Ke Muara Angke Makan Sea Food di Serpong

14 11 2013

 

 

Setelah sengaja nyasar (baca:touring) bersama teman kantor untuk menyusur pantai Banten sebelah utara, saatnya untuk mengadakan acara keluarga.. diputuskan untuk makan malam sekeluarga sekaligus menikmati suasana wisata di Jakarta yaitu menikmati suasana malam di Muara Angke Jakarta

Kenapa Muara Angke..?? dari berbagai cerita hasil browsing di internet sepertinya kalau ke Muara Angke sekeluarga selain bisa nikmatin masakkan ikan laut segar juga terdapat beberapa tempat yang dapat dijadikan wisata malam seperti pasar ikan, pelelangan ikan dan tempat bersandarnya perahu penangkap ikan.. wah sepertinya bakalan menarik nich acara keluarga…

Berikut sekilas mengenai Muara Angke dari sumber wikipedia


Muara Angke terkenal sebagai tempat penjualan ikan laut segar dan ikan bakar di Jakarta. Memang di sini terdapat fasilitas tempat pendaratan dan pelelangan ikan, dan juga pasar ikan.


Restoran ikan bakar mulai tersedia sekitar tahun 1994, ketika RM (rumah makan) Ikan Bakar dan RM Sinar Muara hadir di sini. Sejak saat itu, tempat ini mulai dikenal para penikmat makanan untuk mendapatkan ikan bakar yang segar, enak dan relatif murah. Kini restoran ikan bakar telah banyak jumlahnya, namun uniknya restoran-restoran ini hanya menyediakan jasa memasak ikan. Pengunjung harus membeli ikan sendiri di pasar ikan yang berdekatan, dan kemudian menyerahkannya ke restoran untuk diolah: dibakar, digoreng dan lain-lain sesuai keinginan. Sayangnya, para pedagang ikan segar ini seringkali tidak jujur dalam timbangannya.


Di areal seluas 65 hektare ini juga terdapat pusat kegiatan Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT). Berbagai jenis ikan asin, pindang dan asap dihasilkan di sini. Selain tempat pengolahan dan penjemuran ikan, di bagian ini juga terdapat beberapa toko yang menjual ikan asin dalam partai besar maupun eceran. Sebagian ikan asin yang dihasilkan dikirim antar pulau atau diekspor.
Lapak pedagang ikan segar di sepanjang kaki lima. Pasar ikan yang sebenarnya terletak dalam gedung besar dibelakangnya.


Pemukiman nelayan terdapat di bagian barat dan selatan. Kebanyakan perahu-perahu nelayan memang disandarkan di sepanjang tepian Kali Angke di barat dan selatan wilayah ini. Dok kapal nelayan dan tambak uji coba terdapat di bagian utara. Di samping itu, di kawasan ini juga terdapat kompleks rumah susun untuk nelayan, terminal bus dan angkutan kota, serta SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum)

Waktu ditetapkan malam minggu tanggal 3 November 2012, berangkat menjelang malam dari Serpong mempergunakan Jawara our xenia sekeluarga..

Perjalanan menuju Muara Angke malam minggu ternyata merupakan perjuangan tersendiri.. keluar tol menuju jalan Jembatan Tiga Jakarta Utara. dihadapkan pada kemacetan..lancar namun setelah itu memasuki kawasan Muara Angke, kami dihadapkan pada kemacetan kembali karena jalan yang lebar sebagian dipergunakan untuk para pedagang pasar ikan dan mobil yang terparkir.. jalan yang becek karena hujan rintik-rintik sewaktu memasuki kawasan pasar ikan Muara Angke..

Tapi sebelum menikmati makan malam, kami sepakat untuk mengarahkan kendaraan ke pelabuhan kapal penangkap ikan.. masuk terus melewati pelelangan ikan yang sudah tutup.. parkirin mobil dekat kapal-kapal tradisional berlabuh.. turun dari mobil langsung tercium bau amis.. tapi nggak apa-apa..

001 muara angke

Kami terkagum-kagum dengan ukuran kapal penangkap ikan yang besar dengan hiasan lampu yang banyak di setiap perahu.. kami mendekati sebuah perahu yang sedang dijaga.. samperin orangnya.. sampaikan bahwa kami terutama anak-anak ingin mengetahui mengenai perahu dan kegiatan mencari ikan..

Orang yang jagain ternyata adalah awak kapal yang ditugaskan untuk nungguin kapal.. dan dengan senang hati menceritakan bagaimana beliau dan rekan-rekannya mencari ikan

Wuih ternyata kapal pencari ikan ini jauh juga ya mencari ikannya.. ada yang sampai ke kalimantan segala hingga mendekati perbatasan negara.. tergantung musim ikan.. lampu-lampu yang bergelantungan banyak ternyata untuk memikat ikan mendekati perahu dan setiap lampu berkekuatan hingga ribuan watt.. waduh terang banget ya… didapat informasi juga bahwa setiap perahu yang berangkat berlayar menghabiskan waktu hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan di laut sebelum kembali.. anak-anak sangat tertarik mendengar cerita yang disampaikan oleh awak kapal tersebut yang dengan senang hati berbagi pengalaman kepada kami..

Setelah puas mendengar cerita awak kapal, kami pamit dan mengucapkan terimakasih atas cerita yang disampaikan.. anak-anak dimobil bilang bahwa ternyata lama juga ya perginya dan nggak ngebayangin hidup di kapal yang sempit gitu berlama-lama.. diriku nimpalin jadi nggak apa-apa khan kalau ayahnya touring.. nggak nyampe berbulan-bulan.. eh anak-anak langsung nimpalin juga.. iya tapi kalau nelayan pergi lama pulangnya bawa ikan yang bisa dijual.. kalau ayah pulangnya bawa cucian kotor.. diriku dan my lovely wife ketawa mendengarnya… hahahaha.. iya juga ya.. senda gurau diantara kami terjalin di dalam mobil.. dan kami makin senang karena sekarang kami menuju restoran makanan laut.. yuk makan masakan ikan laut segar..

002 muara angke

Memasuki tempat restoran.. kami langsung disamperin beberapa orang dan mengarahkan ke tempat parkir.. wah baik nich orang-orang.. membantu mengarahkan parkir.. namun sewaktu kami turun.. orang-orang tadi langsung menyerbu dan menawarkan bahkan memaksa kami untuk menuju satu restoran.. kami bilang bahwa kami ingin jalan-jalan dulu melihat-lihat seputaran wilayah tersebut.. namun orang-orang tersebut tanpa henti mengikuti kami.. kami mulai tidak merasa nyaman karena orang-orang tersebut yang semakin memaksa kami apalagi kalau ada orang lain yang mendekati kami untuk menawarkan restoran lain.. waduh.. keinginan kami untuk menikmati suasana pasar dan lingkungan restoran langsung hilang.. nggak bakalan nikmat nich makan malam.. ternyata bukan hanya kami saja yang dikerumunin dan dipaksa untuk masuk sebuah restoran.. ternyata setiap pengunjung juga mengalami hal yang sama

003 muara angke

Karena suasana sudah nggak enak banget.. akhirnya diputuskan untuk kembali ke mobil dan pulang.. makan ikan lautnya di restoran dekat rumah saja ya.. disana kita lebih enak untuk milih dan makannya.. jauh dari kerumunan orang-orang yang memaksa kami…

004 muara angke

Balik naik ke mobil.. mari kita pulang kembali ke rumah..lewatin pasar ikan… batal untuk nikmatin malam minggu sekeluarga dengan makan ikan laut segar di Muara Angke.. sayang ya.. pengunjung yang datang ke Muara Angke khan ingin nikmatin keseluruhannya mulai dari nikmatin jalan-jalannya.. nikmatin milih restorannya.. nikmatin milih menunya..nyantap hingga pulang.. semua itu gagal karena kerumunan orang-orang yang memaksa setiap pengunjung.. yang bagi kami sudah sangat mengganggu dan sangat-sangat nggak nyaman..

Kami kembali pulang dengan kenangan yang tidak indah mengenai Muara Angke.. jalan kesana yang macet, becek saat hujan, pedagang di pasar ikan yang menggelar dagangannya hingga ke jalan mempersempit ruas jalan menuju lokasi adalah perjuangan sebelum dapat menikmati masakan ikan laut… namun kerumunan dan paksaan kepada pengunjung lah yang menambah kekecewaan kami sehingga akhirnya diputuskan untuk membatalkan menikmati udara malam sambil bersantap masakan ikan laut segar di Muara Angke Jakarta

Akhirnya sebelum sampai rumah kami mampir dulu ke restoran ikan laut di Serpong .. nikmatin malam minggu bersama sekeluarga..


Aksi

Information

One response

20 01 2014
wisnuwidiarta

Jadi males ke sana… thx for the review

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: