Nyasar kok tahu jalan..

11 11 2013

 

 

tangan nyali nantang

Touring menyusuri pantai Propinsi Banten menjadi salah satu target pencapaian diriku setelah melakukan perjalanan solo touring Jawa-Bali-Lombok dimana saat itu pulau Jawa bagian barat belum terjelajahi sepenuhnya

000 pesisir banten

Rencana touring menyusuri pantai Banten dari utara hingga selatan sebenarnya sudah mendapatkan persetujuan dari my lovely wife, namun belum ditentukan tanggalnya.. keinginan tersebut muncul lebih kuat setelah Python my meggy dipasang velg baru, ditambah mesin udah ok dan terutama udah laaammmaa banget nggak touring… touring terakhir sekitar sebulan yang lalu..

Sewaktu nyodorin kalender ama tujuan touring bulan Oktober 2012 ini ke my lovely wife.. rutenya adalah pesisir Banten waktu pelaksanaan minggu terakhir bulan Oktober 2012 berangkat Juma’t malem.. pulang senin subuh.. my lovely wife membolehkan.. tapi kayaknya sendirian.. my lovely wife tidak bisa ikut karena anak-anak nggak libur dan nggak ada yang bisa dititipin.. baiklah bunda.. kali ini solo touring pesisir Banten..

Masuk kantor hari Senin minggu terakhir bulan Oktober 2012 mendapatkan informasi bahwa kantor akan berpartisipasi pada kegiatan yang berhubungan dengan tanggap bencana, diriku ditugaskan untuk ikut bersama beberapa teman relawan di kantor.. lokasi Serang Banten waktu akhir bulan Oktober 2013.. ehm.. bisa sekalian nyusur pantai Banten nich.. sampaikan bahwa diriku akan mempergunakan sepeda motor ke acara.. dapat ijin dari ketua rombongan.. siip.. tinggal cari teman seperjalanan… pengumuman ke anggota tim lainnya adakah yang akan membawa sepeda motor juga… akhirnya ada satu teman yang bersedia untuk membawa sepeda motor juga… katanya ingin sekali-kali touring.. tapi nggak usah kemana-mana.. ketempat lokasi acara saja, begitu pintanya.. hayuk.. janjian untuk riding bareng ditentukan keberangkatan tanggal 30 Oktober 2012 pukul 5 pagi.. start dari kantor..

Kamis 30 Oktober 2012 pukul 4 pagi berangkat dari rumah menuju tempat pertemuan di kantor.. sekitar 30 menit dari rumah menuju kantor.. teman sudah menunggu.. tidak lama kemudian adzan sholat subuh berkumandang.. tunaikan kewajiban sebagai mahluk ciptaan Tuhan dan sekaligus berdoa diberikan kelancaran dan keamanan melaksanakan perjalanan yang akan dilakukan.

Selesai menunaikan kewajiban sholat subuh.. prosedur standar apabila akan touring bareng.. diskusi mengenai rencana perjalanan, rute.. saling mengechek kesiapan kendaraan dan pengendara.. semua ok.. pasang GPS.. tentukan tujuan..sip menjelang pukul 5 pagi berangkat..

Ambil rute Tangerang menuju jalan raya Serang.. lancar.. nggak lama kemudian gerimis.. mlipir terlebih dahulu untuk pake jas hujan.. lanjut… perjalanan lancar.. memasuki daerah Kecamatan Kibin mulai macet..cet.. tertahan.. kendaraan umum, bis, truk, kendaraan pribadi, motor, bubarnya pekerja di beberapa pabrik, yang mau pergi ngantor serta pasar adalah penyebab macetnya lalulintas.. Python nggak bergerak.. parkir di jalan.. waduh.. GPS di set untuk cari rute alternatif karena macet.. mengarahkan untuk ambil belokan ke kanan ke jalan Kibin.. berupaya keras keluar dari kemacetan parah.. akhirnya bisa juga ngikutin rute rekomendasi GPS… tangan kaki pegel karena kemacetan tadi.. ditambah perut laper karena minta sarapan, akhirnya di sebuah warung berhenti untuk beristirahat sekaligus sarapan..

002a kibin nyasar

Lima belas menit istirahat dan menikmati nasi uduk serta secangkir kopi.. hujan telah reda..ganti jaket.. lanjut..menyusuri jalanan desa yang berlobang.. akhirnya ketemu lagi jalan raya Serang… belok kanan lanjut lancar hingga Serang..

Pukul delapan pagi tiba lokasi.. GOR Serang Banten.. sudah ada beberapa peserta dari instansi lain.. rombongan dari kantor belum kelihatan.. ngopi aja dulu.. namun lihat tunggangan kok pada kotor banget ya… akhirnya diputusin buat mandiin tunggangan terlebih dahulu sambil nungguin rombongan rekan dari kantor tiba di tempat acara.

003 tujuan pertama nyasar

004 kinclong nyasar

Tunggangan udah pada kinclong.. yuk balik ke tempat acara.. rombongan kantor telah ada.. ikutin susunan acara yang telah ditetapkan…

Jam istirahat siang.. hm kemana ya… ajakin teman riding buat jalan-jalan seputar lokasi acara.. teman setuju.. hayu… diriku bilang kita nggak kemana-mana hanya keliling kota seputar lokasi saja…. rencana menyusuri jalanan kota Serang.. sengaja GPS nggak dipasang toh cuma keliling kota Serang.. he.he..he.. padahal rencana sich mau diajakin ke tempat wisata di Serang yaitu Mesjid Agung Lama Banten yang sebelumnya didapatkan sewaktu nyari tempat wisata di Serang…

Diriku mengendarai Python di depan sebagai penunjuk jalan.. kubawa melintas kota Serang terus keluar kota.. ada petunjuk jalan menuju Mesjid Agung Lama Banten.. belok.. teman nggak protes.. jalan terus… ikutin jalan melintasi persawahan dengan pemandangan indah.. melintasi bangunan sepertinya itu yang dimaksud keraton lama Banten sesuai informasi dari internet.. lanjut.. akhirnya tiba juga di pintu gerbang Mesjid Agung Lama Banten.. memasuki lapangan rumput berhenti di depan menara mesjid.. sebelum ditanya..bilang dulu..yuk photo-photo dulu.. eh teman bilang.. lho jauh bener ya jalan-jalannya… terus ini dimana… dibilangin aja bahwa diriku salah ambil belokan sewaktu di kota Serang tadi.. dan nyasar hingga disini.. ini namanya Mesjid Agung Lama Banten.. salah satu tempat wajib kunjung bila wisata ke Serang.. teman ternyata nggak protes malah kelihatan senang.. oh ini namanya Mesjid Agung Lama Banten.. yak sekalian aja sholat dzuhur dulu dan istirahat.. nyasar yang disengaja.. tujuan pertama tercapai.. diriku seneng.. temen seneng… setelah photo-photo di luar bersama tunggangan masing-masing, kendaraan diarahkan di tempat penitipan parkir.. yuk masuk mesjid..

004a mesjid banten nyasar

Mengamati lingkungan luar mesjid ternyata perlu penataan mengenai para pedagang.. banyaknya pedagang dari pintu masuk hingga pelataran mesjid sedikit mengganggu untuk melihat dan mengagumi bangunan Mesjid Agung Lama Banten ini.. belum sampahnya.. kondisi umum tempat wisata di Indonesia.. yuk kita jaga kebersihan dan kenyamanan tempat wisata agar makin banyak wisatawan yang senang dan puas dengan tempat wisata kita apalagi ini bangunan mesjid agar lebih khusu lagi para wisatawan yang sengaja berziarah kesini..

004b mesjid banten nyasar

Sekilas mengenai Mesjid Agung Lama Banten bersumber dari internet :


Mesjid Agung Banten (disadur dari http:// http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Agung_Banten)

Masjid ini dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), sultan pertama dari Kesultanan Banten. Ia adalah putra pertama dari Sunan Gunung Jati.

Masjid Agung Banten terletak di Desa Banten Lama, sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang. Akses ke lokasi dapat dituju dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Dari terminal Terminal Pakupatan, Serang menggunakan bis jurusan Banten Lama atau mencarter mobil angkutan kota menuju lokasi selama lebih kurang setengah jam.

Salah satu kekhasan yang tampak dari masjid ini adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda China yang juga merupakan karya arsitek Cina yang bernama Tjek Ban Tjut. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.

Di masjid ini juga terdapat kompleks pemakaman sultan-sultan Banten serta keluarganya. Yaitu makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar. Sementara di sisi utara serambi selatan terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin, dan lainnya.

Masjid Agung Banten juga memiliki paviliun tambahan yang terletak di sisi selatan bangunan inti Masjid ini. Paviliun dua lantai ini dinamakan Tiyamah. Berbentuk persegi panjang dengan gaya arsitektur Belanda kuno, bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Hendick Lucasz Cardeel. Biasanya, acara-acara seperti rapat dan kajian Islami dilakukan di sini. Sekarang bangunan ini digunakan sebagai tempat menyimpan barang-barang pusaka

Menara yang menjadi ciri khas Masjid Banten terletak di sebelah timur masjid. Menara ini terbuat dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 meter, diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 meter. Semua berita Belanda tentang Banten hampir selalu menyebutkan menara tersebut, membuktikan menara itu selalu menarik perhatian pengunjung Kota Banten masa lampau.

Untuk mencapai ujung menara, ada 83 buah anak tangga yang harus ditapaki dan melewati lorong yang hanya dapat dilewati oleh satu orang. Pemandangan di sekitar masjid dan perairan lepas pantai dapat terlihat di atas menara, karena jarak antara menara dengan laut yang hanya sekitar 1,5 km.

Dahulu, selain digunakan sebagai tempat mengumandangkan adzan, menara yang juga dibuat oleh Hendick Lucasz Cardeel ini digunakan sebagai tempat menyimpan senjata.

004c mesjid banten nyasar


Tambahan informasi lain (sumber : http://bantenculturetourism.com/?p=1040)
Di halaman sisi utara terdapat makam keluarga kesultanan, dan beberapa makam kuno lainnya. Dalam ruang makam yang terletak di sisi utara masjid, terdapat 9 buah makam Sultan dan keluarganya, antara lain Maulana Hasanuddin dan istrinya, Pangeran Ratu, Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Abu Nashr Abdul Kahhar (Sultan Haji). Makam-makam lainnya merupakan makam para panglima ataupun keluarga Sultan. Sebagian besar nisan dan jirat makam dicat dengan warna putih. Di serambi kanan yang terletak di sisi selatan masjid, terdapat makam Sultan Maulana Muhammad, Sultan Zainul Abidin, Sultan Abudul Fattah, Pangeran Aria, Sultan Mukhyi, Sultan Abdul Mufakhir, Sultan Zainul Arifin, Sultan Zainul Asikin, Sultan Syarifuddin, Ratu Salamah, Ratu Latifah dan Ratu Masmudah.

004d mesjid banten nyasar

Setelah melaksanakan kewajiban sholat dzuhur dan menikmati keagungan mesjid Agung Lama Banten.. saatnya kembali ke lokasi acara.. menuju tempat parkir tunggangan.. terlihat jembatan yang terputus.. diriku tertarik menuju kesana.. ternyata jembatan tersebut menghubungkan antara tempat wisata dan perkampungan… namun sudah terputus.. sungai agak besar namun terputus.. sewaktu ditanya ke salah satu penjual yang katanya penduduk asli sana diperoleh informasi bahwa dulunya sungai tersebut merupakan sarana dari pantai hingga ke mesjid dan keraton..

Perjalanan pulang.. melintasi kembali bangunan seperti bekas benteng.. ah mampir dulu…bekas bangunan megah dan kokoh terlihat dari bekas bangunan tersebut.. sayang pintu gerbang ditutup.. karena waktu sudah siang harus kembali ke lokasi acara, maka kami hanya photo-photo di depan bangunan tersebut…

004e keraton surosowan nyasar

Cari informasi mengenai bangunan tersebut di internet.. diriku mendapatkan informasi ternyata bangunan tersebut adalah bekas keraton kesultanan Banten yang dikenal dengan nama Situs Istana Surosoan, berikut adalah uraian yang didapat dari internet mengenai bangunan tersebut..


Istana Keraton Surosowan (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Kuno_Banten)

Situs Istana Surosoan yang merupakan Kediaman para Sultan Banten, dari Sultan Maulana Hasanudin hingga Sultan Haji yang pernah berkuasa pada tahun 1672-1687, Istana ini dibangun pada tahun 1552. Dibanding Istana Kaibon yang terlihat masih berupa bangunan, Istana Surosoan, hanya tinggal berupa sisa-sisa bangunannya saja. Sisa bangunan megah ini berupa Benteng yang terbuat dari batu merah dan batu karang dengan tinggi 0,5 – 2 meter. Ditengahnya terdapat kolam persegi empat. Konon, kolam tersebut adalah bekas pemandian para putri termasuk Rara Denok. Dengan luas sekitar 4 hektar. Bangunan sejarah ini dihancurkan oleh Belanda pada masa kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa tahun 1680.

Yuk balik lagi.. agar tidak tersesat lagi.. kupasang GPS dan di set tempat lokasi acara… jalanan lancar.. masuk kembali ke kota Serang akhirnya sampai juga di lokasi acara… ditanya oleh teman-teman yang lain sudah dari mana saja… diriku sampaikan bahwa kami nyasar waktu jalan-jalan tadi dan nyasarnya hingga Mesjid Agung Lama Banten… hahaha…

Kegiatan selanjutnya adalah mengikuti rangkaian acara dari siang hingga malam.. menjelang malam kami berdua ditugaskan untuk menjaga stand pameran perusahaan kami, sedangkan rekan-rekan yang lain ke tempat akomodasi yang telah disiapkan untuk mandi, makan dan beberapa langsung tidur.. hadeuh.. jadi penjaga… nggak bisa ditinggal karena stand kami terbuka dan ada beberapa perbekalan teman kantor yang ditinggal.. terpaksa jadi penjaga.. ngobrol sana-sini.. disela-sela obrolan kami ngomongin tempat wisata di Serang dan Banten.. eit.. teman bilang bahwa belum pernah ke pantai Anyer dan Karang Bolong.. penasaran katanya…diriku sampaikan bahwa pantai Anyer dan Karang Bolong merupakan wisata terkenal di Banten… percuma ke Banten kalau belum ke pantai Anyer dan Karang Bolong.. teman bilang nanti kalau ada kesempatan khusus lain waktu ngajakin touring ke Pantai Anyer dan Karang Bolong… hayuk kata diriku…

Menjelang tengah malam, beberapa teman kantor balik ke stand pameran untuk mengambil barang dan akan istirahat katanya karena yang lain juga sudah istirahat.. kamipun diminta untuk ke tempat akomodasi yang sudah disiapkan tempat untuk tidur..

Diriku ngajak ke teman agar sebelum istirahat kita ngopi dulu yuk di kota Serang.. nikmatin malam kota Serang… teman setuju.. tapi GPS di pasang biar nggak nyasar katanya… ok.. pasang GPS.. tapi sinyal ke satelit kumatikan… he..he..he.. ada agenda tersembunyi.. buat nyenengin temen…

005 siap nyasar

Kami berdua menyusuri jalanan.. dan bukan dibawa ke kota Serang tapi menuju keluar kota Serang ke arah Cilegon…

Memasuki kota Cilegon diriku bilang bahwa kayaknya kita nyasar lagi.. GPS tidak bisa dapat sinyal dari satelit.. gimana donk..?? teman bilang ya lanjut aja.. nanti kita tanya penduduk… baiklah… Python bergerak dan sengaja kubawa kearah Anyer… memasuki daerah pabrik baja Krakatau Steel jalanan jelek sedang ada perbaikan jalan.. lobang-lobang besar mengganga mengharuskan kami berhati-hati.. agak pegel juga nich.. pukul dua pagi.. berhenti dulu ah di sebuah minimart selepas Krakatau Steel.. temen nanya kemana kita.. wah kayaknya kita nyasar ke Anyer nich.. dan kalau sudah disini sayang kalau balik lagi.. udah nanggung kalau balik lagi.. mending terus aja.. nanti kita cari tempat istirahat di daerah Anyer… teman kelihatannya antara nggak tahu.. nggak ngerti.. kesel.. senang.. ngantuk akhirnya mengiyakan..

Setengah tiga pagi lanjut.. jalanan sepi banget.. mata mulai nguantuk nggak ketahan.. tapi tidak menemukan tempat istirahat yang cocok.. pukul setengah empat pagi ngantuk nggak ketahan.. akhirnya Python kubelokan ke warung di daerah pantai Anyer yang tutup namun ada bale-bale di depannya.. yuk istirahat disini.. teman langsung mengiyakan..

Istirahat sebentar.. tapi kok sepi banget yak.. lokasi warung jauh dari rumah atau warung lainnya.. tidur nggak ya?? Mata coba tidur.. tapi beberapa kali terbangun karena terdengar suara motor yang sama bolak-balik.. duduk terlihat ada bayangan orang di kejauhan sedang mendekati tempat kami beristirahat.. insting kok nggak enak.. ambil keputusan ajakin temen untuk pindah cari tempat isitirahat.. daripada-daripada mendingan-mendingan… berangkat lagi.. nggak lama sampai di Karang Bolong.. masuk tempat parkiran yang ada beberapa warung masih buka.. parkirin motor di depan sebuah warung… minta ijin untuk istirahat.. diijinin.. istirahat dulu ah.. tapi biar istirahatnya nikmat.. isi perut dulu sekalian biar yang punya warung seneng juga ditempatin kita beristirahat… pesen mie rebus dan teh manis.. selanjutnya tidur…

Pukul tujuh pagi bangun.. teman nanyain dimana.. diriku bilang bahwa kita sudah ada di Karang Bolong… hah Karang Bolong teman setengah nggak percaya.. iya kata diriku.. khan sesuai keinginan.. katanya pengin tahu Karang Bolong.. nich sudah sampe… tuch pantai Karang Bolongnya di depan.. hahaha…

006 karang bolong nyasar

Cuci muka.. pesan sarapan… selanjutnya masuk tempat wisata Karang Bolong… nikmatin pemandangan.. teman kelihatannya seneng banget sudah tahu Karang Bolong… biarin temen nikmatin sepuasnya pemandangan di Karang Bolong..

Sekilas mengenai tempat wisata Karang Bolong bersumber dari internet


Karang bolong (sumber : http:// http://legendabanten.blogspot.com/2013/03/asal-muasal-karang-bolong-di-anyer.html)

Pada awalnya, pantai yang berada di ruas jalan utama Anyer-Carita ini dikenal dengan nama Pantai Karang Suraga. Nama ini diambil dari Suryadilaga, nama orang sakti mandraguna pada zaman dahulu yang bertapa di tempat ini hingga akhir hayatnya. Meski Suryadilaga telah lama meninggal, masyarakat sekitar pantai ini meyakini bahwa ia masih hidup dan bermukim di pantai tersebut.

Dalam perkembangan selanjutnya, perlahan-lahan nama Karang Suraga memudar dan berganti nama menjadi Karang Bolong. Hal ini disebabkan adanya sebuah batu karang besar yang di tengahnya berlubang (bolong) dan membentuk sebuah lengkungan. Salah satu ujung karangnya berada di tepi pantai, sementara ujung karang yang satu lagi menghadap ke laut lepas.

Nama Pantai Karang Bolong diambil dari karang yang besar dan berlubang ditengah nya atau bolong.. Karang Bolong merupakan karang besar yang berlubang di tengahnya, menurut perkiraan para ahli, diperkirakan akibat letusan gunung Krakatau pada tahun 1883.

Pantai Karang Bolong berbentuk lengkung yang sangat lebar dan menghadap langsung ke laut lepas. Oleh pengelola pantai ini, beberapa bagian karang diberi anak tangga agar pengunjung bisa menaiki karangnya hingga bagian atas. Dari tempat ketinggian di atas karang itulah para pengunjung bisa menikmati pemandangan laut.

Setelah puas nikmatin Karang Bolong, diriku mengajak untuk balik lagi ke Serang tapi jangan balik arah karena jalannya jelek.. kita lanjut aja nanti kita ambil jalur pintas.. teman bilang nyasar lagi nggak..?? nggak kata diriku.. GPS kayaknya sudah benar nich.. sudah bisa dapat sinyal dari satelit.. he..he..he.. padahal diriku yang sengaja mengaktifkan kembali sinyal satelit di GPS…

Pukul delapan pagi.. lanjut ke Serang.. berhenti di beberapa pantai wisata.. memastikan dengan bertanya ke penduduk arah ke Serang lewat Jiput sesuai rekomendasi GPS.. cocok.. yuk lanjut lewat Jiput..

007 jiput nyasar

Perjalanan memasuki Jiput ternyata asyik juga… jalanan mulus berkelok.. tanjakan..turunan pemandangan indah.. pokoknya asyik.. beberapa kali berhenti untuk ambil photo di daerah Jiput..

Selepas Jiput mamasuki wilayah Pandeglang.. terbaca papan petunjuk tempat wisata Batu Qur’an.. teringat informasi dari internet mengenai tempat wisata di Banten dan penasaran.. kuputuskan untuk mampir dulu ke tempat wisata Batu Qur’an

Menyusuri jalan perkampungan akhirnya ada tulisan Batu Qur’an, parkirin tunggangan di sebuah warung.. ngopi dan makan sambil tanya wisata Batu Qur’an.. diperoleh informasi bahwa untuk menuju lokasi Batu Qur’an harus jalan kaki ke arah sebuah gang dan kendaraan tidak bisa masuk..

008 batu quran nyasar

Setelah makan dan ngopi.. jalan kaki menyusur jalanan yang banyak penjual menuju gang yang dimaksud… ketemu gang nya.. masuk.. tidak berapa lama terlihat kolam.. diminta terlebih dahulu untuk memberikan sumbangan sukarela oleh yang jaga..

Lokasi Batu Qur’an terasa teduh… ada kolam sebelah kiri dekat bangunan mesjid, terlihat beberapa rombongan pengunjung.. terlihat juga beberapa orang sedang mengelilingi sebuah batu di tengah kolam.. berdasarkan informasi dari yang jaga bahwa batu tersebut merupakan Batu Qur’an dan diceritakan pula mengenai sejarah Batu Qur’an tersebut.. disebelah kiri disebutkan pula ada kolam untuk wanita..

batu quran

Cerita mengenai Batu Qur’an ternyata banyak terdapat di internet dan sesuai dengan cerita yang disampaikan oleh penjaga.. namun karena diriku lupa mengenai tokoh-tokoh dan kapan terjadinya maka mengenai Batu Qur’an diriku mencuplik dari beberapa uraian di internet


(sumber : http://waliyuallahliveforever.blogspot.com/2011/11/wisata-ziarah-waliyuallah-pandegelang.html)
Penduduk Pandegelang terkenal sebagai penganut agama Islam yang taat. Berada di kota yang terkenal dengan Islam yang kuat membuat saya penasaran siapakah tokoh yang menyebarkan dan mengajarkan Islam di daerah Pandegelang. Ternyata orang yang berjasa tersebut adalah Syekh Maulana Mansyur. Beliau dimakamkan di Cikaduen, Pandeglang. Peninggalan Syekh Maulana Mansyur yang terkenal adalah Batu Quran yang terletak di kaki Gunung Karang, di Desa Kadubumbang Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat. Letaknya arah Cimanuk, 7 km dari pertigaan Cimanuk ada belokan ke kiri 300m (Sebelum pemandian Cikoromoy). Banyak peziarah yang datang Batu Quran dalam rangka wisata religi.

Untuk mencapai Kawasan Batu Quran kita harus menuruni tangga berbatu. Tidak jauh dari parkiran mobil, lokasi Batu Quran berada di bawah pohon beringin besar dan rindang. Bila berbicara Batu Quran banyak orang menyebutnya Pemandian Batu Quran karena karena banyak orang yang datang ke Batu Quran untuk mandi dan berendam. Dengan air suci dari Batu Quran banyak orang telah sembuh penyakitnya. Untuk berendam sendiri kolam yang terdapat Batu Quran khusus untuk kaum lelaki. Bagi perempuan terdapat tempat tersendiri untuk berendam tempatnya lebih tertutup. Sayang sekali, tidak terdapat kamar mandi untuk berganti baju. Sebelum berendam, juru kunci Batu Quran mengajak peziarah untuk memasuki mesjid di samping kolam Batu Quran untuk membaca tawasul atau doa untuk Syekh Maulana Mansyur.

Sejarah dari Batu Quran berkaitan erat dengan Syekh Maulana Mansyur, ulama Banten yang terkenal di abad ke 15. Sejarah resmi tidak saya temukan mengenai Batu Quran di Cibulakan ini. Menurut penuturan penjaga Batu Quran, lokasi di mana Batu Quran ini dahulu adalah pijakan kaki Syekh Maulana Mansyur ketika hendak pergi berhaji ke tanah suci, Mekah. Dengan membaca basmalah sampailah beliau ke tanah suci, Mekah. Ceritapun berlanjut ketika Syekh Maulana Mansyur pulang dari Mekkah muncul bersama dengan air dari tanah yang tidak berhenti mengucur. Penjaga Batu Quran menyakini bahwa air yang mengucur tersebut adalah air zam zam.
Derasnya air tersebut menggenai daerah sekitar dan tidak berhenti. Syekh Maulana Mansyur kemudian bermunajat kepada Allah dengan sholat 2 rakaat di dekat keluarnya air (lokasi tersebut dikenal dengan batu sajadah). Selesai shalat beliau kemudian mendapat petunjuk untuk menutup air tersebut dengan al Quran. Atas izin Allah air tersebut berhenti mengucur dan al Quran tersebut berubah menjadi batu sehingga batu tersebut dinamakan Batu Quran.

Ada sumber yang menyatakan bahwa batu Quran adalah adalah replika dari Batu Quran yang ada di SangHyang Sirah, Taman Nasional Ujung Kulon yang berkaitan erat dengan sejarah Sayidina Ali, Prabu Kian Santang dan Prabu Munding Wangi. Sejarah Prabu Kian Santang (anak Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran) dikisahkan bahwa beliau belajar agama Islam di tanah suci, Mekkah pada Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Setibanya di tanah air, Prabu Kian Santang kemudian beruzzlah ke Gunung Suci, Garut, Jawa Barat dan dikenal dengan sebutan Sunan Rahmat Suci. Untuk lebih mengetahui ajaran islam mengenai khitan maka Prabu Kian Santang menyuruh utusannya untuk belajar kepada Sayidina Ali bin Abi Thalib di jazirah Arab.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib kemudian pergi ke nusantara untuk menyerahkan kitab suci al Quran kepada Prabu Kian Santang tetapi Prabu Kian Santang telah meninggalkan tempat tersebut dan pergi menemui Prabu Munding Wangi yang telah tilem di Sanghyang Sirah, Ujung Kulon. Mendengar berita tersebut Sayidina Ali bin Abi Thalib mengejar ke Sanghyang Sirah tetapi Prabu Kian Santang telah pergi. Prabu Munding Wangi menerima kitab Al Quran disimpannya di dalam kotak batu bulat. Kemudian kotak batu berisi Al Quran tersebut ditaruh di tengah batu karang yang dikelilingi oleh air kolam yang sumber airnya berasal dari tujuh sumber mata air (sumur).

Tambahan informasi dari internet
(sumber : http://xtreme23koe.blogspot.com/2012/12/batu-quran-di-cibulakan-pandeglang.html)

Para peziarah yang datang meyakini air dari kolam Batu Qur’an memiliki khasiat sebagai obat. Kemudian, bagi yang bisa menyelam dan berenang sambil mengitari batu Qur’an sebanyak tujuh kali, permintaannya akan terkabul. Masih banyak hal-hal lain yang diyakini para peziarah. Namun, yang paling meyakinkan adalah Batu Qur’an berkaitan erat dengan nama Syekh Maulana Mansyur, seorang ulama terkenal di jaman kesultanan Banten abad ke-15.

Badan sudah mulai segar kembali.. saatnya untuk melanjutkan perjalanan menuju Serang… perjalanan dari Batu Qur’an menuju Serang berjalan lancar… sekitar pukul tiga sore akhirnya tiba di lokasi acara.. beberapa teman menanyakan darimana.. kubilang bahwa kami nyasar.. nyasarnya kebablasan hingga Anyer, Karang Bolong dan Pandeglang… walah nyasar kok sampai Anyer dan Karang Bolong… hahaha.. namanya juga nyasar.. bisa kemana aja… kebetulan aja diriku sudah hapal tempat yang dikunjungi hapal sekalian nganter teman yang pengin tahu Anyer sama Karang Bolong.. jadi sengaja nyasar..

Siang sampai malem kembali ikutin acara.. malamnya bales tidur sepuasnya… keesokan harinya ikutan acara hingga ditutup pukul sepuluh pagi.. teman-teman kantor balik ke Tangerang.. kita berdua..?? wah sayang kalau langsung balik Tangerang lewat jalur waktu berangkat… ajakin temen buat ambil jalur lain yaitu Rangkas Bitung.. mampir dulu ke Baduy Luar.. baru sore balik ke Tangerang… hayu..tapi syaratnya nggak nyasar.. ok.. nggak nyasar.. Cuma ngandelin GPS ya.. kali ini jalannya benar-benar nggak tahu…

Menjelang pukul dua belas siang mulai perjalanan menuju Baduy Luar.. perjalanan lancar.. pemandangan indah.. nikmat… nyantai saja.. pukul 3 siang tiba di daerah Sajira..

009 ciboleger nyasar

cuaca mulai mendung.. lanjut.. nggak lama kemudian hujan besar di daerah Ciboleger.. berhenti dulu pukul setengah enam di sebuah warung karena hujan dan laper.. makan mie rebus buat ngangetin dan sekalian tunaikan kewajiban sholat maghrib… bertanya ke yang punya warung mengenai Baduy Luar.. mendapat info bahwa perjalanan ke sana tinggal 30 menit lagi.. namun harus ninggalin motor di terminal sebelum jalan ke perkampungan Baduy Luar.. wah sekarang sudah pukul setengah tujuh malam.. hujan.. pasti sudah gelap benar kalau dipaksa kesana.. diskusi sebentar.. diputuskan untuk balik saja.. sangat beresiko malam ninggalin motor dan jalan ke perkampungan Baduy Luar.. lain kali saja… kita kesana..

Hujan masih deras.. kita balik arah… berhenti dulu di kota Rangkas Bitung untuk ngopi.. lanjut.. perjalanan tersendat menuju Tangerang karena banyaknya perbaikan jalan.. di daerah Jawilan, Leuwinanggung hingga ketemu lagi Jalan Raya Serang.. tersendat karena jalan yang berlobang dan antrian truk… jalanan kembali lancar memasuki jalan Raya Serang namun musti hati-hati karena malam dan ramenya lalulintas..

Akhirnya pukul satu dinihari kami tiba di Tangerang.. berpisah ke rumah masing-masing.. pukul setengah dua tiba di rumah.. nggak perlu turunin barang.. standarin Python kunci pintu garasi… cuci muka.. masuk kamar.. zzzz..zzzzz

010 service nyasar

Bangun agak siang keesokan harinya.. beresin barang.. ke bengkel ah buat ngembaliin stamina Python agar siap dibawa lagi…

Sepulang dari service Python.. dirumah kubuka google maps dan memasukan rute yang dilalui karena nyasar yang disengaja..

001 peta nyasar

Asyik juga perjalanan nyasar yang disengaja ini… diriku telah menempuh setengah pesisir pantai Banten.. temen seneng sudah tahu tempat wisata Anyer yang diinginkannya.. kami berdua bisa mengunjungi berbagai tempat wisata dalam perjalanan yang tidak bisa dilupakan.. hei teman.. yuk kita nyasar lagi nyusuri pantai Banten yang sebelah selatan… dijamin walaupun nyasar diriku pasti tahu jalan..


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: