Idul Adha 1432 H

15 11 2011

                                       

Allahu Akbar 3X Walillahilhamd

Suara takbir dan tahmid telah terdengar merdu dan indah dari berbagai mesjid di sekitar perumahan kami sebagai pernyataan dan pengakuan terhadap keagungan Allah SWT. Takbir yang diucapkan bukanlah sekedar gerak bibir tanpa arti, tetapi merupakan pengakuan dari dalam hati, menyentuh dan menggetarkan relung-relung jiwa manusia yang beriman.

06 November 2011 adalah hari dirayakannya Idul Adha 1432 Hijriah…Seluruh Umat Islam di penjuru dunia pada pagi harinya berbondong-bondong untuk melaksanakan dua rakaat shalat sunah, yaitu shalat Id. Yang kemudian akan dilanjutkan dengan acara silaturahim antar sanak-famili dan handai taulan…Pada hari ini, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rakaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu.

Dengan semangat untuk menggelorakan keimanan kami kepada Allah SWT, kamipun bersama-sama kaum muslimin dan muslimah di lingkungan kami berbondong-bondong berangkat ke mesjid yang ada di perumahan kami untuk menunaikan shalat Id.

Setelah selesai sholat Id diriku sengaja mengajak anak-anakku untuk melihat hewan kurban untuk lebih mengetahui mengenai hari raya Idul Adha dan makna berkurban..

Anakku bertanya kenapa harus ada penyembelihan kambing dan sapi..diriku berupaya menjawab sebisanya bahwa penyembelihan kambing dan sapi ini adalah salah satu bentuk kita kaum muslim mengikuti apa yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim yang mengikuti perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya sendiri yaitu Nabi Ismail as, namun pada saat Nabi Ismail as mau disembelih digantikan oleh Allah SWT dengan seekor hewan kurban..

Kembali anakku yang paling kecil bertanya apakah kambing dan sapi yang disembelih tersebut kesakitan dan menderita..kembali diriku menjawab semampu diriku menjawab bahwa kambing dan sapi tersebut tentu sangat senang karena menjadi qurban untuk Allah SWT.. Wallahu a’lam bishshawab

Anak-anakku mungkin jawaban ayah belum memuaskan diri kalian, namun bila kalian ingin mengetahui lebih dalam lagi mengenai makna Idul Adha dan berkurban maka ayah telah mencari dan menyalin beberapa artikel di internet yang mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua…amien

Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim as kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail as

Idul Adha atau yang sering kita kenal dengan Idul Kurban, mengingatkan kepada kita bagaimana proses perjuangan yang dilakukan oleh Nabi Allah Ibrahim as. Dimana nabi Ibrahim mendapatkan wahyu untuk menyembelih putranya sendiri, yang bernama Ismail as, putra yang ditunggu-tunggu selama bertahun-tahun.

Di sinilah nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Tuhan atau mempertahankan buah hati yang dicintainya, sebuah pilihan yang cukup dilematis. Namun karena ketakwaan dan kecintaan nya kepada sang Kholiq melebihi segalanya, maka perintah tersebut beliau laksanakan juga, walau pada akhirnya nabi Ismail as digantikan dengan seekor hewan kurban.

Sungguh dua tokoh bapak dan anak ini merupakan uswah hasanah bagi umat manusia. Bahkan syariat Nabi Muhammad SAW merupakan syariat yg dulunya telah diwahyukan Allah kepada Ibrahim . Maka kita menyembelih hewan qurban di hari Idul Adha ini termasuk meneladani sunnah Ibrahim sebagaimana sabda Nabi SAW Sunnatu abikum Ibrahim…

Makna Idul Adha tersebut (Oleh Drs. Syafi’i Salim Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia sumber file al_islam.chm)

Menyadari kembali bahwa makhluk yg namanya manusia ini adl kecil belaka betapapun berbagai kebesaran disandangnya. Inilah makna kita mengumandangkan takbir Allahu akbar !

Menyadari kembali bahwa tiada yg boleh di-Tuhankan selain Allah. Menuhankan selain Allah bukanlah semata-mata menyembah berhala seperti di zaman jahiliah. Inilah makna kita kumandangkan kalimah tauhid La ilaha illallah !

Menyadari kembali bahwa pada hakikatnya yg memiliki puja dan puji itu hanyalah Allah. Maka alangkah celakanya orang yg gila puja dan puji sehingga kepalanya cepat membesar dadanya melebar dan hidungnya bengah bila dipuji orang lain. Namun segera naik pitam wajah merah dan jantung berdetak melambung bila ada orang yang mencela mengkritik dan mengoreksinya. Inilah makna kita kumandangkan tahmid Wa lillahil-hamd !

Menyadari kembali bahwa manusia ini ibarat sedang melancong atau bepergian yg suatu saat rindu utk pulang ke tempat tinggal asal yakni tempat yg mula-mula dibangun rumah ibadah bagi manusia Ka’bah Baitullah. Inilah salah satu makna bagi yg istita’ah tidak menunda-nunda lagi berhaji ke Baitullah. Di sini pula manusia disadarkan kembali bahwa pada hakikatnya manusia itu satu keluarga dalam ikatan satu keimanan. Siapa pun dia dari bangsa apapun adalah saudara bila ia mukmin atau muslim. Tetapi bila seseorang itu kafir adalah bukan saudara kita meskipun dia lahir dari rahim ibu yg sama. Maka orang yg pulang dari haji hendaknya menjadi uswah hasanah bagi warga sekitarnya tidak membesar-besarkan perbedaan yg dimiliki sesama muslim terutama dalam hal yg disebut furu’iyah.

Menyadari kembali bahwa segala ni’mat yg diberikan Allah pada hakikatnya adalah sebagai cobaan atau ujian. Apabila ni’mat itu diminta kembali oleh yg memberi maka manusia tidak dapat berbuat apa-apa. Hari ini jadi konglomerat esok bisa jadi melarat dgn hutang bertumpuk jadi karat. Sekarang berkuasa lusa bisa jadi hina tersia-sia oleh masa. Kemarin jadi kepala kantor berangkat mempergunakan mobil mewah entah kapan mungkin bisa jadi bahan humor karena naik sepeda bocor. Sedang ni’mat yg berupa harta hendaknya kita ikhlas untuk berinfaq di jalan Allah seperti utk ber-udhiyah .

Percayalah dalam hal harta apabila kita ikhlas di jalan Allah niscaya Allah akan membalasnya dengan berlipat ganda. Tetapi jika kita justru kikir pelit tamak bahkan rakus tunggulah kekurangan kemiskinan dan kegelisahan hati selalu menghimpitnya.

Akhirnya semoga Idul Adha dgn berbagai ibadah yg kita laksanakan sekarang ini dapat membangunkan kembali tidur kita. Kemudian kita berihtiar lagi sekuat tenaga utk memperbanyak amal saleh sebagai pelebur amal-amal buruk selama ini. Amin !

Wahai diriku dan keluargaku semoga dengan datangnya Idul Adha ini kita kembali merenung dan memahami makna Idul Adha yg penting dalam kehidupan. Makna ini perlu kita renungkan dalam-dalam dan selalu kita kaji ulang agar kita lulus dari berbagai cobaan Allah..Amin!


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: