Tangan Nyali Nantang – Etape 4 Ponorogo – Lumajang

26 01 2012

                                       

Selamat tinggal kerabat di Ponorogo.. mudah-mudahan kita bisa jumpa lagi.. pukul setengah sepuluh pagi..cuaca cerah mengantar diriku dan Python meninggalkan rumah kediaman Paman di Ponorogo menuju Lumajang..

Tanpa GPS kutelusuri jalanan di Kota Ponorogo.. namun tanda petunjuk pertama yang terlihat adalah arah ke kota Madiun.. waduh salah arah nich.. akhirnya kupinggirkan Python dan kupasang GPS yang selama ini menjadi petunjuk jalan.. kutentukan tujuan akhir adalah JL. Jendral Panjaitan kota Lumajang.. jalan dengan nama-nama pahlawan besar biasa kupergunakan apabila ke suatu kota, karena jalan yang bernama para pahlawan biasanya terletak di tengah kota.. ternyata GPS mengarahkan diriku untuk berbalik arah.. kuputar balik.. tidak berapa lama kulihat tugu Pangeran Diponegoro..selanjutnya GPS terus mengarahkan diriku menuju kota Ponorogo..

Kota Ponorogo saat itu jalanan lancar, banyak kendaraan sepeda motor.. kemacetan dijumpai pada saat melewati suatu pasar.. selanjutnya lancar.. brem..brem.. Python meninggalkan kota Ponorogo menuju Lumajang

Meninggalkan Ponorogo jalanan menanjak.. memasuki desa Tugu jalan pegunungan mulai terasa menanjak dan berkelok.. jalanan dari desa Tugu mulus dan lancar.. berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan indah sebelum turun ke kota Trenggalek.. break sebentar di sebuah minimart di kota Trenggalek untuk menginformasikan posisi perjalanan ke brader HMPCI Chapter Tangerang yang terus memonitor dan memberikan bantuan selama perjalanan ini.. thanks again Honda Mega Pro Club Indonesia yang terus menerus memantau dan memonitor perjalananku..

Perjalanan diteruskan menuju kota Tulungagung dan kabupaten Malang.. jalanan lancar cuaca cerah bahkan terasa panas.. waktu menunjukkan hampir tengah hari.. tersendat hanya pada saat perempatan.. selebihnya tancap gas…

Perjalanan yang lancar melenakan diriku hingga memasuki kabupaten Malang waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore.. pantaslah perut ini berasa kempes..mulut asam..badan pegel..kerongkongan haus..wah..harus berhenti.. di daerah Kalilegi kutemukan tempat makan yang menurutku cocok untuk makan dan beristirahat.. satu jam dihabiskan di tempat ini

Perjalanan kembali dilanjutkan.. kota Malang kulewati hampir menjelang malam menyapa.. hujan mulai turun rintik-rintik.. jalanan basah..tidak lama kemudian jalan menanjak selanjutnya adalah kelokan dan kelokan sepanjang jalan..jalan lurus hanya sebentar setelah itu kelokan lagi.. jalanan gelap.. kelokan tajam.. udara dingin malam terasa.. harus hati-hati karena banyaknya pasir dan kerikil kecil di beberapa kelokan yang beberapa kali membuat Python limbung.. karena fokus pada kelokan.. diriku tidak memperhatikan kecukupan bahan bakar.. sewaktu diperiksa ternyata petunjuk bahan bakar tinggal dua baris.. wah harus diisi kembali.. agak lama juga menemukan pom bensin.. Python kuarahkan pada pom bensi pertama yang kutemui..waktu kutanya daerah apa yang telah kulewati ternyata itu adalah daerah Dampit dan pom bensin tersebut terletak di daerah Kalisar menuju Lumajang.. ternyata pertamax yang selalu kugelontorkan kedalam tangki Python tidak tersedia di pom bensin tersebut.. kutanya pom bensin selanjutnya ternyata masih jauh dan dipastikan tidak jual pertamax.. paling nanti di kota Lumajang baru tersedia.. terpaksa kuisi dengan premium sebanyak dua puluh ribu rupiah hanya untuk mencapai kota Lumajang.. istirahat dan shalat Maghrib sebelum melanjutkan perjalanan..

Perjalanan kembali diteruskan..kelokan-kelokan masih menghadang..untung ada pengendara sepeda motor lainnya yang kujumpai sepertinya penduduk di sekitar situ karena sepertinya hapal dengan jalanan dan tikungan disitu.. diriku akhirnya mengikuti pengendara tersebut..sangat membantu untuk melahap tikungan di jalanan yang tidak kukenal..

Pukul delapan malam barulah kota Lumajang kumasuki..kota Lumajang sepi kala itu.. rencana mau nginap di kota ini..prioritas utama adalah hotel yang sering jadi pilihan biker yaitu hotel Pertamina alias pom bensin.. kalau nggak dapat baru penginapan.. tapi sebelumnya cari buat ngopi dulu ach.. di Jalan Gatot Subroto Lumajang diriku menemukan tempat jualan lesehan.. cocok buat selonjoran..pesan kopi sambil lesehan.. sekaligus menanyakan pom bensin yang agak besar dan arah ke kota Jember..

Setelah dirasakan cukup istirahat.. barulah Python kembali kujalankan ke arah yang ditunjukkan oleh pedagang kopi.. tidak lama kemudian kutemukan pom bensin yang besar di kota Lumajang.. kuarahkan Python ke pom bensin tersebut.. kuparkirkan Python dekat toilet karena sudah ingin segera membuang sisa-sisa makanan dan minuman setelah proses pencernaan ditubuh.. wah toilet bersih nich.. kamar mandi dengan bak terisi air yang bersih serta kebersihan terjaga.. bisa dipakai mandi menurutku..sesudah melepaskan zat-zat yang tidak tercerna lagi.. kulihat juga mushalla.. wah bisa dipakai rebahan juga nich… tempat yang cocok untuk melewati malam..istirahat tidur.. selanjutnya kuarahkan Python untuk diisi pertamax biru.. ternyata Python minta hingga 90 ribu rupiah agar tangkinya penuh terisi pertamax biru.. sambil menunggu penuh tangki bahan bakar.. kutanyakan kepada petugas pom bensin tersebut apakah diriku bisa mempergunakan mushalla untuk tidur.. ternyata diijinkan dan disampaikan pula bahwa mushalla tersebut juga dipergunakan oleh petugas pom bensin yang jaga malam sekedar beristirahat..terimakasih kusampaikan..namun diriku bilang mau cari makan dulu karena perut sudah menuntut untuk diisi kembali..

Kembali kuarahkan Python ke tempat makan yang sempat kulewati yang kelihatannya cocok buat makan malam.. kupesan satu porsi nasi goreng dan satu gelas jeruk hangat..sebelas ribu untuk menu tersebut.. rasa dan porsi yang pas serta air jeruk yang segar membuat tubuhku nyaman dan ingin segera merebahkan diri..kasih info ke Honda MegaPro Club Indonesia (HMPCI) Chapter Tangerang bahwa diriku istirahat di Lumajang.. selanjutnya kembali ke pom bensin tadi.. shalat Isya terlebih dahulu.. lalu dengan mempergunakan sleeping bag diriku langsung pulas di mushalla tersebut ditemani oleh beberapa petugas pom bensin yang juga beristirahat.. akhirnya sleeping bag terpakai juga..

Setelah tertidur pulas dengan mempergunakan sleeping bag.. pukul setengah lima subuh diriku terbangun..beresin barang bawaan.. ke kamar mandi pom bensin untuk mandi menyegarkan badan..sholat Subuh..selanjutnya siap-siap berangkat ke Jember-Banyuwangi-Gilimanuk-Denpasar sebagai etape selanjutnya..


Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: