Nusantaride National Dieng Rally – Kudu Harus Di Lokasi

19 11 2013

 

 

001a nndr go to dieng

Kini kami telah berada di lokasi acara Nusantaride National Dieng Rally.. mengikuti acara temu dan berbagi pengalaman tentang penjelajahan para sahabat Nusantarider selanjutnya adalah beristirahat di tenda.. berduaan.. ada beberapa kudu harus yang akan kami lakukan..

025 nndr go to dieng

Kudu harus pertama : Oh tenda jangan kelihatan bergoyang donk…

Berdua di dalam tenda.. sleeping bag yang kami pakai sepertinya belum mampu untuk mengusir dingin.. brrr..bbbrrr.. kami menggigil.. waduh mesti gimana nich.. ?? geser dikit ah.. merapat ke my lovely wife.. masih dingin.. geser banyak ah.. lebih merapat ah… agak lumayan.. tapi masih dingin…

Wah gawat… ini belum begitu malam.. tapi dinginnya udah kebangetan.. mencoba tidur dengan berselimut sleeping bag dan merapat ternyata tidak dapat mengusir dingin.. coba segala cara tetap dingin.. ya terpaksa pake cara terakhir.. buka slepping bag dan minta my lovely wife juga buka sleeping bag.. hamparkan satu sleeping bag untuk alas tidur dan pake sleeping bag lainnya untuk selimut.. ngusir dinginnya gimana..?? ingat pelajaran survival… kalau berdua coba menghangatkan tubuh dengan saling berbagi kehangatan dari tubuh masing-masing.. (sok teori).. padahal..?? ..he..he..he.. ini wedding anniversary kami.. re-honey moon.. masak sih nggak titik titik… ehm.. atur posisi masing-masing.. mudah-mudahan tenda kami dari luar nggak kelihatan bergoyang karena orang-orang didalamnya sedang…?? Ternyata cara terakhir ini jitu mengusir dingin karena setelah itu kami terbangun pagi-pagi.. malam yang dingin di daerah Telaga Cebong Dieng terlewatkan..

Kudu harus kedua : Nikmatin Pagi..

Pukul setengah lima pagi kami terbangun.. buka tenda.. hawa dingin menyergap masuk.. tapi sekarang hawa dingin yang menyegarkan.. tubuh kami pun berasa segar karena tidur yang lelap semalam..

Keluar tenda yuk.. lihat situasi di Telaga Cebong ini.. tapi dimana dan gimana sih Telaga Cebong.. ini sekedar informasi mengenai Telaga Cebong yang bersumber dari internet..

Kebanyakan orang tahu Dataran Tinggi Dieng hanya sebatas kawasan pegunungan aktif dan kawah belerang yang tersebar. Namun, kawasan ini juga menyimpan “koleksi” telaga atau danau bekas letusan gunung. Salah satunya adalah Telaga Cebong yang lokasinya berada di Desa Sembungan. Desa ini juga terbilang unik karena berada di ketinggian 2200 mdpl. Bisa dibilang, Desa Sembungan merupakan desa tertinggi yang ada di pulau Jawa. Telaga Cebong ini merupakan bekas kawah gunung berapi yang sudah mati selama ratusan tahun. Saat ini, air yang berada di Telaga Cebong dijadikan sebagai sumber pengairan perkebunan kentang milik warga setempat. Selain itu, air dari telaga ini juga menjadi sumber air yang mengalir di Air Terjun Sikarim. Jika anda ingin melihat “the best sunrise” di Dieng, pastinya akan melewati telaga ini untuk kemudian menaiki bukit Sikunir… (sumber https://id.eyeka.com/photo/view/1597912-Telaga-Cebong-Dieng)

Pantas saja dinginnya begitu bbrr.. Telaga Cebong berada di ketinggian diatas 2.000 (dua ribu) diatas permukaan laut.. di Desa Sembungan.. desa tertinggi di pulau Jawa..

Keluar tenda melihat lihat situasi.. ternyata banyak juga tenda yang didirikan oleh para sahabat Nusantarider di Telaga Cebong ini..

004 nndr at dieng

004a nndr at dieng

004b nndr at dieng

004c nndr at dieng

004d nndr at dieng

Keluar tenda melihat-lihat situasi.. ternyata banyak juga peserta yang datang.. terlihat dari tenda yang didirikan di Telaga Cebong ini dan tunggangan para sahabat Nusantarider terparkir rapih…

Tenda besar tempat semalam acara berbagi pengalaman.. ada panggung yang sepertinya tempat pentas seni daerah.. serta bekas api unggun di tengah lapang.. sampai jam berapa ya sahabat-sahabat Nusantarider mengikuti kegiatan tadi malam..?? pasti sampai larut malam.. terbukti pagi ini hanya sedikit aktifitas terlihat.. tenda-tenda tertutup rapat..

004e nndr at dieng

Pada saat keluar tadi.. di depan tenda kami telah banyak tenda berdiri dan tendanya seragam.. oh ini yang semalam sayup-sayup terdengar ngobrol dan menentukan lokasi untuk mendirikan tenda mereka.. eh ternyata rombongan Ring Of Fire pimpinan Om Youk Tanzil.. salah satu tokoh penjelajah bersepeda motor Indonesia..

008 nndr at dieng

Diriku sempat ngobrol dengan Om Youk Tanzil dari Ring Of Fire.. beliau sangat ramah.. akrab dan bersahabat adalah kesan yang kudapat pada saat kami ngobrol akrab

Diriku terkesan dengan cerita beliau mengenai kenapa membentuk Ring Of Fire.. tantangan apa saja yang dihadapi serta visi dan misi Ring Of Fire..

Intinya Ring of Fire adalah bentuk kecintaan beliau terhadap Nusantara Indonesia dan diwujudkan dengan kegemaran beliau dalam berkelana bersepeda motor..

Ring Of Fire berusaha memperkenalkan Indonesia baik melalui eksplorasi kultur, tradisi, budaya, keindahan alam, sejarah, Suku, dan kearifan lokal Indonesia dan memperkenalkannya kepada bangsa Indonesia agar bangsa Indonesia memahami dan bangga terhadap bangsa negaranya.. Om Youk Tanzil juga berupaya untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia..salut kepada Om Youk Tanzil dan Ring Of Fire..

Yang hendak mengetahui mengenai Om Youk Tanzil dan Ring Of Fire dapat mengunjungi websitenya di Ring Of Fire Adventure

Setelah ngobrol dengan Om Youk Tanzil dari Ring Of Fire.. diriku dan my lovely wife sarapan dan ngopi di salah satu warung yang banyak didirikan di sekitar lokasi acara NNDR sekaligus ngobrol dengan sahabat-sahabat Nusantarider yang hadir pada acara tersebut

Pagi itu banyak para sahabat Nusantarider yang berangkat ke Puncak Sikunir.. katanya mau lihat matahari terbit… yang katanya kalau kabut datang kaya semalam dan paginya cerah maka mentari yang terbit akan indah dilihat di puncak Siknur.. Golden Sunrise katanya..

Diriku sich memilih jalan-jalan bersama my lovely wife di lokasi.. ambil photo-photo di lokasi.. kenalan dan ngobrol sama Nusantarider yang lainnya sambil nikmatin sinar mentari pagi yang bersahabat..

009 nndr at dieng

010 nndr at dieng

011 nndr at dieng

Menjelang pukul sembilan pagi terdengar pengumuman akan diadakan technical session mengenai Safety Riding Course dan sahabat-sahabat Nusantarider diminta untuk berkumpul.. yuk kumpul ah.. ini salah satu agenda yang ditunggu diriku.. pengin tahu bagaimana sich mengendarai sepeda motor yang benar..

Kudu harus ketiga : Pahami teorinya.. lihat contohnya.. praktekan ilmunya..

Acara safety riding course ini dibawakan oleh dua tokoh penjelajah bersepeda motor yaitu Bang Andry Berlianto dan Bang Jack, yang menyampaikan materi dan praktek singkat tentang keterampilan dan kesadaran akan keselamatan berkendara yg baik dan benar

012 nndr at dieng

013 nndr at dieng

014 nndr at dieng

Kegiatan Safety Riding Course ini juga dibantu oleh sahabat-sahabat Nusantarider lainnya.. dari kita.. oleh kita.. untuk kita.. demikian nuansa yang terasa.. banyak pelajaran yang dapat diambil.. pada saat itu diriku tahu kenapa diriku mengalami kecelakaan dan terjatuh pada saat mengendarai Python.. ternyata bukan hanya kesiapan kendaraan yang kudu diperhatikan.. sikap.. mental.. cara duduk.. cara pandang.. cara berbelok.. pengaturan gas dan rem.. dan banyak hal lainnya yang bermanfaat.. terimakasih banyak Nusantaride.. Safety Riding Course ini banyak manfaatnya bagi diriku.. (mendahului cerita-cerita touring yang akan menyusul.. ilmu safety riding ini sering kupraktekan.. dan ternyata sangat bermanfaat… a lot of thanks again..) sayang kami kudu harus..

Kudu harus keempat : Wisata Dieng

Setelah mengikuti Safety Riding Cours.. saatnya untuk pulang.. kembali ke tenda.. beresin barang-barang.. sesuai rencana kami ingin menikmati beberapa tempat wisata di Dieng terlebih dahulu sebelum kembali ke Tangerang.. cuaca mendung dan hujan mulai turun rintik-rintik.. kami putuskan untuk mempergunakan rain coat..

Pamit ke beberapa sahabat Nusantarider yang sempat dipamitin.. yang lain..?? salam lewat semangat keakraban saja ya.. sampai ketemu di ajang temu Nusantaride lainnya..

Kami telah mempunyai daftar tujuan wisata Dieng yang akan dikunjungi berdasarkan hasil browsing di internet.. berikut adalah sekilas mengenai Dieng dan tempat wisatanya yang kujadikan rujukan..

KAWASAN DIENG (sumber : Wikipedia)

Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 15—20 °C di siang hari dan 10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas (“embun racun”) karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Secara administrasi, Dieng merupakan wilayah Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng (“Dieng Wetan”), Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Jawa Tengah

Nama Dieng berasal dari gabungan dua kata Bahasa Kawi: “di” yang berarti “tempat” atau “gunung” dan “Hyang” yang bermakna (Dewa). Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam.[1][2] Teori lain menyatakan, nama Dieng berasal dari bahasa Sunda (“di hyang”) karena diperkirakan pada masa pra-Medang (sekitar abad ke-7 Masehi) daerah itu berada dalam pengaruh politik Kerajaan Galuh.

Dataran tinggi Dieng (DTD) adalah dataran dengan aktivitas vulkanik di bawah permukaannya, seperti Yellowstone ataupun Dataran Tinggi Tengger. Sesungguhnya ia adalah kaldera dengan gunung-gunung di sekitarnya sebagai tepinya. Terdapat banyak kawah sebagai tempat keluarnya gas, uap air dan berbagai material vulkanik lainnya. Keadaan ini sangat berbahaya bagi penduduk yang menghuni wilayah itu, terbukti dengan adanya bencana letusan gas Kawah Sinila 1979. Tidak hanya gas beracun, tetapi juga dapat dimungkinkan terjadi gempa bumi, letusan lumpur, tanah longsor dan banjir….

…………………….

KAWASAN WISATA DIENG (sumber : Wikipedia)

Beberapa peninggalan budaya dan alam telah dijadikan sebagai objek wisata dan dikelola bersama oleh dua kabupaten, yaitu Banjarnegara dan Wonosobo.

Berikut beberapa objek wisata di Dieng.

  1. Telaga: Telaga Warna, sebuah telaga yang sering memunculkan nuansa warna merah, hijau, biru, putih, dan lembayung, Telaga Pengilon, yang letaknya bersebelahan persis dengan Telaga Warna, uniknya warna air di telaga ini bening seperti tidak tercampur belerang. Keunikan lain adalah yang membatasi Telaga Warna dengan Telaga Pengilon hanyalah rerumputan yang terbentuk seperti rawa kecil. Telaga Merdada, adalah merupakan yang terbesar di antara telaga yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Airnya yang tidak pernah surut dijadikan sebagai pengairan untuk ladang pertanian. Bahkan Telaga ini juga digunakan para pemancing untuk menyalurkan hobi atau juga wisatawan yang sekadar berkeliling dengan perahu kecil yang disewakan oleh penduduk setempat.
  2. Kawah: Sikidang, Sileri, Sinila (meletus dan mengeluarkan gas beracun pada tahun 1979 dengan korban 149 jiwa), Kawah Candradimuka.
  3. Kompleks candi-candi Hindu yang dibangun pada abad ke-7, antara lain: Candi Gatotkaca, Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Setyaki, Gangsiran Aswatama, dan Candi Dwarawati.
  4. Gua: Gua Semar, Gua Jaran, Gua Sumur. Terletak di antara Telaga Warna dan Telaga Pengilon, sering digunakan sebagai tempat olah spiritual.
  5. Sumur Jalatunda.
  6. Dieng Volcanic Theater, teater untuk melihat film tentang kegunungapian di Dieng.
  7. Museum Dieng Kailasa, menyimpan artefak dan memberikan informasi tentang alam (geologi, flora-fauna), masyarakat Dieng (keseharian, pertanian, kepercayaan, kesenian) serta warisan arkeologi dari Dieng. Memiliki teater untuk melihat film (saat ini tentang arkeologi Dieng), panggung terbuka di atas atap museum, serta restoran.

Meninggalkan lokasi acara NNDR pukul setengah dua belas siang.. jalan yang jelek dan berbatu saat meninggalkan lokasi merupakan uji praktek pertama hasil Safety Riding Course tadi… my lovely wife sekarang tidak usah turun dulu.. jalanan dari lokasi dilibas lebih pede dan Python lebih stabil ..

015 nndr at dieng

Berhenti dulu di pintu gerbang PT. Geo Dipa Energi Dieng.. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)

016 nndr at dieng

Perjalanan dilanjutkan.. ternyata melewati Dieng Plateu Theater.. mampir ah.. parkirin Python.. masuk ke gedung.. ternyata gedung ini adalah tempat pertunjukkan film mengenai kawasan Dieng.. beli tiket.. yuk masuk..

Masuk ke theater.. kursi terisi penuh.. tidak lama kemudian dimulai filem yang menceritakan mengenai kawasan Dieng, pemandangan dan tempat wisata, potensi daerah serta cerita sekilas mengenai bencana yang pernah dialami.. informasi yang berguna bagi pengunjung..

017 nndr at dieng

Tujuan selanjutnya adalah telaga warna, papan petunjuk yang jelas membantu kami untuk mencapai Telaga Warna Dieng yang katanya air di telaga ini mempunyai beberapa warna.. arahkan Python ke tempat parkir.. tapi sebelum ke Telaga Warna mampir dulu ah ke sebuah warung makan.. laper.. pesan makanan khas Dieng.. Mie Ongklok dan sate.. rasanya..?? agak aneh juga di lidah kami yang dibesarkan di tatar sunda.. tapi lumayan enak..

018 nndr at dieng

Waktu sudah menunjukkan pukul dua siang saat kami masuk ke kawasan wisata Talaga Warna.. pengunjung cukup banyak juga.. sayang airnya lagi surut… jadi kami tidak bisa melihat bermacam-macam warna di Telaga ini.. tapi kami terpuaskan dengan indahnya pemandangan di kawasan ini.. yuk photo-photo lagi.. no picture is hoax.. artinya kenang-kenangan..

Mumpung masih siang kita lanjut ke kawasan wisata lainnya.. kembali ke tempat dimana Python parkir.. sebelum sampe.. ah mampir dulu di tempat souvenir.. beli oleh-oleh khas Dieng buat anak-anak serta temen yang mau dikunjungi..

019 nndr at dieng

Selanjutnya adalah kawasan wisata utama lainnya di Dieng .. yaitu kawah Sikidang Dieng.. yuk mari berangkat.. sedikit bertanya kepada penjaga toko souvenir yang menjelaskan arah yang harus diambil… kami akhirnya sampai di pintu gerbang kawasan wisata Kawah Sikidang.. ambil photo lagi.. bayar tiket masuk kawasan wisata Kawah Sikidang..waktu menunjukkan pukul tiga sore.. ah masih siang.. nyantai..

Parkirin Python.. yuk masuk ke tempat wisatanya yaitu kawahnya… berjalan menyusuri jalan setapak.. bau belerang menyengat.. cuaca agak mendung.. ada jasa penyewaan motor dan naik kuda.. tapi kami memilih untuk berjalan kaki.. yuk nyantai saja.. toch kawahnya juga nggak jauh.. namun kami harus menutup hidung karena bau belerang yang makin mendekati kawah baunya makin menyengat..

020 nndr at dieng

Sampai di tepian kawah yang dipagari kayu.. melihat letupan lumpur dan asap yang mengepul tebal yang menandakan betapa panasnya cairan lumpur tersebut.. melihat sekeliling.. duh indahnya.. latar belakang gunung sungguh indah.. melihat sekeliling disuguhi pemandangan indah.. kebetulan cuaca mendukung.. pokoknya nggak bakalan nyesel berkunjung ke Dieng.. yuk photo-photo lagi.. berduaan saja.. khan re honey moon.. pasang kamera di tripod… stel otomatis.. klik..klik.. beberapa photo kami dengan pemandangan indah.. dua saja yang ditampilkan.. sisanya untuk kenangan kami..

Setelah puas di kawasan Kawah Dieng ini.. selanjutnya kemana.. sesuai dengan arahan dari petugas disana.. selanjutnya adalah kawasan Candi Gatot Kaca dan Candi Arjuna.. ditunjukkan arah jalan yang harus diambil.. makasih ya mas pak.. brem.. bremm.. Python melaju ke kawasan wisata Candi Gatok Kaca dan Candi Arjuna..

Tapi sebelum menceritakan mengenai kunjungan kami ke kawasan wisata Candi Gatotkaca dan Candi Arjuna.. mohon ijin menyadur mengenai kawasan Candi Gatotkaca dan Candi Arjuna Dieng tersebut yang didapat dari internet

CANDI GATOTKACA (sumber : www.paketwisatadieng.com)

Terletak disebelah selatan Komplek Candi Arjuna, dihubungkan oleh jalan setapak lebar 1,5 meter yang menanjak sepanjang kurang lebih 300 m ,disamping Jalan raya kecil dimana Museum Kailasa terletak diseberangnya.

Diperkirakan Candi ini dibangun pada masa pemerintahan Ratu Sima. Dulunya, dibawah bukit tempat Candi Gatotkaca berada terdapat Telaga bernama Telaga BalaiKambang yang kini telah tertutup oleh tanaman Rumput liar.

Batur candi Gatutkaca tingginya sekitar 1 m dibuat bersusun dua dengan denah dasar berbentuk bujur sangkar. Di pertengahan sisi selatan, timur dan utara terdapat bagian yang menjorok keluar, membentuk relung seperti bilik penampil. Pintu masuk terletak di sisi barat dan, dilengkapi dengan bilik penampil. Anak tangga di batur terlindung dalam dalam bilik penampil.

Sebenarnya candi Gatotkaca ini merupakan bagian dari Kelompok candi sebagaimana Komplek Candi Arjuna yang terdiri atas lima Candi yaitu, Candi Gareng, Candi Petruk, Candi Sadewa, Candi Nakula dan Candi Setyaki, namun saat ini yang masih tersisa bangunannya hanyalah Candi Gatotkaca dan Candi Setyaki yang sedang dibangun kembali.

CANDI ARJUNA (sumber : www.paketwisatadieng.com)

Kelompok Candi yang terletak di tengah-tengah wilayah Dieng ini dipercaya sebagai candi tertua dibanding candi-candi yang lain. Candi yang dibangun pada masa Dinasti Sanjaya ini konon hanyalah sebagian dari Puing-puing Candi yang dulunya jauh lebih megah dan besar.
Komplek Candi Arjuna terdiri atas lima Candi, empat Candi berjejer menghadap ke arah barat, yaitu; Candi Sembadra, Candi Srikandi, dan Candi Puntadewa, dan satu Candi menghadap ke arah timur, yaitu Candi Semar.

Kelima candi yang berada berdekatan di Kompleks Candi Arjuna memiliki perbedaan bentuk satu dengan yang lainnya. Candi Arjuna, sebagai candi utama, merupakan sebuah candi yang berdenah dasar persegi dengan luas ukuran sekitar 6 m². Atap Candi Arjuna berbentuk serupa kerucut, semakin ke atas semakin mengecil. Di dalamnya, terdapat yoni berbentuk meja yang bagian tengahnya berlubang dan dapat menampung tetesan air dari langit atap candi. Apabila lubang penampung ini penuh, air akan dialirkan ke bagian lingga dan diteruskan ke bagian depan luar candi.

Candi Semar yang berhadapan dengan Arjuna adalah sebuah candi berukuran 3,5 m x 7 m. Berbeda dengan Candi Arjuna yang atap bangunannya tinggi, Candi Semar lebih pendek dan atapnya berbentuk limasan. Candi Sembadra, Candi Srikandi, dan Candi Puntadewa memiliki bentuk dasar seperti kubus dengan ukuran dan bentuk yang berbeda-beda satu dan lainnya.
Bentuk kelima candi tersebut memiliki ciri masing-masing. Candi Arjuna memiliki dasar persegi dengan luas sekitar 6 meter persegi, atap berbentuke kerucut. Terdapat Yoni berbentu segi empat dengan lubang pada tengahnya. Candi Puntadewa, sembadra, dan Srikandi yang terletak disamping Candi Arjuna berbentuk kubus dengan desain yang berbeda satu dengan yang lain.

Candi Semar yang terletak di depan candi arjuna berukuran kurang lebih empat kali tujuh meter persegi, bentuk bangunan pendek dengan atap berupa limasan.

Menjelang pukul empat sore kami sampai di tempat kawasan Candi Gatotkaca.. cuaca mendung.. kembali parkirin Python.. melihat-lihat dan menikmati pemandangan serta kekaguman akan kejayaan masa lalu yang mampu membuat bangunan indah seperti candi ini.. sayang ya.. berdasarkan informasi yang didapat dari internet ternyata beberapa bagian candi telah hilang atau rusak dimakan usia.. untung pemerintah melakukan upaya pemeliharaan dan pemugaran kembali candi-candi tersebut.. yuk kita bantu pemerintah dalam pemeliharaan dan pengembangan kawasan wisata.. caranya mudah kok.. jaga kebersihan dengan cara buang sampah pada tempatnya dan tidak melakukan coret-coret.. gitu aja dech.. nggak usah susah-susah.. ayo kita kembangin wisata Indonesia yang indah ini dengan dimulai dari hal-hal kecil dan mudah..

021 nndr at dieng

Photo-photo lagi.. no picture is hoax.. artinya.. sebagai kenang-kenangan.. kami puas menikmati pemandangan sekitar yang indah.. udara segar.. dan kembali kagum akan keahlian dalam membangun suatu bangunan megah seperti Candi Gatotkaca ini..

Di kejauhan terlihat beberapa bangunan seperti Candi.. itu pasti komplek candi Arjuna yang dimaksud.. dibetulkan oleh salah seorang pedagang disana sewaktu kutanya.. sayang Python nggak bisa masuk.. jalan ke Candi Arjuna menuruni tangga dan menyusuri jalan.. walaupun jalannya bagus.. tapi kendaraan tidak bisa lewat.. nggak apa-apa toh dekat.. sekalian untuk berpuas diri menghirup udara segar dan menikmati pemandangan perkebunan yang indah dan hijau.. hujan mulai rintik-rintik saat kami menuju ke kawasan wisata Candi Arjuna.. nggak apa.. kami sudah pakai raincoat.. yuk kita masuki kawasan wisata komplek Candi Arjuna Dieng

022 nndr at dieng

Pukul setengah lima sore.. di kawasan Candi Arjuna.. kekaguman kembali menerpa kami.. bangunan indah.. pemandangan indah.. udara segar.. walaupun cuaca mendung dan hujan rintik-rintik tapi tidak mengurangi puasnya diriku dan my lovely wife karena sudah dapat menikmati salah satu kawasan wisata yang indah dan menakjubkan di Dieng ini..

Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore.. kami harus pulang.. yuk balik ketempat parkir Python.. hujan besar ternyata turun…

Kami berteduh dulu di warung… ngopi dan makan penganan yang tersedia.. pastiin kondisi Python nggak ada masalah.. perlengakapan dan bawaan tidak ada yang tertinggal.. yuk semua siap.. kami memutuskan untuk pulang.. tidak mungkin kami mengunjungi semua tempat wisata di Dieng hari ini.. namun kami harus pulang.. selain harus diriku harus persiapan masuk kerja hari senin.. ternyata juga kami kangen dengan canda gurau bersama anak-anak.. yuk laksanakan kudu harus..

Kudu harus kelima : .. Puullangg…

Menyusuri jalanan menuju keluar kawasan Dieng ditengah hujan besar.. jalan berliku.. basah.. hujan besar.. tapi diriku sekarang lebih tenang.. ilmu yang didapat dari Safety Riding Course tadi siang langsung diterapkan.. kepercayaan diriku semakin meningkat.. pengendalian terhadap Python tunggangan kami semakin meyakinkan.. sekarang nggak bisa asal ngebut.. ternyata pengetahuan tatacara mengoptimalkan gas dan rem serta cara berkendara memang sangat diperlukan agar kita bisa berkendara dengan nikmat dan tentu saja safety…

023 nndr at dieng

Pukul lima sore lebih lima belas menit akhirnya kami sampai di gapura perbatasan kawasan Dieng.. yuk photo lagi.. no picture is hoax artinya kenang-kenangan…

Puas dan bersyukur karena sudah menikmati beberapa karunia Tuhan terhadap alam dan bangsa Indonesia di tanah Dieng ini… kami kembali ke Tangerang.. kota pertama adalah Wonosobo untuk makan malam sebelum melanjutkan perjalanan.. Terimakasih Nusantaride.. Terimakasih Dieng.. Alhamdullilah ya Alloh.. Kau berikan kami kesempatan untuk dapat menikmati keindahan Dieng sebagai salah satu bukti keagunganMu..

Kudu harus keenam sebelum berangkat dari Dieng : toet..toet.. brem..brem.. kami meninggalkan Dieng untuk suatu hari nanti kembali lagi…


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: