Romantisme Ciater..

19 07 2012

Pada saat mengawasi anak-anak kami berenang minggu sebelumya, diriku dan my lovely wife berkeinginan untuk melaksanakan touring berdua dengan tujuan pemandian air panas di Ciater Subang, namun waktu pelaksanaan belum ditentukan karena harus meninggalkan kedua anak kami dirumah, sedangkan perjalanan kemungkinan akan menghabiskan waktu seharian penuh.

Tidak disangka ternyata keponakan kami yang di Bandung menginformasikan bahwa perkuliahannya sedang libur dan berkeinginan untuk mengunjungi kami dan tinggal di rumah kami sekaligus untuk mencari kebutuhan perkuliahannya di Tangerang barengan dengan temannya yang tinggal di Tangerang.. langsung kuijinkan dan kutanya berapa lama akan liburan di Tangerang.. dijawab bahwa keponakan akan tinggal dari hari Jumat hingga Selasa.. sungguh waktu yang tepat..

Mengetahui bahwa anak-anak kami ada yang akan menemani di rumah.. maka diriku dan my lovely wife sepakat untuk mewujudkan rencana perjalanan ke pemandian air panas Ciater.. lihat kalender hari Senin tanggal 23 Januari 2012 adalah libur nasional maka kami sepakat untuk berangkat hari Minggu siang agar sampai di lokasi pemandian air panas malam hari serta dilanjutkan bermalam di Bandung.. kusampaikan kepada anak-anak kami bagaimana kalau mereka dirumah ditemani kakak sepupunya karena orang tuanya mau touring..anak-anak tidak keberatan asal diperbolehkan untuk jalan-jalan bareng kakak sepupunya selama kami berpergian.. no problem.. setelah mendapat ijin dari anak-anak kami maka kusampaikan kepada keponakan apakah dapat menemani anak-anak kami dirumah dan mengajak jalan-jalan adik-adiknya pada hari minggu dan senin.. keponakan menjawab bisa..ok semua bisa jadi kami bisa pacaran ke Ciater..asyiikkk…

Malam minggu dipergunakan untuk mempersiapkan kebutuhan perjalanan dan penentuan rute.. diputuskan untuk berangkat hari Minggu siang hari mempergunakan jalur utara melintasi kota Jakarta lanjut ke Bekasi..Karawang dan Subang..diharapkan sampai di pemandian air panas malam hari..setelah itu dilanjutkan berangkat ke Bandung untuk menginap dan hari Senin siang hari pulang kembali melalui jalur Bandung.. Cianjur.. Puncak.. Bogor.. Serporng

Hari Minggu 22 Januari 2012..pagi hari kupergunakan untuk mempersiapkan kebutuhan perjalanan.. set tujuan di GPS berdasarkan peta dari Google Maps.. memberi petunjuk dan petuah orang tua kepada anak-anak dan keponakan selama ditinggal oleh kami.. setelah dirasakan semua beres maka Python pun kukeluarkan dari tempat istirahatnya dan siap-siap melaksanakan perjalanan..

Makan siang untuk persiapan keberangkatan.. Sholat Dzuhur untuk memenuhi kewajiban kepadan Sang Pencipta sekaligus memohon secuil doa agar perjalanan dilancarkan serta segala urusan dimudahkan..Amin.. Pukul 2 siang Python mulai dinyalakan..brem..brem..brem..kamipun mulai perjalanan menuju Bekasi dengan melintasi kota Jakarta.. GPS kembali menjadi tumpuan kami melintasi jalanan kota Jakarta menuju Bekasi

Setelah berpanas-panas ria menyusuri jalanan kota Jakarta melewati Bintaro..Pondok Indah..Kapten Tendean ..Cawang diteruskan ke Kali Malang.. panas namun lancar.., akhirnya kami memasuki kota Bekasi.. jalanan sepanjang Kalimalang yang biasanya macet saat itu lancar..brem..brem.. perjalanan diteruskan..sedikit tersendat karena jalan berlobang dan kemacetan di terminal Bulak Kapal Bekasi..jalanan kembali lancar..enjoy the ride…apalagi my lovely wife merapatkan badan pada diriku..tangan melingkar dipinggang..assoooyy…. Python kujalankan santai… sesekali tangan my lovely wife kupegang.. hu..hu.. so romantic journey..

Pukul lima sore kami tiba di Tambun.. Python kami arahkan memasuki mesjid Al Hidayah untuk melaksanakan sholat Ashar..lima belas menit istirahat sejenak.. air wudhu dan sejuknya ruangan mesjid kembali menyegarkan badan.. lanjutt.. perjalanan lancar.. perlu kehati-hatian karena ada beberapa lubang di jalanan yang lancar..selebihnya jalanan mulus dan lancar..Memasuki Cikarang jalanan kembali tersendat karena ada perbaikan jembatan mengakibatkan di lokasi tersebut jalan yang biasanya satu arah dipergunakan menjadi dua arah.. selebihnya..nikmati semilir angin sore sewaktu menyusuri jalanan lancar.. nikmat berasa..apalagi tangan my lovely wife menempel di pinggang hingga perut.. badan kami berdempetan..assoyy.. seperti waktu pacaran.. jalanan milik berdua.. biarkan yang lain lewat menyusul kami.. sekali-kali membalas sahutan biker yang menyusul kami.. toet..toet..

Pukul enam petang kami memasuki Cikampek Karawang.. kami mencari tempat pemberhentian yang cocok untuk siap-siap menjalankan sholat Maghrib.. akhirnya kami belokkan ke pom bensin di daerah Purwasari Cikampek karena kami berdua ingin sedikit meringankan tubuh dengan membuang air kecil di toilet umum.. dilihat fasilitas toilet yang relatif bersih dan terdapat mushalla.. akhirnya kami putuskan untuk sekaligus istirahat dan menjalankan sholat Magrhib..

Pukul setengah tujuh malam kami siap-siap kembali melanjutkan perjalanan.. karena malam telah menyapa.. kami kenakan jaket yang semula kami simpan selama perjalanan menembus Jakarta dan Bekasi.. Python kunaiki..brem..brem.. boncenger giliran naik kebelakang… tangan my love wife kembali melingkar di pinggang dan perut..badan merapat..assoyy..geboy.. nyalakan lampu utama.. lanjutkan kemesraan..

Jalanan sedikit ramai menjelang malam memasuki kota Karawang..selagi asyik mengendarai Python.. selepas station Karawang.. GPS menyuruh untuk balik arah.. walah.. salah jalan?? ya udah kita ikutin GPS.. berputar.. memasuki kawasan pasar.. lanjut.. tidak lama kemudian kami tiba di pertigaan.. kembali GPS memerintahkan untuk berbelok ke kiri.. ok kita ikutin.. jalanan mulai sepi.. namun sayup-sayup terdengar bunyi aneh di Python.. khawatir terjadi sesuatu.. maka di sebuah minimart pertama yang kutemukan.. kubelokkan Python untuk memeriksa kondisinya dan mencari tahu sumber bunyi aneh tersebut…

Meneliti bagian depan Python dimana sumber bunyi tersebut berasal.. ternyata baut pada plat nomor lepas satu.. penanganan darurat dilaksanakan.. ikat dengan kawat yang biasa kubawa sebagai jaga-jaga.. untung cuma baut yang lepas.. kalau masalahnya lebih berat dari itu.. wah bisa berabe urusan.. diriku sebagai seorang full biker.. cuma tahu kendarain Python sedangkan masalah mesin dan lainnya.. nol besar..

Perjalanan dilanjutkan.. menemukan sebuat mesjid di daerah Campaka kembali Python kubelokkan untuk menjalankan ibadah sholat Isya sekaligus makan malam..

Perjalanan selanjutnya adalah menyusuri jalanan yang berliku dan gelap.. untung jalanan tidak begitu sepi.. jalanan berliku..dan dinginnya udara malam membuat my lovely wife lebih merapatkan badan… asyiikk… diriku ogah berhenti walaupun sekedar untuk photo-photo.. perjalanan assoyy.. sayang kalau terganggu sekedar buat photo-photo.. biarlah keasyikan ini kami ceritakan sedikit lewat tulisan..

Setelah melewati jalanan berliku dan memasuki kota Subang… bertanya kepada penduduk setempat untuk memastikan bahwa GPS menuntun kami ke tempat tujuan yaitu pemandian air panas Ciater.. selepas kota Subang jalanan berliku dan menanjak membelah perkebunan teh.. Python our meggy dengan mantap menggilas aspal menuju jalan cagak Ciater..

Pukul setengah sepuluh malam akhirnya kami tiba di jalan cagak yang dimaksud.. berbelok kanan..memasuki jalanan menuju pintu masuk pemandian air panas Sari Ater.. ternyata malam itu banyak pengunjung terlihat dengan banyaknya mobil yang parkir sepanjang jalan.. kebanyakan dengan plat nomor B atau D menunjukkan kendaraan dari luar kota.. selain itu juga banyak orang yang berjalan baik menuju maupun dari lokasi pemandian air panas.

Memasuki loket pintu masuk.. makin terlihat kepadatan pengunjung pada tempat rekreasi ini.. terdapat pengumumnan bahwa kamar penginapan di tempat tersebut telah penuh.. ya..nggak apa-apa..kita tidak berencana menginap di Ciater.. mengambil gambar kami di pintu gerbang pemandian air panas dengan bantuan petugas keamanan.. selanjutnya kami menuju loket pembayaran untuk menukar lembaran rupiah dengan lembaran tiket..

Tempat rekreasi pemandian air panas Sari Ater menerapkan beberapa tarif untuk beberapa fasilitas yang ditawarkan.. tempat pemandian air panas ini mempunyai beberapa kolam air panas dengan perbedaan lokasi dan fasilitas yang dimiliki.. tentu dengan perbedaan tarif..

Menyelesaikan pembayaran untuk memasuki area tempat wisata pemandian air panas.. kami arahkan Python menuju tempat parkir sepeda motor.. areal parkir penuh baik untuk kendaraan roda empat maupun roda dua.. membuktikan bahwa tempat pemandian air panas ini sedang dipadati pengunjung untuk liburan..

Memasuki areal tempat pariwisata semakin terlihat keramaian pengunjung di malam hari dan tempat penjualan souvenir yang masih buka.. hiasan bernuansa liburan tahun baru China menghiasi tempat pembelanjaan souvenir ini..

Sebenarnya tempat rekreasi pemandian air panas ini menyediakan beberapa sarana rekreasi untuk semua umur mulai dari rekreasi untuk anak-anak hingga dewasa.. tentu dengan tarif masing-masing.. namun kami hanya merencanakan untuk mempergunakan salah satu sarana yang ada yaitu berendam di kolam renang..

Namun sewaktu kami melihat kolam renang yang hendak dipergunakan.. ternyata kolam renang yang dimaksud telah penuh dengan pengunjung.. waduh padatnya..terbayang kesulitan untuk mempergunakan fasiltas umum tambahan di kolam renang tersebut seperti tempat ganti baju dan kamar mandinya.. demikian pula dengan rencana untuk menikmati romantisme di pemandian air panas ini sambil berendam pasti akan terganggu dengan padatnya pengunjung..

Pilihan kami alihkan ke kamar rendam yang disediakan.. menanyakan apakah masih ada kamar rendam yang kosong.. ternyata masih ada.. akhirnya kami membayar tiket untuk penggunaan kamar rendam.. mendapatkan handuk bersih, sabun dan shampoo..

Kami memasuki ruangan kamar rendam… ruangan dengan bak besar berisi air panas dengan ukuran sekitas dua kali tiga meter.. cukup luas dan cukup bersih.. tutup pintu..pastikan terkunci..selanjutnya.. assyyyikkk…asssoooyyy…ehm..ehm…(= TIDAK LOLOS SENSOR =) yang jelas kami berdua memanfaatkan secara optimal dan maksimal..malam itu di kamar rendam air panas.. berduaan.. melewatkan dinginnya malam diluar dengan “panas”nya di dalam ruangan kamar rendam..

Setelah puas menikmati romantisme kamar rendam di Ciater..pukul setengan dua belas kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung untuk bermalam di rumah keluarga adik di daerah Ciumbuleuit Bandung yang sebelumnya telah kami hubungi mengenai rencana kami untuk bermalam dirumah mereka.. memastikan bahwa tidak ada barang kami yang tertinggal.. kami segera menuju tempat parkir Python..untuk mempersiapkan perjalanan selanjutnya..

Perjalanan menuju Bandung..melintasi jalanan berliku dan menanjak..memasuki kawasan taman wisata Gunung Tangkuban Perahu jalanan berliku dan menanjak.. saat itu jalanan sedikit ramai dengan lalu lintas kendaraan yang berwisata.. Python kembali menujukkan kehandalannya menyusuri tanjakan.. seakan mengerti yang mengendarainya sedang dipenuhi dengan kobaran romantisme..kami berboncengan rapat..asssyiikk…angin dingin menerpa..brrr..hangatnya boncenger yang rapat mengusir rasa dingin.. lanjut…

Melintasi jalanan ke Bandung ditempuh dengan kecepatan sedang.. memasuki kawasan Lembang mulai kepadatan bertambah.. jalanan menurun dan berliku dari Lembang menuju Bandung harus kami lalui dengan beriringin karena banyaknya kendaraan yang meninggalkan kawasan Lembang menuju Bandung serta arah sebaliknya dari Bandung menuju Lembang..nggak apa-apa yang penting boncenger merapat.. Python di gas.. boncenger menguatkan pegangan dan merapat.. di rem.. apalagi..ada sesuatu.. assyyikkk…asssoooyyy.. sekali-kali toet-toet dengan rombongan biker yang dijumpai..

Jalanan mulai lancar memasuki jalan Setiabudhi Bandung..lewat tengah malam..lamanya perjalanan dan dinginnya malam serta perut yang minta diisi menyebabkan Python diarahkan ke penjual bubur ayam yang dijumpai di sekitar perempatan Geger Kalong..sebelum mengunjungi rumah adik untuk bermalam..

Pukul dua pagi..kami tiba di rumah adik di daerah Ciumbuleuit Bandung yang ternyata sudah menunggu kedatangan kami.. ngobrol sebentar..menurunkan barang bawaan.. masuk kamar yang telah disediakan..kami langsung tertidur pulas..

Pagi pukul lima, diriku terbangun oleh suara keponakan kami.. anak-anak dari adik kami.. masih dingin.. my lovely wife ternyata sudah bangun duluan.. sedang ngobrol dengan adiknya.. dengan enggan diriku beranjak dari tempat tidur..langsung ke kamar mandi.. mandi??.. entar dulu.. airnya sedingin es..brrrr… cuma buang air kecil dan ambil wudhu.. buat sholat subuh.. sewaktu keluar kamar mandi ditanya oleh my lovely wife kenapa tidak langsung mandi??.. kujawab nanti setelah beres-beres barang bawaan dan mempersiapkan Python…. he..he..he.. alasan untuk menunda mandi dengan air dingin.. my lovely wife senyum.. ya udah minum kopi dulu..katanya.. sippp… tararengkyu..makasih banyak my lovely wife.. I love you so much..sholat dulu ya…

Bereskan barang bawaan.. siapin Python.. mencoba menunda waktu mandi dengan sengaja ngobrol ngaler ngidul.. ngaler ngidul?? ya artinya ngobrol ke utara dan ke selatan maksudnya ngobrol apa saja.. yang penting menunda mandi… akhirnya my lovely wife mengingatkan diriku bahwa ada beberapa kegiatan yang perlu dilakukan selama di Bandung yaitu sarapan serabi dan nasi kuning.. selanjutnya ke makam orang tua..sehingga harus berangkat secepatnya dan diriku harus mandi..

.. Walaupun enggan untuk mandi..namun karena makanan favorit kami yaitu serabi dan nasi kuning Bandung..hanya berjualan pagi hari.. terpaksa diriku mengikuti arahan my lovely wife.. beranjak ke kamar mandi.. siapkan mental..keberanian.. byurr..byurr.. air dingin disiramkan.. brrrr..brrrr…tiris euyyy… dingin bro..

Kegiatan mandi pagi kulaksanakan sesuai dengan salah satu amanat proklamasi yang dicanangkan oleh Soekarno-Hatta yaitu “… akan dilaksanakan dalam tempo secepat-cepatnya dan dengan cara seksama..” he..he..he.. maksa nyambungin dengan proklamasi walaupun yang sesuai cuma kalimat “…dilaksanakan dalam tempo secepat-cepatnya..” sedangkan dengan cara seksama.. tidak penting..yang penting keluar kamar mandi secepatnya.. ganti baju..pake kaos kaki..pake sepatu..pake jaket.. manasin Python sekaligus berjemur.. sekali lagi.. tiris euy.. dingin bro..

Pukul setengah tujuh pagi akhirnya kami berangkat.. tujuan pertama adalah serabi di daerah Cijerah Bandung..selanjutnya adalah menikmati nasi kuning di daerah Pajajaran Bandung… lanjut ziarah makam orang tua di pemakaman umum Sirnaraga Bandung.. setelah itu langsung pulang kembali ke Serpong

Pukul tujuh pagi..kami telah tiba di tempat jualan serabi Bandung..memang enak serabi ini apalagi dinikmati sewaktu panas..gurih dan yummmyy.. kami sengaja tidak terlalu banyak sarapan serabi karena kami ingin mengisi perut kami sebagian dengan nasi kuning..

Setelah dirasakan cukup menikmati serabi Bandung..kami beranjak ke tempat sarapan kedua yaitu nasi kuning di jalan Pajajaran Bandung.. meluncur… pukul delapan kami sudah menikmati sarapan nasi kuning yang ternyata masih sama nikmatnya setelah sekian lama…

Beranjak dari tempat nasi kuning..kami segera menuju ke pemakaman umum Sirnaraga.. dimana dimakamkan kedua orang tua diriku dan ibunya my lovely wife.. kami memang niatkan sebelum berangkat untuk berziarah ke makam orang tua kami apabila ke Bandung..untuk mengenang seluruh kebaikan dan beratnya perjuangan orang tua kami membesarkan anak-anaknya..serta tentu saja mendoakan kedua orang tua kami..

Ya Alloh..ampunilah segala dosa-dosa kami.. dan segala dosa-dosa kedua orang tua kami..Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.. Ya Alloh terimalah segala amal ibadah kedua orang tua kami..jadikanlah kedua orang tua kami menjadi golongan yang Engkau ridhoi.. Amin..

Semoga kami bisa mengikuti jejak kedua orang tua kami.. mendidik dan membesarkan anak-anak kami dengan penuh kasih dan kesabaran… mengenang saat-saat bersama..sedih dan rindu menerpa.. ya Alloh berikanlah kami kekuatan dan kesabaran dalam mendidik anak-anak kami..sebagaimana telah Engkau tunjukkan kepada kedua orang tua kami..Amin..

… Hari menjelang siang… saatnya untuk meninggalkan makam orang tua kami.. dan secepatnya berkumpul kembali dengan anak-anak kami…

Mengambil jalan Kapten Tata Natanegara di pinggir Bandara Husein Sastra Negara Bandung sebagai jalan pintas menuju Gunung Batu..keluar Cimindi sebelum ke Cimahi dalam perjalana pulang melalui jalur Puncak Bogor..

Sewaktu kususuri jalan di yang mengitari landasan pesawat terbang.. terlihat beberapa bangunan yang sudah tidak terawat..hanggar pesawat yang atapnya sudah banyak berlubang dan pintu masuk yang sudah berkarat dengan papan nama yang kusam, teringat sewaktu kecil dan beranjak besar.. dimana bangunan tersebut pernah menjadi salah satu kebanggaan warga Bandung dan Indonesia.. yaitu bangunan yang pernah digunakan oleh suatu pabrik pesawat..saya ulang pabrik pembuatan pesawat yang dulu bernama IPTN atau Industri Pesawat Terbang Nurtanio.. pilu juga melihat bangunan tersebut..apalagi cerita yang mengikuti kemunduran pabrik pesawat tersebut.. semoga industri dirgantara Indonesia kembali berjaya.. perjalanan dilanjutkan.. berhenti sebentar di depan pintu gerbang yang terawat dengan latar belakang gedung megah.. terpampang tulisan kawasan berikat PT. Dirgantara Indonesia pada pintu masuk..ya IPTN telah berganti nama menjadi PT. Dirgantara Indonesia (Persero).. semoga dengan penggantian nama.. dengan paradigma dan manajemen baru.. dapat mengembalikan kejayaan industri dirgantara Indonesia..

Sewaktu kususun tulisan ini.. sengaja kujelajahi website PT. Dirgantara Indonesia.. termuat optimisme kebangkitan industri dirgantara Indonesia..ayo PT. Dirgantara Indonesia.. bangkit dan jayalah..harumkan nama Indonesia dengan kejayaanmu..

Perjalanan kembali dilanjutkan..menyusuri jalanan di kawasan Bandara Husein Sastranegara yang sepi sebagai jalan pintas.. dilanjutkan menuju jalan raya Gunung Batu yang keluar di bawah flyover Cimindi..jalan lancar..sudah banyak pembangunan.berbeda sekali dengan terakhir saat kulalui jalan ini entah berapa tahun lalu… Cimindi menuju Cimahi jalanan padat dengan angkutan umum..sepeda motor..dan makin tersendat di beberapa titik putaran balik..

Selepas Pasar Anyar Cimahi..barulah jalanan lancar..sedikit tersendat karena banyak kendaraan yang mengurangi kecepatan untuk melihat kecelakaan lalu lintas yang terjadi.. selebihnya lancar..

Perjalanan terus kami lanjutkan…my lovely wife kembali melingkarkan tangan di tubuh diriku.. Python kujalankan dengan kecepatan sedang..kami menikmati perjalanan ini.. perjalanan sedikit tersendat sewaktu memasuki kota Cianjur di depan terminal Cianjur karena banyaknya angkutan umum yang berhenti mencari penumpang.. setelah itu lancar..

Perjalanan lancar menuju kawasan puncak..lalulintas agak ramai dengan kendaraan yang menuju puncak..cuaca sedikit mendung..sedikit tersendat di kawasan pasar Cipanas..

Kami merencanakan untuk beristirahat di kawasan puncak sambil menikmati pemandangan bersama..namun memasuki kawasan puncak… hujan lebat menerpa..jalanan macet total..kendaraan roda empat terhenti..sedangkan roda dua berupaya menyusuri jalan setapak di pinggir jalan untuk dapat tetap melaju..

Hujan besar di kawasan puncak saat itu sangat lebat dan udara dingin menerpa.. Python terpaksa kuarahkan ke sebuah warung untuk berhenti karena lebatnya hujan menghalangi jarak pandang ditambah kemacetan yang parah serta dingin yang menerpa… secangkir kopi susu panas yang kuteguk ternyata tidak mampu mengusir dingin yang dirasa…

Tidak lama kemudian hujan mereda dan terlihat kendaraan mulai bergerak.. perjalanan dilanjutkan.. namun memasuki kawasan puncak pass.. hujan besar kembali turun disertai embun tebal menghalangi jarak pandang..ditambah dinginnya udara menyebabkan diriku kembali harus memarkirkan Python untuk berteduh..safety riding bro.. jagung bakar dan segelas kopi susu kembali kucoba untuk mengusir dingin dan menghabiskan waktu menunggu cuaca membaik..waktu menunjukkan pukul dua belas siang…

Cuaca mulai membaik.. perjalanan dilanjutkan..namun selepas puncak pass jalanan kembali macet hingga Ciawi.. lancar kembali saat berbelok menuju Tajur Bogor yang sempat tersendat memasuki perempatan Ciawi..

Jalanan lancar ternyata hingga Tajur.. memasuki kota Bogor..sepanjang jalan Pajajaran Bogor..jalanan macet karena banyaknya kendaraan.. kami berupaya untuk melintasi kemacetan disela-sela kendaraan mobil yang padat.. perjuangan melintasi jalanan macet ini berakhir di perempatan Bogor menuju Parung…

Perjalanan lancar kami rasakan dari Parung hingga Serpong.. melalui Ciseeng..jalan sedikit bergelombang..memasuki Gunung Sindur kami harus melintasi banyak lobang jalan..sedikit kemacetan di daerah Puspitek.. selanjutnya lancar hingga tiba di rumah…

Pukul setengah empat sore akhirnya kami tiba di rumah dengan selamat..terlihat odometer menunjukkan angka 399 berarti hampir 400 kilometer kami jelajahi perjalanan ini.. anak-anak dan keponakan telah menunggu.. masukin Python..beresin barang bawaan.. peluk cium buat anak-anak..tanya apa saja yang telah dilakukan selama ditinggal.. ternyata mereka bilang main PS dan jalan-jalan.. ya nggak apa-apa karena mereka juga sedang liburan.. sewaktu ditanya mau makan diluar nggak… mereka menjawab mau.. asyiikk makan di luar dan sekaligus minta dibelikan game PS baru.. nah yang itu tidak akan dikabulkan.. karena mereka harus belajar..

Memastikan bahwa semua beres.. akhirnya kami mandi untuk persiapan makan malam di luar bersama..namun bedanya mandi kali ini.. diriku dan my lovely wife lakukan sendiri-sendiri..tidak berbarengan sewaktu di Ciater..nggak apa-apa.. di Ciater kami mandi bareng..namun disini diriku dan my lovely wife akan barengan lagi.. di kamar tidur.. ehm..ehm.. mencoba mengulangi romantisme Ciater..

Perjalanan yang mengesankan..akan kami ulangi lagi nanti.. sewaktu kami melihat photo-photo selama perjalanan terlihat beberapa gambar yang menurutku tidak nyambung dengan tema perjalalan..yaitu ada beberapa photo sepeda motor dengan berbagai bawaan.. sewaktu kutanya kepada my lovely wife mengapa mengambil gambar tersebut.. karena my lovely wife selain sebagai boncenger juga berperan sebagai pengambil gambar selama perjalanan.. my lovely wife menjawab bahwa terdapat persamaan antara gambar tersebut yaitu adanya box dan bawaan antara sepeda motor tersebut dengan Python.. kuperhatikan memang ada persamaan.. namun kubilang bahwa diriku tetap akan mempergunakan sidebox yang sudah terpasang tidak tertarik dengan gaya bawaan seperti sepeda motor yang lain.. my lovely wife tersenyum mengiyakan..

..kalau anda para pembaca blog ini mau pilih gaya bawaan barang di sepeda motor yang mana..??


Aksi

Information

3 responses

5 08 2012
suji

BIKIN NGIRI AJA…..

18 07 2015
Putri

Di ciater kamar rendam bisa barengan gitu ya dikira perempuan sama laki dipisah hehe

23 07 2015
OKTOBER

mantap pak perjalanan nya seruuu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: