapa kamar dan mempunyai toilet serta kamar mandi terpisah.. bangunan yang bersih dengan halaman rumput luas didepan penginapan, terdapat banyak pohon kelapa di halaman menuju pantai yang tenang dan indah dekat penginapan.. menurut kami penginapan ini cocok buat tempat istirahat bagi yang berwisata ke daerah Sumur Ujung Kulon karena nuansa yang bersatu dengan alam, udara segar, penerimaan ramah dari pengelola dan harga yang cukup murah menurut kami..

Bagi yang berminat mengetahui mengenai Penginapan Sunda Jaya ini alamatnya :

Desa Taman Jaya – Ujung Kulon
Ujung Kulon National Park
Kec. Sumur, Pandeglang
Indonesia
Pak Komar
Mobile +6281806181209
koordinat : -6.783567, 105.5026
Web : http://sundajaya.blogspot.com

Setelah melihat-lihat situasi di penginapan Sunda Jaya.. kami siap-siap untuk melanjutkan perjalanan.. kami sepakat pagi ini untuk menyusuri lebih dalam lagi kawasan Ujung Kulon sebelum melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata Tanjung Lesung

16c southern banten

Sebelum meninggalkan penginapan Taman Jaya berphoto bersama dengan Pak Komar.. berpamitan.. kami lanjutkan perjalanan

Keluar menuju jalan berbatu di desa Taman Jaya menuju desa Ujung Jaya .. selanjutnya jalanan tanah dengan kanan-kiri sawah.. kembali memasuki jalan desa yang sama rusaknya.. melintasi jembatan yang rusak..akhirnya kami tiba di suatu pertigaan di tengah desa Ujung Jaya

17 southern banten

16d southern banten

Dikarenakan tidak tahu ada apa di depan.. kami menanyakan kemana saja arah jalan tersebut.. ternyata ada dua… yang satu kalau ambil jalan lurus menuju hutan di pegunungan sedangkan apabila belok kanan menuju pantai dan menuju pos penjagaan taman nasional Ujung Kulon.. kami memutuskan untuk menuju pos penjagaan taman nasional Ujung Kulon.. eh ternyata teman seperjalanan mampir ke warung yang ada di perkampungan tersebut dan menyampaikan bahwa dia tidak ikut meneruskan perjalanan karena ingin istirahat di warung tersebut.. akhirnya diriku sendirian meneruskan perjalanan menuju pos penjagaan taman nasional Ujung Kulon yang tadi disebutkan oleh salah seorang penduduk.

Python my meggy kembali kujalankan melalui jalanan desa yang tinggal tanah dan batu.. ternyata pos penjagaan taman nasional Ujung Kulon tidak jauh dari tempat kami menanyakan arah tadi.. sekitar lima belas menit diriku sampai di pos Legon Pakis demikian nama yang tertera di papan pengumuman yang ada di pos tersebut

18 southern banten

Istirahat sejenak dan berphoto sendirian dengan bantuan tripod dan kamera saku yang di set otomatis.. diriku merencanakan untuk melanjutkan perjalanan lebih kedalam karena sewaktu kutanya kepada salah seorang penduduk yang lewat.. diriku mendapat jawaban bahwa sepeda motor masih bisa masuk lebih dalam lagi.. namun karena dilihat jalan lebih jelek dari sebelumnya.. meninggalkan teman istirahat.. belum tahu kondisi di dalam serta khawatir sampai kemalaman di tujuan selanjutnya.. maka diriku memutuskan untuk kembali menjemput teman yang sedang istirahat di warung sebelumnya..

19 southern banten

Setengah jam diriku habiskan di pos Legon Pakis.. pukul setengah sepuluh pagi kembali ke warung tempat teman seperjalanan istirahat.. ternyata teman sudah pulas tertidur di pinggir warung.. hadeuhh kasihan kecapaian dan kurang istirahat sepertinya.. ya udah jangan dulu diganggu.. diriku memesan minuman ringan ke penjaga warung dan meminta ijin untuk istirahat sekaligus membiarkan teman untuk lebih lama tidurnya..

Setengah jam kubiarkan teman istirahat.. setelah itu kubangunkan teman untuk melanjutkan perjalanan.. setengah jam kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Tanjung Lesung.. melalui desa Taman Jaya ke arah daerah bernama Sumur..

20 southern banten

Kembali menyusuri jalanan rusak.. mungkin lebih dari dua puluh kilometer kami menyusuri jalanan rusak.. jalanan tanah..berbatu..cuaca mulai panas..

21 southern banten

Akhirnya kami sampai juga di ujung jalan rusak.. jalan aspal mulai kami rasakan.. perjalanan dilanjutkan ke daerah Sumur..

Selepas pos Sumur.. GPS yang kupasang memberikan petunjuk untuk berbelok ke kiri..terlihat papan pengumuman yang menyatakan ada proyek perbaikan jalan dari Sumur menuju Tanjung Lesung.. dan kelihatannya perbaikan jalan telah selesai karena jalan yang akan kami lalui begitu mulus..

21a southern banten

Kami gembira karena merasa kami adalah sebagian dari pengguna jalan yang pertama kali merasakan hasil perbaikan dari Sumur menuju Tanjung Lesung.. terbayang akan nikmatnya perjalanan yang akan kami tempuh menuju Tanjung Lesung melalui jalan mulus ini..

22 southern banten

Namun tanda-tanda perbaikan jalan belum selesai mulai terlihat tidak begitu jauh.. jembatan yang masih rusak.. jalanan yang baru dilapis oleh aspal tipis dan beberapa peralatan perbaikan jalan terlihat di pinggir jalan..

Benar saja.. tidak begitu jauh lagi kami melaju… jalanan aspal hilang..digantikan oleh jalanan tanah.. keraguan apakah jalan ini memang benar menuju Tanjung Lesung menerpa kami.. untuk memastikan arah yang dituju kami bertanya kepada penduduk.. dan dibenarkan bahwa jalan tersebut menuju Tanjung Lesung namun jalanan sama jeleknya.. diriku kembali bertanya apakah ada jalur lain.. dijawab ada melalui daerah Panimbang.. diskusi sebentar.. karena kondisi teman yang sepertinya kurang istirahat maka kuputuskan untuk berbalik arah menuju Tanjung Lesung melalui Panimbang

Berbalik arah kembali menuju Sumur.. ternyata jalanan menuju Tanjung Lesung melalui Panimbang jalanan mulus namun kelokan dengan turunan dan tanjakan tajam sering kami lalui..

23 southern banten

Pukul satu siang akhirnya kami tiba di pintu gerbang taman wisata Tanjung Lesung.. jalanan mulus..pantai indah mulai terlihat di sebelah kanan kami pada saat menuju pantai Tanjung Lesung.. masuk terus.. bayar retribusi.. akhirnya kami sampai juga di pantai Tanjung Lesung

Kami nikmati pemandangan indah di Pantai Tanjung Lesung yang saat itu tidak begitu ramai pengunjung.. makan siang.. tiduran dan tentu saja photo-photo..

24 southern banten

Setelah puas menikmati udara pantai yang segar dan pemandangan yang indah di Pantai Tanjung Lesung… pukul empat kami putuskan untuk beranjak menuju Tangerang..

Perjalanan ke Tangerang kami lalui melalui daerah Pandeglang.. jalanan ramai oleh pengendara dan angkutan umum.. kemacetan pada saat melalui pasar

Perjalanan tersendat ke arah Pandeglang karena pelaksanaan pelapisan beton di Jalan Raya Pandeglang membuat kemacetan panjang karena arus diatur bergantian..

Malam menjelang saat kami memasuki kota Pandeglang.. kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan tanpa henti ke Tangerang karena kami mengejar malam sampai di Tangerang dan dapat beristirahat sebentar di rumah sebelum besok paginya ke kantor.. pukul satu malam kami tiba di Tangerang.. berpisah di Jalan Imam Bonjol Tangerang.. menjelang pukul dua pagi akhirnya diriku sampai dirumah..

26 southern banten

Perjalanan yang mengasyikan..seru.. tujuan tercapai .. kelelahan tergantikan oleh kepuasan yang tidak terhingga..

Diriku bertekad untuk mengulang perjalanan ini di kemudian hari..


Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: