Tangan Nyali Nantang – Lombok Hari Ketiga

25 05 2012

Pukul setengah lima pagi waktu Lombok keluarga sudah pada bangun, langsung mandi bergiliran dan mempersiapkan keberangkatan ke Bandara International Lombok.. selanjutnya pukul enam lebih lima belas menit berangkat diantar oleh Pak Permadi..

Pukul enam lebih lima puluh menit kami tiba di Bandara..keberangkatan pesawat jam tujuh pagi.. sangat mepet..untung sudah dibantu confirm seat oleh Pak Permadi.. jadi setiba di bandara tinggal masukkin barang bawaan dan ambil boarding pass.. tanpa berleha-leha terlebih dahulu di bandara.. setelah peluk cium..my lovely wife dan kedua anak kami langsung menuju pesawat Garuda Indonesia yang telah menunggu kami untuk terbang menuju bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.. kulambaikan tangan kepada keluarga.. sampai ketemu lagi di rumah.. menunggu sebentar Pak Permadi membereskan pekerjaan beliau kami berdua keluar bandara untuk mengambil sepeda motor kami untuk touring bareng di pulau Lombok..melintasi tempat check in..perasaan ada sesuatu yang salah..setelah dicheck ternyata rangsel pakaian bekas pakai kemarin yang dibawa oleh diriku tidak dimasukkan dalam bagasi pesawat.. masih terbawa oleh diriku.. ya udah nanti dipaketin saja…

Kembali ke rumah Pak Permadi di kota Mataram.. sarapan, ngopi dan ngobrol.. pukul setengah sepuluh pagi mendapat khabar dari my lovely wife bahwa mereka telah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng..kukabarkan bahwa rangsel tidak terbawa..pantas katanya mereka menunggu barang bagasi keluar dari antrian barang kok rangsel nggak muncul-muncul… sekaligus juga my lovely wife ingin dibelikan souvenir dari Bali apabila diriku tiba di Bali.. ya sudah kirim paketnya di Bali saja sekalian souvenir..

Pukul sepuluh pagi waktu Lombok, kami mulai menyalakan mesin motor masing-masing, barang bawaan diriku kususun di Python karena rencananya setelah touring kami akan berpisah dimana diriku akan langsung kembali ke pelabuhan Lembar untuk perjalanan pulang

Rencananya rute perjalanan yang akan diambil adalah taman Narmada suatu taman di kecamatan Narmada kabupaten Lombok Barat sekitar 10 Km dari kota Mataram..selanjutnya adalah menuju Puri Lingsar yang tidak jauh dari Taman Narmada ini, Puri Lingsar adalah yang punya kekhasan dipakai oleh beberapa agama dan kepercayaan..sehingga Puri Lingsar ini juga dianggap sebagai lambang kerukunan beragama dan kepercayaan di Lombok… setelah itu kami akan berpisah dimana Pak Permadi akan kembali pulang sedangkan diriku meneruskan perjalanan menuju Gunung Rinjani lanjut menyusuri pantai utara Lombok..diteruskan menyusuri pantai Senggigi selanjutnya ke pelabuhan Lembar untuk menyebarang ke Pelabuhan Padang Bai Bali..

Kami pun dengan dua sepeda motor berangkat ke Taman Narada..cuaca cerah pada saat itu..namun lalu lintas agak padat sehubungan dengan libur tahun baru serta tempat yang dituju adalah salah satu tempat wisata pilihan warga kota Mataram dan sekitarnya.. pukul sebelas siang kurang kami akhirnya tiba di Taman Narada yang ternyata parkiran telah penuh.. setelah berhasil mendapat tempat parkir motor..kami akhirnya masuk ke dalam Taman Narada setelah membayar 4ribu rupiah per orang..

Sekedar informasi mengenai Taman Narada ini..diriku menyadur dari berbagai sumber hasil browsing..Taman Narmada terletak di Desa Lembuah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, sekitar 10 kilometer sebelah timur Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Taman yang luasnya sekitar 2 ha ini dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem, sebagai tempat upacara Pakelem yang diselenggarakan setiap purnama kelima tahun Caka (Oktober-November). Selain tempat upacara, Taman Narmada juga digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga raja pada saat musim kemarau.

Nama Narmada diambil dari Narmadanadi, anak Sungai Gangga yang sangat suci di India. Bagi umat Hindu, air merupakan suatu unsur suci yang memberi kehidupan kepada semua makhluk di dunia ini. Air yang memancar dari dalam tanah (mata air) diasosiasikan dengan tirta amerta (air keabadian) yang memancar dari Kensi Sweta Kamandalu. Dahulu kemungkinan nama Narmada digunakan untuk menamai nama mata air yang membentuk beberapa kolam dan sebuah sungai di tempat tersebut. Lama-kelamaan digunakan untuk menyebut pura dan keseluruhan kompleks Taman Narmada

Kesan pertama yang kudapat adalah suatu taman yang indah dan luas..namun pada saat itu padat oleh pengunjung dan ada panggung musik dangdut yang meramaikan suasana di Taman Narada saat itu..kami hanya sebentar di Taman Narada ini untuk selanjutnya menuju Puri Lingsar…

Perjalanan ke Puri Lingsar tidak memakan waktu lama karena lokasinya yang relatif dekat dengan Taman Narada.. setelah memarkirkan sepeda motor kami memasuki areal Puri Lingsar.. tidak ada penjualan iket untuk masuk ke areal Puri Lingsar..namun beberapa anak kecil menghampiri kami untuk menawarkan minyak gosok dalam botol..untunglah para penjual cilik tersebut tidak begitu memaksa dan menguntit kami seperti di Pantai Kuta Lombok.. cuaca pada saat itu mulai mendung ketika kami tiba di Puri Lingsar ini..

Sekedar informasi kembali.. kusadur informasi yang kudapat dari internet mengenai Pura Lingsar ini… Pura yang dibangun abad ke-17 ini masih digunakan juga umat Hindu untuk beribadah. Pura Lingsar merupakan pura tertua dan terbesar di Pulau Lombok. Pura yang berlokasi di Lombok Barat ini hanya berjarak lima belas kilometer dari Kota Mataram, ibu kota NTB.

Di dalam lingkungan pura yang dibangun oleh Raja Anak Agung Ngurah tersebut terdapat kolam ikan yang bening dan tidak pernah kering. Tempat berdoa dan memberi sesajen bagi umat Hindu ada di sebelah kolam ikan tersebut.

Selain digunakan bagi umat Hindu beribadah, pura ini juga digunakan warga suku Sasak untuk beribadah. Secara rutin sering diadakan doa bersama dari berbagai agama di pura ini.

Melewati gerbang masuk Puri Lingsar kami langsung menemui kolam luas di sebelah kanan dan lapangan sebelah kiri kami..setelah itu kami memasuki kembali gapura untuk memasuki areal dalam pura.. didalam pura terlihat beberapa orang sedang melaksanakan ritual keagamaan..serta terdapat penjual telur asin dan selendang.. kami menghampiri dan menanyakan kegunaan telur dan selendang tersebut.. dijawab oleh penjualnya bahwa telur tersebut sebagai makanan untuk memancing agar ikan moa atau sejenis belut yang disucikan di pura tersebut keluar dari kolam.. dan diyakini bahwa barang siapa yang dapat melihat ikan moa tersebut akan diberikan keberuntungan.. kami sebenarnya lebih tertarik untuk melihat ikan yang dikeramatkan tersebut dan tertarik pula untuk mengetahui bagaimana membuat ikan tersebut keluar dengan memberikan telur asin..kami membeli telur seharga 10 ribu rupiah untuk tiga telur dan diminta untuk memakai selendang kain sebelum memasuki areal kolam dimana ikan tersebut berada..kami diminta sumbangan seiklasnya untuk penggunaan selendang ini..

Kami ditunjukkan ke sebuah tempat dimana terdapat kolam dengan air yang jernih, yang konon katanya tidak pernah kering maupun bertambah debit airnya.. kami mencoba melihat ikan moa suci tapi ternyata berdasarkan informasi dari petugas puri bahwa kita harus meminta tolong jasa pawang agar dapat memancing ikan moa tersebut keluar dari lobangnya…

Akhirnya kami setuju untuk meminta jasa pawang tersebut.. tidak berapa lama datang menghampiri seorang ibu yang menanyakan apakah mau melihat ikan moa suci dan apakah sudah ada telur yang akan dipergunakan… kami mengiyakan semua pertanyaan ibu tersebut… tidak berapa lama ibu tersebut mencoba untuk memanggil ikan moa di kolam tersebut dengan cara menabur telur yang sudah diremas ke depan sebuah lobang dalam kolam.. dan menepuk-nepuk tepi kolam.. tapi ternyata ikan moa tersebut tidak keluar juga.. akhirnya ibu tersebut mengajak kami ke tempat sebelahnya dimana terdapat pancuran dan saluran air kecil.. kembali ibu tersebut menabur telur yang telah diremas dan menepuk-nepuk bagian atas lubang ikan moa.. serta kali ini menusuk telur dengan sebuah kayu kecil seperti membuat sate dan mendekatkan telur tersebut ke depan lubang ikan.. menurut ibu tersebut cuaca mendung dan rintik-rintik seperti ini memang agak susah untuk membujuk ikan moa agar keluar dari lobangnya.. namun katanya akan terus diupayakan… akhirnya tidak berapa lama ada kepala ikan moa yang keluar dan berusaha untuk memakan telur yang disodorkan ibu tersebut.. sayang ikan moa tersebut seakan malas untuk mengeluarkan seluruh tubuhnya.. sehingga hanya bagian kepala yang keluar.. tapi lumayanlah sudah bisa melihat ikan moa yang disucikan di puri tersebut… kata ibu yang menjadi pawang..menyatakan bahwa jumlah ikan moa di tempat tersebut tidak berubah dari masa ke masa.. diriku lupa berapa jumlah ikan moa tersebut..setelah kami puas melihat ikan moa yang disucikan..maka kamipun pamit kepada ibu pawang dan memberikan sejumlah uang yang diterima oleh ibu tersebut dengan ucapan terimakasih..

Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang cuaca mendung dan hujan rintik-rintik saat kami keluar Puri Lingsar.. Pak Permadi mengajak untuk mencoba salah satu makanan khas pulau Lombok yaitu Sate Bulayak, salah satu jenis makanan khas Lombok yang terdiri dari Sate daging Sapi dan Bulayak sejenis lontong atau ketupat, tetapi bungkusnya dari daun pohon aren… tentu saja tawaran tersebut tidak ditolak.. kamipun makan sate bulayak bersama…

Setelah selesai menyantap sate bulayak yang ternyata lumayan pedas bagi diriku.. maka kami menghidupkan mesin sepeda motor masing-masing dan beranjak dari Puri Lingsar.. kami berpisah dimana Pak Permadi kembali kerumah dan diriku meneruskan perjalanan menuju Gunung Rinjani… Terimakasih Pak Permadi dan keluarga yang telah menerima kami sekeluarga dengan hangat dan penuh keakraban..

Diriku langsung menuju Simbalun Rinjani.. sepanjang perjalanan hujan menerpa.. jalanan lancar.. perut kenyang dan kurangnya istirahat semalam.. membuat diriku tidak kuat menahan kantuk.. di suatu pom bensin diriku memarkirkan Python dan menuju musholla di pom bensin tersebut..kurebahkan diriku..tertidur sekitar 2 jam.. lumayan menyegarkan badan.. akhirnya kuteruskan perjalanan menuju Simbalun Rinjani dengan beberapa kali berhenti..

Memasuki wilayah Rinjani jalan melewati hutan dan berliku..Python dengan gagah dan mantap melibas jalanan menanjak dan berliku.. di suatu tikungan selagi nikmat berkelok.. tiba-tiba didepan kelokan terhalang oleh sebuah sepeda motor bebek yang berboncengan sedang berupaya merayap dan mengalahkan tanjakan.. diriku membelokkan Python ke sebelas sisi kiri..namun ban Python turun ke tanah.. sewaktu berupaya kembali ke aspal ternyata median jalan dan tanah relatif tinggi dan licin membuat limbung Python.. Python dan diriku terjatuh… setelah memastikan bahwa diriku tidak mengalami luka..maka barulah kuberdirikan Python dan kuperiksa.. pertama kali yang diperiksa adalah sidebox.karena yang terlintas pertama kali adalah apakah sidebox pecah..kalau pecah wah berabe bagaimana barang bawaan kutaruh..tali nggak bawa..di tengah hutan pula..ternyata sidebox hanya baret..baru periksa mesin apakah bisa dihidupkan ternyata Python dapat dihidupkan..brem..bremm..tanpa menunggu lama akhirnya kunaiki kembali Python..namun ternyata saat kunaiki stang Python bengkok agak parah…walah..jalanan licin…menjelang sore..entah berapa lama lagi sampai puncak Rinjani..akhirnya kuputuskan untuk meneruskan perjalanan ke puncak Gunung Rinjani mempergunakan Python…untunglah diriku dan Python sampai di puncak Gunung Rinjani tidak berapa lama…saat itu waktu menunjukkan pukul lima sore waktu setempat..dan kulihat banyak pengunjung yang kembali dari puncak.. diriku tidak lama berada di puncak Rinjani ini.. ditempat tersebut terlihat beberapa warung dan pengunjung walaupun sudah sepi..sehubungan dengan kecelakaan yang baru kualami yang menyebabkan stang bengkok serta waktu telah hampir malam serta tidak mengenal rute yang sesuai dengan rencana perjalanan awal maka..rencana untuk menyusur pantai utara pulau Lombok mengambil jalan terusan dari puncak G. Rinjani akhirnya kubatalkan..diriku kembali jalan yang sama sewaktu berangkat..diriku kembali menghidupkan mesin Python untuk kembali ke kota Mataram dilanjutkan ke pelabuhan Lembar untuk perjalanan pulang… Tangan-Tangerang to Ampenan telah diselesaikan..Nyali – New Year At Lombok Island..telah dinikmati..saatnya episode Nantang.. Ampenan to Tangerang…


Aksi

Information

One response

25 05 2012
orderdesign

Perjalanan yang sangat mengesankan. berbagai hal yang sudah dilewati jadi semakin terkesan petualangan yang akan sulit dilupakan. akan ada saudar yang akrab dan sulit dilupakan juga apalagi momen2 yang dilewati disertai dengan pemandangan-pemandangan indah yang telah dikunjungi. Wah pasti ajib bangetttt…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: