Pangandaranaway Bagian 3 dari 3 : Kembali Pulang…Pulang Kembali

14 02 2013

 

 

Menjelang sore para Nusantarider kembali ngumpul.. sibuk dengan persiapan pulang ke tempat masing-masing… sambil mempersiapkan bawaan di tunggangan masing-masing terjadi obrolan diantara punggawa dan punggawati Nusantarider mengenai rencana pulang..terutama yang domisilinya di daerah Jabodetabek berdiskusi mengenai rute pulang yang akan dilalui sehubungan besok masih libur..

Om Ija memimpin diskusi rencana rute yang akan dilalui oleh Nusantarider dari Jabodetabek..penentuan rute mengerucut menjadi 2 alternatif.. satu melalui jalur utama yaitu pulang melalui Banjar-Tasik dan yang melalui Cipatujah-Sindang Barang plus pasang tenda…

Disebabkan rencana untuk berkemah malam sebelumnya batal karena kemalaman dan kehujanan..tawaran untuk berkemah di perjalanan menggelitik diriku.. kutanya my lovely wife apakah bersedia.. my lovely wife bilang..hayu.. wah asyik…

Kelompok Jabodetabek akhirnya terbagi dua, 1 rombongan melalui jalur utama, sedangkan rombongan lainnya akan melalui Cipatujah dan Sindang Barang menuju Cianjur… rombongan kedua ini terdiri dari 4 motor.. terdiri dari diriku and my lovely wife, Om Ija, Om Sulis, Om Icay

Diriku dan my lovely wife ikut rombongan Om Ija, Om Sulis dan Om Icay menuju Cipatujah untuk menyusuri pantai selatan rute yang sama pada saat kami berangkat dari Garut..namun sekarang akan menyusuri pantai selatan Sindang Barang Cianjur… direncanakan kami akan berpisah di Sindang Barang sebelum kami mengambil rute Cidaun dan Ciwidey menuju Bandung sedangkan Om Ija, Om Sulis dan Om Icay melanjutkan ke Cianjur… rencana bermalam?? Disepakati akan mencari tempat yang cocok untuk mendirikan tenda…

Kelompok nusantarider telah terbagi dua.. saatnya untuk pulang..namun ada satu acara lagi..yaitu riding bareng untuk menikmati jembatan gantung Cijulang Batu Karas sebelum rombongan berpisah.

Jalur pulang lewat jembatan gantung dari anyaman bambu yang jauh lebih panjang dari pada jembatan gantung Sawarna, melintasi jembatan gantung Cijulang ternyata seru dengan sungai lebar serta airnya yang deras karena hujan dari kemarin.

Satu per satu rombongan melintasi jembatan ..Menyusuri jembatan gantung ini harus satu persatu… dag dig dug juga saat melintasinya..goyangan jembatan dan bayangan air sungai yang kecoklatan dengan arusnya yang deras menambah ketegangan.. tapi lanjoouttt.. lega rasanya setelah tiba di sebrang sungai melintasi jembatan ini..

Rombongan kembali melaju berbarengan… tidak lama kemudian akhirnya kami sampai di jalan utama Batu Karas.. rombongan berpisah..pada saat itu hujan turun dengan deras..

Kami berempat melanjutkan perjalanan..Om Sulis didepan, diikuti oleh diriku dan my lovely wife, seterusnya adalah Om Icay dan Om Ija..Perjalanan dari Batukaras menuju Cipatujah kami jalani dengan menembus hujan besar serta kondisi jalan yang banyak lobang…

Pandangan diriku terganggu karena kaca helm half face yang berwarna pelangi ternyata membuat diriku tidak bisa melihat jalanan… akhirnya kaca helm kuangkat…haddeuhhh air hujan langsung menutupi kacamata yang kupakai… buram.. berulangkali ku seka air hujan yang menempel di kacamata.. namun tidak menolong pandangan diriku… kuputuskan untuk mengikuti Om Sulis.. mengandalkan lampu rem sepeda motor Om Sulis..

Sebenernya Om Sulis sebagai pimpinan rombongan telah mengatur kecepatan dengan baik..namun karena pandangan terganggu dengan air hujan yang menutupi kacamata..yang mengakibatkan diriku hanya mengandalkan lampu rem belakang Om Sulis yang hanya dapat kulihat dalam satu atau dua meter saja..membuat diriku harus terus mendekatkan Python our meggy dengan motornya om Sulis..

Pada saat hendak melintasi jembatan di daerah Cilotok Cimerak Ciamis, terlihat Om Sulis berusaha menghindari sesuatu… diriku tidak sempat untuk mengantisipasi karena dekatnya jarak antara Python dengan sepeda motor Om Sulis… ternyata di depan ada lubang yang besar…bersamaan dengan itu terlihat didepan ada mobil yang melaju agak kencang berlawanan arah dan sepertinya juga sedang menghindari lubang..namun mengambil arah ke kami… dengan terpaksa ku rem mendadak..namun… roda Python tergelincir karena mencengkram pasir dan kerikil..Python tak dapat dikendalikan… Python masuk lobang yang tadi berusaha dihindari oleh Om Sulis.. gubrakk… akhirnya Python terjungkal setelah keseimbangan Python tak dapat dikendalikan karena menerjang lobang besar…

Diriku dan my lovely wife terjungkal… diriku langsung bangun dan melihat my lovely wife… waaadduuuhh…. My lovely wife tidak bergerak… tertindih oleh badan Python… langsung kubangunkan Python dan memeriksa kondisi my lovely wife yang masih tidak bergerak… waaaddduuuhh… istriku ternyata pingsan… penyesalan dan khawatir terhadap kondisi istriku… ku berusaha membangunkan my lovely wife… namun tidak ada reaksi… tidak lama kemudian Om Sulis, Om Icay dan Om Ija datang membantu disertai beberapa beberapa pengendara lainnya yang sedang melintas… tidak berpikiran lama kutanyakan ada tempat pengobatan terdekat tidak…dikasih tahu oleh beberapa pengendara yang sepertinya penduduk sekitar bahwa tidak jauh dari tempat itu ada klinik pengobatan…. Kuputuskan untuk segera membawa my lovely wife kesana… tapi pake apa… semua kendaraan yang ada adalah sepeda motor… untung tidak berapa lama lewat sebuah kendaraan pick up… langsung dicegat oleh penolong kami…. Selanjutnya my lovely wife dibawa ke klinik tersebut dikawal oleh om Sulis, Om Icay dan Om Ija… diriku berangkat tidak lama kemudian karena harus menyalakan dulu si Python yang mesinnya agak susah dinyalakan… untung Python mau hidup… kususul rombongan yang membawa my lovely wife….

Klinik pengobatan yang dituju adalah sebuah klinik pengobatan yang dipimpin oleh dokter Liza Octa Ferrostina… begitu yang tertulis di plang nama klinik tersebut… setiba diriku disana ternyata my lovely wife telah ditangani oleh dokter Liza… dan my lovely wife telah siuman dari pingsan… dokter Liza menyampaikan bahwa tidak ada tanda-tanda patah tulang atau tanda-tanda fatal lainnya…hanya memar karena benturan dan tekanan darah my lovely wife relatif tinggi…my lovely wife lemas karena shock akibat terjatuh… untunglah….. oh ya diriku tidak sempat menyapa Om Sulis, Om Icay dan Om Ija yang telah menunggu di teras klinik… diriku langsung masuk ke tempat my lovely wife ditangani dokter..maaf ya om diriku sangat khawatir terhadap kondisi my lovely wife…

Setelah dokter Liza menyampaikan bahwa kondisi my lovely wife tidak terlalu mengkhawatirkan dan setelah my lovely wife menyampaikan bahwa hanya linu dan sedikit pusing..barulah kusapa Om Sulis, Om Icay dan Om Ija… serta kusampaikan kondisi my lovely wife… namun mobil dan pengendara yang mengantar my lovely wife telah pergi kembali…. Waaaddduuhh tidak sempat menanyakan supir yang membawa my lovely wife serta mengucapkan terimakasih atas bantuannya…pada tulisan ini juga diriku ingin mengucapkan terimakasih pada bapak-bapak yang tadi menolong kami sewaktu jatuh…

Atas kebaikan dari dokter Liza, dipanggil ahli urut untuk membantu melemaskan otot-otot my lovely wife karena shock terjatuh tadi… selama menunggu my lovely wife dipijat… diriku ngobrol dengan Om Sulis, Om Icay dan Om Ija mengenai rencana perjalanan… setelah berunding diputuskan bahwa diriku dan my lovely wift tidak mungkin melanjutkan perjalanan melalui jalur Cipatujah menyusuri pantai selatan…diputuskan bahwa kami akan mempergunakan jalur utama melalui kota Banjar dan Tasikmalaya sedangkan Om Sulis, Om Icay dan Om Ija tetap melanjutkan perjalanan sesuai rencana…

Memastikan kondisi kami telah tertangani dengan baik oleh dokter Liza, akhirnya Om Sulis, Om Icay dan Om Ija melanjutkan perjalanan sedangkan kami menunggu hujan reda serta kondisi my lovely wife memungkinkan untuk kembali melakukan perjalanan…terimakasih ya Om Sulis, Om Icay dan Om Ija…yang telah membantu dan memastikan kondisi kami sebelum om-om melanjutkan perjalanan… mudah-mudahan lain waktu kita adventure riding bareng……diriku dan my lovely wife dalam perjalanan kembali pulang ke Tangerang akhirnya harus pulang kembali menuju Batu Karas selanjutnya menuju Banjar..Ciamis…Tasikmalaya…Bandung…Tangerang…

Sepeninggalan Om Sulis, Om Icay dan Om Ija… tidak lama kemudian tukang pijat telah selesai mengurut my lovely wife…. Kembali kutanyakan kondisi my lovely wife… disampaikan bahwa tidak ada tanda-tanda patah tulang atau salah urat… cuma tegang saja….terimakasih pak atas pertolongannya… sewaktu kutanya berapa tarifnya…eh beliau menolak menerima pembayaran… beliau sampaikan bahwa sudah tugasnya untuk menolong orang lain… waduh… baik bener bapak itu…terimakasih banyak ya pak atas pertolongannya… bukti keramahan dan keikhlasan dalam menolong sesama…

Agak lama juga hujan lebat ini…sepertinya tidak bakalan reda nich… waktu sudah menunjukkan hampir pukul tujuh malam… dokter Liza menawarkan untuk menginap di rumah sekaligus kliniknya… namun kami secara halus menolak tawaran tersebut karena kami harus sampai di Bandung keesokan harinya…

Hujan agak reda… akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan… sebelum berangkat dokter Liza kembali memeriksa kondisi my lovely wife untuk memastikan kondisi my lovely wife mampu untuk berkendara… sambil memeriksa kondisi my lovely wife… dokter Liza menyampaikan bahwa sering terjadi kecelakaan di daerah tersebut karena kondisi jalanan yang rusak… terutama hari sabtu, minggu serta hari libur… dan dokter Liza menyampaikan bahwa beliau pasti tidak bepergian dari rumah pada hari-hari tersebut karena khawatir ada yang perlu pertolongannya…niat dan panggilan tugas yang mulia… setelah diyakinkan oleh dokter Liza bahwa my lovely wife tidak ada yang perlu dikhawatirkan…kami pun siap-siap berangkat… sebelum berangkat kembali kutanyakan tarif pengobatan…kembali diriku terkejut saat dokter Liza menyampaikan bahwa tidak ada biaya sepeserpun yang perlu dikeluarkan oleh kami…kembali jawaban yang diterima adalah ini sudah tugasnya sebagai dokter… kembali kami terharu oleh bukti keramahan dan keikhlasan masyarakat di wilayah Cikotok dalam menolong sesama…setelah mengucapkan banyak terimakasih, kamipun melanjutkan perjalanan diiringi hujan mengambil arah Pangandaran, Banjar, Ciawi untuk menuju Bandung…

Perjalanan kembali harus dilakoni dengan lebih hati-hati… hujan lebat kembali turun…jalanan berlobang sepanjang Cilotok menuju Batukaras, Grand Canyon, Pangandaran serta boncenger yang masih shock… membuat Python kujalankan pelan…

Pukul setengah sembilan malam tiba di persimpangan pintu masuk Pantai Pangandaran dengan arah Banjar, badan sudah kuyub… diingatkan oleh my lovely wife bahwa dari siang kita belum makan… walah…. Iya kebablasan… langsung berbelok ke pedagang mie rebus… mengisi perut dengan makanan hangat serta beristirahat sebentar…

Selesai makan mie rebus..hujan mulai reda… saatnya meneruskan perjalanan… waktu menunjukkan pukul beranjak ke sepuluh malam … lanjut perjalanan… eh… nggak lama kemudian hujan sangat lebat menerpa…pandangan kembali terggangu…Python kujalankan dengan lambat… disepakati kita akan terus menembus hujan dan bermalam di kota Banjar… tapi kok hujan malah tambah lebat… memasuki hutan jati… di malam hari… berkelok tajam…jalanan basah dan licin…gelap…haddeeuuuhh… disepakati untuk berhenti dahulu di warung yang buka untuk berhenti karena berbahaya kalau meneruskan perjalanan…hujan masih lebat…ngupi sebentar…hujan reda dikit…lanjut… selepas hutan jati hujan kembali lebat…badan udah kuyub…akhirnya disepakati kita akan berhenti lagi di pom bensin untuk ganti pakaian… Python berbelok ke SPBU yang pertama kali ditemukan…

Berganti pakaian yang lebih kering…hujan pun reda…lanjut…waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam…badan lelah banget…terbersit untuk tidur di mushalla SPBU tapi akhirnya diputuskan untuk terus melanjutkan perjalanan untuk cari penginapan di kota Banjar agar dapat beristirahat dan tidur secara baik dan benar apalagi mempertimbangkan kondisi kami yang baru mengalami musibah kecelakaan…

Selama perjalanan mencari penginapan yang cocok…ada beberapa penginapan yang dilewati karena kurang sreg…lanjut…tidak berasa kami sudah melakukan perjalanan melintasi kota Banjar hingga pukul dua pagi…untunglah di kota Ciamis kami menemukan penginapan yang cocok… check in…parkirin Python…masuk kamar…ganti pakaian kering…rebahan… berpelukan… buka pakaian lagi….. selimutin…. (coba tebak terus ngapain ????).. selanjutnya… zzzzz….zzzzz…zzzzzz…

Bangun jam sepuluh pagi…itupun karena kebangunin ama suara sepeda motor yang dibunyiin keras-keras di halaman penginapan…lihat kamar berantakan ama barang bawaan yang semalam asal geletak aja… sekarang akibatnya… beres-beres dulu… sarapan…ngupi…baru mandi plus keramas wajib…packing barang bawaan di Python…manasin mesin…checkout…pukul sebelas siang lanjut ke Tasikmalaya…

Cuaca cerah mengiringi perjalanan pulang… badan segar jalanan lancar dan mulus membuat perjalanan pulang ini berasa nikmat…kota Tasikmalaya dilintasi melalui jalur lingkar luar Tasikmalaya…break setelah melintas jalur lingkar luar ini sekedar minum…

23b break at tasikmalaya

Lanjut ke Bandung… memasuki Malangbong cuaca mulai mendung dan terlihat awan gelap sepanjang jalur yang akan dilalui…segera parkirin Python untuk memakai jas hujan…agar tidak terburu-buru apabila hujan turun…pake jas hujan sebelum terlambat karena pakaian kering sudah habi sewaktu kami diguyur hujan dari kemarin…betul saja…tidak lama kemudian hujan turun…tetap lanjut…

Pukul setengah tiga sampai di Nagrek…hujan mereda tinggal rintik-rintik…ambil jalur baru Nagrek…cari tempat untuk narsis…karena memang kami sudah merencanakan kalau melewati jalur baru Nagrek ini harus photo-photo…narsis laggie…

Menjadi photo model biker kehujanan dengan mengandalkan kamera saku digital yang diset otomatis serta tripod…klik…klik…cukup banyak…lanjut lagi…selepas nagrek diiringi hujan rintik-rintik…namun lancar…sedikit tersendat sewaktu memasuki daerah Cicalengka dan menembus kemacetan di daerah Ujung Berung…langsung ambil jalan Soekarno-Hatta Bandung menuju daerah Pasirkoja untuk mengunjungi dan beristirahat di rumah kakak…menjelang pukul enam kami tiba di kediaman kakak…istirahat…ngobrol-ngobrol…makan malam…lanjut ke Serpong Tangerang… berbarengan dengan keberangkatan anak-anak kami yang dianter oleh kakak sulung diriku mempergunakan Jawara our xenia yang sengaja ditinggal di Bandung untuk keperluan transportasi anak-anak selama liburan mereka di Bandung… Kami telah sepakat untuk mampir dan ngumpul dulu di Citayam Bogor di rumah kediaman adik karena sudah janjian seluruh saudara diriku untuk ketemu…kebetulan kakak yang kerja di Kalimantan baru datang dan menginap di Citayam…mumpung lagi lengkap…ngobrol dan ketemuan…

Perjalanan Bandung menuju Tangerang waktu malam pukul delapan…kami ambil jalur utama melewati Cianjur Puncak Bogor…tapi mampir dulu di Citayam Bogor….

Beberapa kali break hanya untuk menyegarkan badan yang mulai berasa capek..sampai di Citayam hampir pukul dua belas malam…ngobrol hingga pukul dua pagi…setelah itu lanjut pulang ke Serpong Tangerang…. anak-anak mempergunakan mobil… sedangkan diriku dan my lovely wife lanjut mengambil jalur Parung… tiba di rumah hampir pukul setengah empat pagi… anak-anak ternyata telah duluan sampai karena mereka mempergunakan jalan tol…

Parkirin Python…kunci garasi…nanti saja beresin barang-barang…buka sepatu dan jaket…lihat anak-anak tidur pules…ya sudah masuk kamar…lurusin badan di kasur…rebahan…ngobrol sebentar ama my lovely wife…kita sepakat bahwa perjalanan kali ini komplitt…plitt…asyik…romantis…seru… waktu ditanya ke my lovely wife mau lagi touring…dijawab mau…asyik…tapi…diriku bilang kita mesti belajar dari pengalaman…bahwa ada beberapa barang yang perlu dibeli agar kejadian jatuh tidak terulang lagi…istriku menanyakan apa saja…kujawab…helm modular dengan kaca bening agar lebih aman dan pandangan jelas walau hujan…velg lebar agar sesuai dengan ban lebar yang sudah terpasang sehingga Python lebih stabil dikendarai dan dapat lebih terkendali… jaket yang sesuai dengan berbagai cuaca …sepatu baru agar tidak licin waktu menahan Python…istriku mengiyakan…asyyikkkk ijin prinsip sudah didapat… tinggal proposal kebutuhan dana… setelah itu berpelukan… zzzz….zzzzzz… kali aja tidur kali ini diriku mimpi touring lagi bareng my lovely wife dengan helm, jaket, sepatu dan velg baru…


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: