Ujung Genteng Family Touring

16 04 2013

 

 

01 rute

Setelah melaksanakan solo touring ke Ujung Genteng sebulan yang lalu…. serta sepakat dengan my lovely wife untuk berwisata dengan seluruh keluarga ke Ujung Genteng.. penetapan tanggal dan waktu keberangkatan menjadi bahan diskusi kami sekeluarga

Walaupun susunan objek wisata yang akan kami kunjungi di Ujung Genteng telah tersusun namun tanggal serta waktu pelaksanaan harus diatur agar sesuai dengan kesibukan dan terutama kondisi anak-anak kami supaya tidak terlalu letih melakukan perjalanan jauh.. agar kami dapat menikmati wisata keluarga ini

Setelah mempertimbangkan waktu dan rencana kegiatan di Ujung Genteng serta kegiatan sekolah anak-anak..maka diputuskan hari Selasa tanggal sebelas juli dua ribu dua belas malam hari, kami akan berangkat dengan harapan sampai di tujuan pagi hari dan selama perjalanan malam anak-anak dapat tidur di Jawara our xenia.. kami merencanakan perjalanan mulai Selasa malam hingga Kamis .. dan berkemah.. kalau memungkinkan.. cuti kantor telah kuperoleh sehari sebelumnya.. yuk kita piknik ke Ujung Genteng..

Tanggal 10 Juli 2012 siang, segala sesuatu keperluan dipersiapkan.. baju ganti.. perlengkapan kemping.. rencana kegiatan ditinjau ulang.. semua siap.. masukkin perlengkapan ke mobil.. siap nanti malam berangkat..

10 Juli 2012 malam rabu pukul setengah dua belas malam, Jawara our xenia dengan muatan kami sekeluarga dan segala perlengkapannya mulai meluncur meninggalkan rumah menuju Ujung Genteng.. keberangkatan direncanakan mempergunakan rute yang berbeda dengan rute keberangkatan diriku ke Ujung Genteng tempo hari.. yaitu melalui Tegalbuleud..

Perjalanan dari Serpong malam Rabu menuju Sukabumi mempergunakan jalan Tol Dalam Kota disambung masuk Tol Jagorawi keluar Ciawi… lancar… ambil jalur Sukabumi… lancar.. tidak berapa lama GPS memberikan arahan untuk berbelok dari jalan utama menuju jalan pedesaan.. ikutin saja.. toh GPS telah di set untuk mengambil rute pendek.. mudah-mudahan rute pendek ini tidak mengarahkan kami ke jalan yang ‘aneh-aneh’ seperti yang pernah kulalui pada saat touring ke Sawarna dimana dengan route cepat ini GPS menuntun ke jalan pedesaan dan pegunungan.. tapi biarlah toh ini jalan malam.. masih banyak waktu..

Jalanan yang kami lalui ternyata melalui jalur perkampungan.. jalanan sempit dan berlobang.. jalanan masih rame.. tidak lama kemudian GPS menyarankan untuk mengambil rute Sagaranten.. ikuti… ternyata mengambil route perkampungan kembali.. tidak lama kemudian jalanan mendaki dengan perkebunan di sisi kiri dan kanan… jalanan masih bagus.. mulai sepi.. anak-anak tertidur pulas.. diriku dan my lovely wife berbincang mengenai daerah yang dilalui.. kok sepi ya…??

Pukul dua pagi kami tiba di perkampungan Tugu Pabuaran Sukabumi.. demikian suatu papan nama toko memberi tahukan lokasi dimana kami berada.. jalanan mulai berlobang.. makin kedepan kok jalanan makin hancur…

Jalanan makin rusak.. tengah malam.. sepi.. perkampungan telah terlewati.. rumah satu dua.. wah bisa berabe kalau ada apa-apa disini… rundingan sebentar sama my lovely wife.. akhirnya diputuskan untuk balik arah.. menuju jalur utama.. tujuan pertama tetap Tegalbuleud..

Menyusuri jalanan yang sama.. akhirnya kami sampai di jalur utama.. keluar di suatu terminal angkutan umum pukul empat pagi… menanyakan kepada pedagang warung kopi untuk memastikan arah yang diberikan GPS memang benar.. dijawab bahwa jalan yang akan dilalui memang benar menuju Tegalbuleud.. namun disarankan agar beristirahat dulu disana karena rute kesana melewati hutan jati dan rawan.. berbahaya kalau masuk hutan jati tersebut masih gelap.. waduh seru nich.. ya udah istirahat dululah.. cari mesjid terdekat.. sekalian nunggu adzan subuh.. rencana berangkat lagi setelah sholat subuh..

Selesai menunaikan kewajiban seorang muslim untuk sholat subuh.. kami berencana kembali melanjutkan perjalanan.. namun sebelum berangkat ada seorang bapak yang tadi barengan sholat subuh menanyakan hendak kemana.. dijawab mau ke Ujung Genteng lewat Tegalbuleud.. disarankan untuk jalan pelan saja.. biar nanti agak pagian sampai di hutan jati.. wah sama sarannya dengan yang di terminal.. baik pak.. terimakasih sarannya…

Jalan perlahan.. kondisi jalan sepi.. satu dua kendaraan yang lewat.. jalanan berliku .. pukul lima pagi kami masuki daerah sepi.. bayangan pohon jati di sisi kiri-kanan jalan… wah ini rupanya daerah yang tadi dikatakan rawan.. masih gelap.. berhenti dulu apa lanjut ya.. jalanan gelap.. berliku.. banyak lobang.. pasti nggak bisa cepat-cepat nich ngejalanan Jawara.. ups ada sinar lampu mobil di belakang.. kubiarkan untuk melewati kami.. sebuah minibus.. diputuskan untuk ngekor.. jalan di belakang minibus.. kuamati kondisi jalan.. ya.. ternyata memang rawan.. jalanan gelap.. ada lobang besar.. berliku-liku.. jauh dari penduduk.. turunan dan tanjakan curam.. ditambah cerita yang menegangkan dari penduduk sebelumnya.. memang nggak disaranin kalau jalan malam hari sendirian di jalur ini..

Melewati kawasan hutan jati.. sinar terang pagi hari mulai muncul.. berpisah dengan minibus yang berhenti di sebuah warung.. kami memasuki kawasan perkebunan pohon kelapa sawit yang sepertinya baru dikelola.. terlihat beberapa rumah sederhana.. terlihat juga tumpukan potongan kayu jati.. sepertinya bekas penebangan karena hutan jati digantikan perkebunan kelapa sawit.. kegiatan penduduk mulai terlihat.. jalanan lancar .. sepi.. lumayan mulus dengan beberapa lobang yang tidak terlalu besar..

Kami akhirnya memasuki perkampungan.. anak-anak sudah bangun kembali.. minta dicarikan toilet buat buang air kecil.. Jawara akhirnya berhenti didepan mesjid Al Hidayah jalan Siliwangi di daerah kampung Kokocoran Desa Buniasih Kecamatan Tegalbuleud.. demikian papan nama mesjid tersebut menerangkan nama dan daerah setempat.. numpang pakai toiletnya ya..

Turun dari Jawara.. pasir yang kuinjak.. wah dekat pantai nich.. lihat sekeliling ternyata dibelakang mesjid adalah pantai.. setelah membuang yang namanya air kecil.. cuci muka.. kami melanjutkan perjalanan.. jalanan mulus.. pantai terlihat di sisi sebelah kiri… nggak lama kemudian jalanan mulai menanjak kearah pegunungan.. mengikuti arah yang disarankan oleh GPS menuju Ujung Genteng..

Jalanan berliku khas pegunungan dilalui.. nggak lama kemudian kami melewati jembatan.. photo-photo dulu ach..

Lanjut jalan .. menanjak dan keluar ke jalan yang pernah diriku lalui sewaktu ke Ujung Genteng dari perkebunan Cigaru dan daerah Waluran.. wah.. mana arah Curug Cikaso yang menjadi tujuan pertama tempat wisata.. ah sarapan aja dulu.. bubur ayam sarapannya… sambil menikmati sarapan, ditanyakan lokasi Curug Cikaso.. ternyata terlewat.. sewaktu disampaikan bahwa kami tadi melewati jembatan.. disampaikan bahwa itulah tempatnya.. jembatan itu namanya jembatan Cikaso.. dan Curug Cikaso ada di sekitar situ.. ada petunjuk arah kok.. demikian disampaikan.. walah kelewat…

Balik lagi melalui jalur pintas yang ditunjukkan pedagang bubur ayam.. melintas jalanan perkampungan.. akhirnya kami menemukan arah ke Curug Cikaso.. membayar retribusi kami meneruskan perjalanan ke Curug Cikaso yang berjarak 500 meter dari pos retribusi sesuai arahan dari papan petunjuk pada pos retribusi..

Berjalan melalui perumahan.. melalui tempat terapi ikan.. akhirnya kami dihadapkan pada lapangan luas.. sepi…

Sebentar berhenti karena bingung mana tempat rekreasinya.. namun beberapa pemuda di kejauhan melambaikan tangan memberi tanda untuk mendekat.. kami bergerak ke depan.. setelah dekat ternyata memang tempat para pemuda tersebut adalah tempat parkir untuk kendaraan pengunjung Curug Cikaso.. terus Curugnya mana..?? bertanya kepada para pemuda setempat yang ternyata merupakan ‘petugas’ kawasan wisata Curug Cikaso tersebut.. dijawab bahwa Curug Cikaso berada di balik bukit..sambil menunjuk bukit diujung lapangan..

balik gunung

disampaikan pula bahwa menuju ke Curug Cikaso dapat menyusuri pematang sawah atau melalui sungai dengan menyewa perahu.. baru teringat cerita di internet sewaktu mencari informasi mengenai Curug Cikaso ini..

Mempertimbangkan bahwa anak-anak harus jaga kondisi karena di Ujung Genteng akan mengunjungi berbagai objek wisata dan jalanan yang lumayan jauh apabila berjalan melintasi pematang sawah dan melalui bukit.. kami memutuskan untuk mempergunakan perahu..

Delapan puluh ribu rupiah demikian ‘pengatur’ perahu memberitahukan tarif sewa perahu ke Curug Cikaso.. ingat pepatah.. bahwa semua harus ditawar.. hasil belakangan.. maka tawar-menawar terjadi.. tidak lama karena yang menawar adalah diriku.. cuma menjalankan prosedur penawaran.. akhirnya enam puluh ribu rupiah adalah harga kesepakatan untuk sewa perahu pulang pergi.. ditambah lima rupiah untuk biaya sewa parkir Jawara our xenia..

Perahu kayu menyusur sungai yang tenang.. terlihat beberapa penduduk sedang menyelam.. sewaktu ditanya kepada crew perahu.. disampaikan bahwa mereka sedang mencari sejenis kerang sungai.. tidak berapa lama perahu berbelok ke anak sungai..

cari kerang

07a Menuju Curug Cisoka

Air anak sungai sangat tenang dan dangkal.. disampaikan oleh awak perahu bahwa saat ini memang sungai lagi surut karena musim kemarau.. kalau musim hujan airnya deras dan dalam..

Sebentar kemudian perahu merapat ke sisi sungai.. kamipun turun.. berjalan ditemani oleh awak perahu.. kami menyusur jalan setapak.. baru beberapa langkah berjalan terlihat tebing gunung.. disampaikan oleh awak perahu yang menemani bahwa itulah Curug Cikaso.. lho kok enggak ada air terjunnya.. khan curug arti lainnya adalah air terjun..

Disampaikan oleh awak perahu yang menemani bahwa saat ini Curug Cikaso memang lagi kering.. airnya banyak berkurang karena musim kemarau.. dan air diatas sebagian dialihkan airnya untuk keperluan penduduk dan sawah yang berada diatas..

Berjalan terus.. terlihat beberapa bangunan kosong.. sewaktu ditanya diriku.. awak perahu menyampaikan bahwa bangunan tersebut adalah warung makan untuk pengunjung.. namun karena saat ini musim sepi pengunjung maka hanya satu dua saja warung yang buka.. diceritakan pula bahwa sebenarnya Curug Cikaso ini dibuka untuk wisata oleh penduduk sekitar dan dibenahi serta dikelola oleh para pemuda sejak tahun 2003.. namun semenjak tahun 2011 pengelolaan tempat wisata Curug Cikaso diambil oleh pemerintah daerah..

Berjalan lagi memasuki kawasan teduh karena banyaknya pepohonan besar.. namun sayang kebersihan kurang terjaga.. sampah bekas pengunjung yang belum sempat dibersihkan.. waduh.. urusan sampah ini sama dengan tempat wisata lainnya.. kurang diperhatikan.. yuk jaga kebersihan.. buang sampah pada tempatnya.. dan pengelola tempat wisata juga seharusnya sangat memperhatikan kebersihan tempat wisata yang dikelolanya.. wah kalaulah kebersihan dijaga.. tentu tempat wisata Indonesia sangat memukau.. buktinya seperti Curug Cikaso ini.. walaupun air terjunnya lagi kering tapi pemandangan disini begitu indahnya..

Di dalam kawasan wisata Curug Cikaso ini terhampar batuan besar dibawah tebing bukit yang sangat memukau.. kolam tenang berair jernih.. Curug Cikaso di musim kemarau dengan air terjun yang kering ternyata tetap memukau dengan nuansa yang berbeda.. hm.. layak untuk dikunjungi.. penatnya perjalanan jauh seakan tergantikan dengan segarnya udara dan pemandangan indah di depan mata.. anak-anak kami biarkan untuk bermain sepuasnya.. kami hanya mengawasi mereka yang bermain diantara bebatuan sungai..

14 Curug Cisoka

Sekilas mengenai tempat wisata Curug Cikaso dari berbagai sumber di internet :

Curug Cikaso

lokasi air terjun ini berada di kawasan wisata Ujung Genteng. Cikaso adalah nama sungai yang mengalir dari hulunya yang terletak di Sukabumi Utara hingga berakhir dengan muaranya di Pantai Selatan di daerah Kecamatan Surade, Sukabumi Selatan. Dari hulu hingga muaranya, air sungai cikaso mengaliri beberapa curaman tebing-tebing sungai membentuk curahan air terjun yang yang menakjubkan.

Lokasi wisata Air Terjun Cikaso ini akan menjadi pelengkap wisata bahari anda di Ujung Genteng setelah cukup puas menikmati pesona laut pantai-pantai di Ujung Genteng, inilah lokasi yang tepat untuk berenang di air tawar. Air terjun Cikaso atau lebih dikenal dengan nama lokal Curug Cikaso ini terletak di antara Jampang Kulon dan Surade. Limpahan air terjun terlihat megah dan menawan, wajar panorama air terjun ini menjadi favorit bidikan para juru kamera yang bisa anda liat di berbagai macam sumber di internet.

Ujung Genteng disamping dikenal dengan pesona pantainya, ternyata juga kaya dengan curug/air terjun di sepanjang sungai-sungainya, selain Curug Cikaso anda dapat juga menemui curug-curug lainnya yang juga cukup dikenal seperti Curug Luhur, Curug Cigansa dan masih banyak lagi lainnya.

Kota terdekat: Kampung Cisaat Desa Cimahpar Kecamatan Kalibunder Kabupaten Sukabumi, Jampang Kulon

Koordinat: 7°21’38″S 106°37’4″E

sumber : http://wikimapia.org/11047343/id/Curug-Cikaso

Sekitar satu jam kami menikmati indahnya Curug Cikaso.. saatnya untuk kembali melanjutkan perjalanan.. kembali menaiki perahu kayu yang menunggu kami.. kembali ke Jawara our xenia.. beranjak dari kawasan wisata Curug Cikaso yang telah memuaskan kami.. perjalanan dilanjutkan menuju Tanah Lot 2.. my lovely wife dan anak-anak sudah tidak sabar karena penasaran ingin melihat langsung pulau di tengah muara sungai yang photonya pernah kutunjukkan kepada mereka saat diriku solo touring ke Ujung Genteng..

Perjalanan kali ini tanpa khawatir salah jalan atau terlewat.. karena diriku masih sangat hapal jalur dan lokasi Tanah Lot 2 yang dapat dinikmati di suatu villa jalur perjalanan sebelum memasuki kawasan wisata Ujung Genteng

Jalanan mulus dan sepi.. lancar.. cuaca cerah.. anak-anak dalam kondisi segar.. bercengkrama sepanjang perjalanan… Jawara our xenia diarahkan memasuki villa Amanda Ratu.. tempat untuk melihat tanah lot 2..

Karena diriku sudah hapal dimana harus berhenti.. maka tidak berapa lama memasuki kawasan Villa Amanda Ratu.. minta ijin kepada penjaga pintu masuk.. kamipun turun dari Jawara yang terparkir di dalam kawasan Vila Amanda Ratu sekitar pukul sebelas siang..

bermain di tanah lot 2

anak-anak langsung berlarian.. eit.. kukejar terlebih dahulu.. memberikan safety briefing kalau bermain ditempat tersebut mengingat tempat yang kami datangi berada di tebing curam dimana pertemuan sungai dan laut selatan disertai ombak tinggi dan bebatuan besar dibawah.. harus berhati-hati..

Setelah safety brief dilaksanakan.. diriku dan my lovely wife berbagi tugas.. diriku mengawasi anak-anak bermain.. my lovely wife mengeluarkan perlengkapan dan bawaan untuk makan siang.. direncanakan kami akan makan siang di tepian laut.. dengan pemandangan indah dan segarnya udara yang kami nikmati pastilah makan siang akan berkesan sekali..

Anak-anak bermain.. ibunya mempersiapkan makan siang.. diriku sambil menjaga anak-anak mengambil gambar pemandangan terutama pulau yang dinamakan Tanah Lot 2..

Sebelum makan siang.. kami sempatkan dahulu bercengkrama sekeluarga .. dan tentu saja photo keluarga..

22 Tanah Lot 2

Hore.. makan siang sudah siap.. yuk kita makan bareng… menu masakan my lovely wife yang dipersiapkan sebelumnya.. seperti biasa pasti uenaknya luar biasa.. apalagi ini menunya adalah kesukaan kami.. dinikmati makan bareng sekeluarga dengan pemandangan indah dan segarnya udara.. waduh.. nggak ada yang bisa ngalahin nikmatnya.. nambah-nambah.. habis tandas..das.. nikmuaatt.. selanjutnya leha-leha setelah makan siang sambil nikmatin indahnya pemandangan didepan mata..

Puaskah di Tanah Lot 2 ini..?? .. sangat puuaassss… tapi kita harus beranjak lagi menuju Ujung Genteng.. tujuan utama wisata keluarga kali ini…

Perjalanan dilanjutkan.. memasuki pintu gerbang kawasan wisata Ujung Genteng.. langsung lewat karena diriku tahu pos penjagaan dan retribusi tiket masuk telah dipindahkan sepuluh kilometer di depan.. cuma yang jadi pertanyaan apakah jalan yang dulu diperbaiki sudah bagus atau belum..

Ternyata jalanan sebulan yang lalu sedang dalam perbaikan.. sekarang sudah mulus.. bukti bahwa ada perhatian terhadap kawasan wisata ini.. hebat.. gitu donk sarana dan prasarana serta fasilitas kawasan wisata Indonesia terus ditingkatkan.. diriku sich tetap berkeyakinan bahwa wisata Indonesia itu sangat bagus.. alamnya yang indah.. penduduknya ramah.. cuma pengelolaan dan promosinya yang perlu ditingkatkan.. pasti wisata Indonesia menjadi salah satu sumber pemasukan pendapatan pemerintah baik pusat maupun daerah serta mampu menggerakan kegiatan yang berkaitan dengan wisata lainnya seperti transportasi, akomodasi, makanan dan lain-lain.. yuk kita kembangin wisata Indonesia.. buat kakek, nenek, om, tante, kakak, adik semuanya dukung yuk pariwisata Indonesia dengan menjaga kebersihan tempat wisata yang kita kunjungi

Kami memasuki kawasan wisata Ujung Genteng.. langsung menuju pantai.. anak-anak sudah meminta untuk berenang.. salah satu kegiatan kesukaan anak-anak kami..

Baik anak-anak.. ayah tahu pantai yang bagus untuk berenang.. Jawara diarahkan menuju pantai yang harus melalui gapura konservasi penyu.. yaitu pantai Cibuaya.. pantainya landai.. air lautnya bersih.. ombaknya tenang..

Berhenti sejenak di gapura selamat datang di tempat konservasi penyu.. berhenti untuk photo-photo

Setelah berphoto ria.. perjalanan dilanjutkan menuju pantai Cibuaya… tiba di pantai Cibuaya yang indah dan tenang.. kami mengijinkan anak-anak untuk berenang… dan tentunya kami awasi…

kami membiarkan anak-anak untuk bermain di pantai sepuasnya sambil menikmati pemandangan indah pantai Ujung Genteng..

Kami menikmati pemandangan indah pantai Ujung Genteng sambil mengawasi anak-anak bermain di pantai dan berenang.. terlihat beberapa penduduk sedang memancing.. ada yang dapat.. diriku menyampaikan kepada my lovely wife.. gimana kalo kita beli ikan yang didapat.. buat bakar ikan nanti malam saat kita makan malam, my lovely wife setuju, kami datangi dan mencoba untuk membeli ikan yang didapat.. eh ternyata oleh yang mancing malah dikasih.. nggak usah beli.. makasih ya pak..

Lebih dari satu jam anak-anak bermain di pantai yang indah dan air laut yang bersih.. saatnya untuk menuju tempat penangkaran penyu.. berwisata sekaligus memperkenalkan kekayaan wisata Indonesia dan mengenalkan anak-anak kami mengenai alam dan mahluk hidupnya.. anak-anak senang karena mereka akan melihat langsung anak penyu laut yang selama ini mereka lihat hanya di televisi..

Perjalanan ke tempat penangkaran penyu di pantai Pangumbuhan sama seperti saat diriku touring sebelumnya.. harus melewati jalan pasir.. dan tanah berlobang.. walaupun jalanan tidak bagus tapi kami menikmati perjalanan ini..

Pukul setengah empat sore.. kami tiba di tempat penangkaran penyu.. parkirin Jawara our xenia dekat aula utama.. kami turun.. berbincang dengan petugas penjaga mengenai rencana kedatangan kami.. didapat informasi bahwa sore ini akan ada pelepasan tukik atau anak penyu.. tapi nanti sore sekitar pukul enam… horeee.. anak-anak bersorak.. setelah diinformasikan bahwa tukik itu adalah anak penyu dan mereka dapat melihat langsung pelepasan akan penyu ke laut.. tapi nanti sore.. terus ngapain donk.. ya udah kita bermain di pantai Pangumbahan sambil menunggu pelepasan tukik.. diriku meminta ijin kepada penjaga untuk masuk ke pantai Pangumbahan.. sambil berjalan beriringan tidak lupa kutunjukkan kepada anak-anak kami mengenai papan pengumuman dan ajakan untuk melestarikan penyu.. dijawab oleh anak-anak kami.. bahwa mereka pasti mau membantu melestarikan penyu.. sip anak-anak… yuk kita lestarikan lingkungan kita dan habitatnya..

Memasuki pantai Pangumbahan yang merupakan kedua kalinya bagi diriku.. anak-anak kembali bermain di pasir pantai Pangumbahan yang lembut.. ayo anak-anak kita bermain bersama..

34a main pasir

34b main pasir

Menjelang sore makin banyak pengunjung yang datang untuk melihat pelepasan tukit.. kami pun bergabung dengan pengunjung lainnya untuk melihat kegiatan pelepasan tukik

Pukul setengah enam.. para petugas konservasi dengan membawa wadah berisikan banyak tukik datang ke pantai.. meminta pengunjung untuk berkumpul karena ada pemberitahuan yang harus disampaikan..

Pemberitahuan yang disampaikan berupa bahwa anak penyu hanya mempunyai kesempatan untuk menjadi dewasa kurang dari 1 persen.. wow dikit banget ya.. dan penyu akan kembali ke tempat dimana mereka ditetaskan dan pertama kelaut.. wow daya ingat yang sangat kuat.. salah satu bukti kebesaran sang Pencipta yang telah memberikan kelebihan dan kekurangan untuk masing-masing ciptaannya..

Pemberitahuan juga menyampaikan agar pengunjung tetap tenang dan diminta untuk tidak memegang tukik sewaktu dilepaskan agar tukik tersebut tidak stress.. baik pak.. akan kami ingat dan patuhi segala wejangan bapak..

Setelah dirasakan cukup pemberitahuan dan wejangan kepada pengunjung.. maka petugas konservasi melepaskan tukik ke pasir.. pasukan tukik tanpa di komando langsung menuju laut..

senang lihat tukik bebas

Berbagai perasaan berkecamuk dalam diri kami.. senang melihat tukik yang sepertinya balapan ke laut.. gemes saat melihat ada tukik yang lambat bahkan kelihatan ogah-ogahan.. namun akhirnya semua tukik yang dilepas berhasil menuju laut dan berenang..

Setelah melihat pelepasan tukik.. terus ngapain.. tadi udah lihat anaknya.. sekarang kita tunggu ibunya.. rencana selanjutnya adalah melihat penyu bertelur.. tapi kayaknya masih lama.. berdasarkan informasi dari penjaga konservasi bahwa biasanya penyu akan datang pada malam hari mulai pukul sembilan malam.. waduh masih lama.. terus kemana donk..?? gimana kalau kita makan malam dulu..?? semua setuju.. tapi dimana?? gimana kalau kita jalan-jalan lagi ke tempat nelayan dekat Tempat Pelelangan Ikan.. kita bakar ikan yang dikasih tadi oleh yang mancing dan makan mie instant sambil nikmatin pantai dimalam hari.?? hayu..

Menyusuri kembali jalanan dari penangkaran penyu menuju tempat pelelangan ikan.. mencari tempat yang cocok untuk bakar ikan.. menemukan tempat di lapangan depan pos penjagaan TNI AU.. kami bakar ikan.. namun karena bakar ikan dengan peralatan seadanya.. ikan yang kami bakar tidak dapat dikonsumsi karena beberapa kali jatuh ke tanah.. nggak apa-apa ya.. nanti kita bakar ikan yang benar.. sekarang makan malam dengan mie instant dan makanan ringan yang kami bawa serta menikmati suasana malam di pantai Ujung Genteng.. kami sekeluarga asyik dengan kegiatan bersama ini

Pukul setengah delapan malam acara makan malam dan nikmatin nuansa malam hari di Pantai Ujung Genteng selesai.. terus kemana ?? anak-anak sudah mulai terlihat nguantuk.. cari penginapan..?? sayang ah.. nanti khan kita mau lihat penyu bertelur.. gimana kalau kita pasang tenda di lapangan di tempat penangkaran penyu.. khan tadi sudah diperbolehkan oleh penjaganya sewaktu kami tanyakan apakah bisa pasang tenda di lapangan tempat konservasi penyu.. khan kita memang merencanakan untuk berkemah.. semua setuju.. yuk kita balik lagi ke tempat konservasi penyu.. pasang tenda sambil nunggu penyu datang untuk bertelur..

Pukul delapan malam kami tiba kembali di pusat konservasi penyu di Pantai Pangumbahan.. minta ijin untuk pasang tenda.. diperbolehkan.. tapi kok.. lihat ruangan aula di tempat konservasi penyu bisa juga dijadikan tempat untuk tidur.. toh sleeping bag kami bawa.. rundingan sebentar.. dan ternyata diperbolehkan oleh petugas jaga.. akhirnya diputuskan untuk mempergunakan aula untuk tidur mempergunakan sleeping bag yang dibawa serta.. sambil minta tolong dibangunkan apabila ada penyu yang datang untuk bertelur.. tenang saja.. nanti dikasih tahu.. dan sudah biasa bahwa mereka akan memberitahukan kepada pengelola penginapan di tempat wisata Ujung Genteng apabila pengelola penginapan tersebut menyampaikan bahwa tamu yang menginap ingin melihat penyu bertelur.. jadi nggak usah datang dulu.. nanti saja datang pas waktu ada penyu.. oh.. terimakasih pak atas pengertiannya.. dan pemberitahuan kepada pengelola penginapan merupakan informasi yang bermanfaat bagi calon pengunjung Ujung Genteng apabila hendak melihat pelepasan tukik atau melihat penyu bertelur di pantai Pangumbahan ini..

Karena lelah setelah mengadakan perjalanan jauh dan kegiatan selama di Ujung Genteng ini.. kami tidak berapa lama tertidur diselimuti oleh sleeping bag..

Namun tidak berapa lama.. diriku dibangunkan oleh petugas jaga.. yang menginformasikan bahwa ada satu penyu yang datang kepantai untuk bertelur.. terimakasih pak atas pemberitahuannya.. diriku membangunkan my lovely wife dan anak-anak apakah mau melihat penyu bertelur.. mereka mau… gulung sleeping bag.. masukkin ke mobil.. beranjak ke pantai bersama tamu-tamu yang ternyata sudah pada datang.. pasti tamu dari beberapa penginapan yang juga dikasih khabar bahwa ada penyu yang datang untuk bertelur..

Dibimbing oleh petugas jaga… kami berombongan menyusuri gelapnya pantai Pangumbahan.. sebelumnya petugas jaga menyampaikan bahwa jangan terlalu banyak lampu atau senter yang dinyalakan dan diharapkan tidak terlalu ribut.. dikhawatirkan nanti penyu takut dan stress.. baik pak.. kami mengikuti lampu senter dari petugas jaga yang memimpin kami didepan…

Agak jauh juga kami berjalan dari tempat masuk pantai pangumbahan.. tapi segera tergantikan dengan pemandanga menakjubkan di depan kami… seekor penyu besar sedang bertelur.. dan tidak lama kemudian penyu tersebut sedang menutupi telurnya dengan pasir.. petugas jaga menyampaikan bahwa kali ini mereka sengaja untuk membawa tamu ke penyu tersebut saat-saat terakhir penyu tersebut bertelur.. untuk memberikan ketenangan kepada penyu pada saat bertelur..

Sengaja diriku berbaring di sebelah penyu tersebut untuk memperlihatkan perbandingan besarnya penyu dengan diriku.. mudah-mudahan gampang ngebedain mana penyu asli…

Kami sekeluarga takjub dengan pemandangan di depan kami.. anak kami bertanya.. yah.. itu penyu sama ya dengan yang tadi sore dilepas ke pantai.. ya.. betul.. dan puluhan tahun baru bisa sebesar ini… wah lama juga ya jadi besarnya… iya nak.. memang lama untuk jadi dewasa dan sangat sedikit yang bisa sampai dewasa seperti ini.. dan penyu merupakan binatang yang dilindungi serta terus berkurang jumlahnya.. jadi kita perlu membantu upaya konservasi dan pelestarian penyu dan binatang dilindungi lainnya.. gampang kok bantuinnya.. jangan membeli, memelihara, dan mempergunakan baik binatangnya maupun produk-produk dari binatang yang dilindungi.. khan banyak binatang dan produk lainnya yang dapat kita miliki, pelihara dan bahkan kita konsumsi.. serta jangan lupa juga jaga habitat mereka agar mereka dapat berkembang biak di lingkungan mereka..

Pukul sepuluh malam.. petugas jaga yang membimbing kami mengajak untuk kembali.. dan menyampaikan bahwa sebaiknya kami meninggalkan penyu tersebut.. agar penyu tersebut dapat segera meninggalkan pantai dan kembali ke laut lepas tanpa ternganggu oleh kehadiran kami..

Kembali ke aula untuk melanjutkan tidur .. berselimutkan sleeping bag.. bablas pulas.. pukul lima pagi terbangunkan dengan sendirinya.. kami merebus air untuk secangkir kopi panas dan teh panas.. ganjel perut dengan mie instant dan makanan ringan yang masih tersedia.. lanjut beres-beres serta mandi pagi di kamar mandi umum yang tersedia di belakang aula.. kamar mandi ini cukup terawat kebersihannya… selanjutnya persiapan untuk melanjutkan kegiatan rekreasi sekeluarga di kawasan pantai Ujung Genteng…

Pukul setengah tujuh setelah dipastikan bahwa semua barang dan perlengkapan pada tempat yang seharusnya.. dan dilanjutkan untuk memastikan bahwa kami tidak mengotori tempat dengan sampah-sampah bekas kegiatan kami.. akhirnya setelah mengucapkan terimakasih kepada petugas jaga.. Jawara our xenia kembali menyusuri jalanan berbatu dan berpasir meninggalkan kawasan konservasi penyu di Pantai Pangumbahan.. satu kegiatan wisata yang mengesankan dan mudah-mudahan memberikan wawasan dan pemahaman bagi kami dan anak-anak kami betapa pentingnya menjaga dan melestarikan hewan yang dilindungi dan habitatnya.. saatnya untuk menikmati sarapan ikan bakar.. sesuai janji kami tadi malam..

Tiba di Tempat Pelelangan Ikan Ujung Genteng pukul tujuh lewat lima belas menit… ternyata waktu yang pas.. kegiatan di tempat pelelanganikan sedang ramai-ramainya… banyak ikan hasil tangkapan nelayan yang dibawa.. berbagai jenis ikan dapat kami jumpai.. dari yang kecil hingga yang besar.. bau amis ikan tidak mampu untuk menghalangi kami menikmati kegiatan yang ada di tempat pelelangan ikan ini…

Sesuai dengan janji kami semalam untuk menikmati sarapan dengan ikan bakar.. menanyakan kepada penjual ikan ditempat ini apakah bisa membeli ikan untuk dimasak.. dijawab bahwa kami dapat memilih ikan dan ditimbang.. selanjutnya rumah makan yang banyak tersedia di dekat tempat pelelangan ikan ini akan memasak sesuai pesanan kami.. kami minta anak-anak yang memilih ikan apa yang akan disantap.. hm.. ikan salmon merah dan baronang menjadi pilihan mereka.. ditimbang dan ditawar.. terjadi kesepakatan harga.. kami menunjuk sebuah warung makan untuk bersantap dan menyampaikan bahwa ikan yang kami beli ingin kami nikmatin sebagai ikan bakar bumbu kecap.. disampaikan oleh penjual ikan.. nanti ikannya akan diantar kesana dan akan diolah sesuai dengan pesanan kami.. kami bayar ikan pilihan anak-anak yang menurut kami murah dibandingkan apabila kami makan ikan laut di restoran daerah rumah kami… biaya masak dan nasi nanti dibayar di warung makan.. sip.. hm terbayang nikmatnya ikan bakar segar..

Kami meneruskan melihat-lihat kegiatan di tempat pelelangan ikan.. berbagai ikan terus berdatangan dibawa oleh nelayan.. dan ada yang langsung dimasukkan kedalam kotak busa selanjutnya diangkut kedalam truk untuk dikirim.. terlihat juga beberapa rombongan datang.. ada yang kelihatannya seperti pedagang .. dan beberapa wisatawan pengunjung seperti kami.. memang sebaiknya pagi hari apabila kita berencana untuk menikmati wisata di objek wisata tempat pelelangan ikan ini.. karena tempat ini akan sepi pada pukul sepuluh pagi.. seperti yang kualami pada saat solo touring sebulan yang lalu..

Selesai menikmati kegiatan di tempat pelelangan ikan Ujung Genteng.. kami beranjak ke warung yang tadi kami tunjuk.. untuk melihat sudah diapakan ikan yang kami beli.. ternyata ikan yang kami beli sudah siap untuk dibakar.. anak-anak bergaya memanggang ikan.. kalo diriku.. hm..membayangkan nikmatnya ikan tersebut bila disantap.. beberapa menu masakan kami pesan juga untuk melengkapi menu ikan bakar.. lappeer…

Wah kalo nunggu disini.. bakal berasa lama banget.. untuk menghilangkan ketidaksabaran kami… eh diriku.. untuk makan.. serta agar waktu kami dapat dipergunakan secara optimal.. diriku mengajak keluarga untuk melihat-lihat pemandangan dan kegiatan di sekitar tempat pelelangan ikan ini.. beranjak ke pantai di belakang TPI ini.. kami bercengkrama di pantai yang indah.. ombak yang tenang.. laut bersih.. beberapa perahu nelayan tertambat.. angin laut yang segar menerpa kami.. asyiik..

Seterusnya kami beranjak ke tempat dimana banyak perahu nelayan tertambat di seberang pos penjagaan TNI-AU… kegiatan menurunkan ikan dari perahu nelayan yang baru datang juga merupakan keasyikan tersendiri.. beberapa nelayan terlihat menggotong ikan besar hasil tangkapan semalam.. ada juga yang menggotong dan membawa ikan lainnya.. kami bisa mendekati perahu yang baru datang dan melihat secara dekat bagaimana para nelayan membereskan perahu dan ikan hasil tangkapannya..

Rekreasi di tempat perahu nelayan ini kami teruskan menuju tempat pembuatan kapal yang sebulan lalu kudatangani.. ternyata perahu yang dibuat telah banyak kemajuan.. sebulan yang lalu perahu yang dibuat masih rangka kayu.. sekarang sudah kelihatan bentuknya.. rangka perahu sudah dibungkus oleh kayu.. mudah-mudahan cepat selesai ya pak.. tidak lupa kami minta ijin untuk melihat-lihat pekerjaan bapak-bapak.. serta bergaya bikin perahu.. sebenarnya gangguin yang bikin perahu.. nggak apa-apa ya pak.. terimakasih..

Sepertinya masakan pesanan kami sudah siap untuk disantap… kembali ke rumah makan.. ternyata makanan pesanan kami sudah tersaji di meja.. hmm.. ikan bakar.. sambal.. nasi panas.. tercium ikan bakar.. hm.. laappeer.. setelah memastikan bahwa itu adalah pesanan kami.. kami langsung menyantap makanan.. wwaaaawwww… kami kaget.. betapa segarnya ikan yang dibakar.. dan nikmat sekali olahannya… santap sampai ludes.. tandas… kuenyaang.. ueenaakknya poll…

Kembali kami kaget campur senang.. ternyata sewaktu ditanya berapa harga yang harus kami bayar… wah sangat murah dibandingkan harga di tempat kami tinggal.. nggak nyesel dech datang ke Ujung Genteng ini terutama menyantap masakan ikan yang baru datang hasil tangkapan nelayan.. ikannya sueegeer banget.. masaknya enak.. harganya murah pula… semua kuenyang dan puuaass..

Kami agak ogah juga beranjak dari rumah makan ini.. karena kekenyangan… tapi.. kami harus segera beranjak karena ada beberapa objek wisata lainnya yang akan kami kunjungi sebelum pulang.. kami berencana untuk berangkat ke Bandung.. menghadiri acara keluarga besar kami.. dan tentu saja berwisata di kota Bandung..

Beranjak dari warung makan.. kami naiki Jawara our xenia.. objek wisata selanjutnya adalah tempat latihan TNI-AU.. suatu hutan di tempat bertambatnya perahu nelayan tadi..

Memasuki hutan tempat latihan TNI-AU.. kali ini kami menikmati wisata hutan di Ujung Genteng tanpa turun dari mobil karena anak-anak sepertinya ogah jalan.. kekenyangan barangkali.. ya udah balik lagi.. lanjut perjalanan menikmati suasana kawasan wisata Ujung Genteng selama perjalanan keluar..

Menikmati pemandangan dan situasi kawasan pantai wisata Ujung Genteng dalam mobil.. eeiitt.. sebelum meninggalkan kawasan wisata Ujung Genteng.. ada monumen peluru kendali.. sekarang berhenti.. ayo turun.. photo-photo dulu..

IMG00561-20120712-0950

IMG00563-20120712-0951

eit ada juga sapi yang sedang mencari rumput.. photo bareng yuk..

IMG00564-20120712-0953

IMG00565-20120712-0953

Ambil gambar di roket dan photo bareng dengan sapi sudah puas.. selanjutnya adalah pulang.. meninggalkan kawasan wisata Ujung Genteng

Perjalanan pulang dengan penuh kegembiraan karena kami puas dengan wisata keluarga di Ujung Genteng selama dua hari.. beberapa objek wisata yang menarik telah kami nikmati.. pulang memepergunakan jalur perkebunan Cimenteng seperti route pulang diriku waktu solo touring pulang dari Ujung Genteng.. sengaja kami pulang lewat jalur ini untuk menikmati indahnya perkebunan..

Pukul setengah satu.. selepas perkebunan Cimenteng kami mampir di suatu rumah makan untuk makan siang…

Sore hari tiba di Sukabumi.. ambil arah ke arah Cianjur.. berbelok di pasar Cianjur menuju Bandung.. melewati pukul lima lewat.. kami berhenti lagi di sebuah rumah makan sunda.. makan lagi.. biar sampai Bandung anak-anak semua sudah makan dan langsung tidur..

Perjalanan dilanjutkan menuju Bandung.. kali ini anak-anak langsung tertidur sewaktu Jawara our xenia melaju menuju Bandung… diriku dan my lovely wife sepakat bahwa wisata kali ini sangat berkesan.. waktu yang singkat ternyata mampu kami manfaatkan.. banyak objek wisata dan kegiatan yang membuat kami puas.. diriku sampaikan itulah gunanya solo touring.. bisa digunakan untuk survey… my lovely wife mencubit mesra.. jadi pengin touring lagi.. tanyanya.. ya iyalah.. my lovely wife tersenyum penuh arti.. dan menjawab.. ya nanti saja ngomongin touringnya.. sekarang kita omongin rencana selama di Bandung.. baik my lovely wife.. selama perjalanan menuju Bandung, diriku dan my lovely wife menyusun rencana wisata sekeluarga di Bandung apabila selesai acara keluarga besar.. asyik….


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: