Liburan ke Negeri Sakura

11 10 2011

Pada pertengahan bulan September 2011, diriku mendapat tugas kerja ke Nagoya Jepang kebetulan rencana tugas tersebut bertepatan dengan jadwal liburan sekolah anak-anak serta adanya tawaran dari Pak Amin-rekan kerja yang ditempatkan disana untuk membawa keluarga dan mempergunakan apartemennya untuk dipergunakan keluargaku menginap selama di Nagoya karena hanya diriku yang mendapatkan fasilitas hotel dari perusahaan…
akhirnya setelah diskusi singkat dengan my lovely wife dengan mempertimbangkan biaya dan waktu diputuskan untuk sekaligus liburan keluarga bersama-sama.

Rencana perjalanan harus diundurkan karena visa Jepang untuk penugasan tidak dapat diselesaikan sesuai rencana, sehingga jadwal tugaspun harus diundurkan…dan melewati batas libur sekolah anak-anak..kamipun berdiskusi kembali..kalau anak-anak ikut berarti tidak sekolah..kalau tidak ikut kasihan pula kepada anak-anak yang menginginkan untuk menginjak tanah matahari terbit.

Karena ini bukan kesalahan anak-anak dan kesempatan jalan bareng sekeluarga ke Jepang yang sulit didapat kembali..akhirnya kami memutuskan untuk mengikutsertakan anak-anak, namun kami bilang ke anak-anak bahwa mereka akan berangkat kalau mendapat ijin dari pihak sekolah dan mampu mengejar ketinggalan pelajaran.

Kamipun mendatangi wali kelas dan kepala sekolah anak-anak untuk meminta ijin pihak sekolah bahwa anak-anak kami tidak dapat masuk sekolah karena akan menemani bapaknya tugas dan disampaikan pula bahwa jadwal tugas ini sebenarnya bertepatan dengan liburan sekolah dan sudah direncanakan jauh hari serta semua persiapan telah dilaksanakan namun karena kendala pengurusan visa maka harus diundur dan melewati masa libur sekolah…beruntung pihak sekolah mengerti sehingga mengijinkan anak-anak kami untuk tidak masuk sekolah namun dengan catatan mereka akan mendapatkan ulangan susulan dan tambahan pelajaran untuk mengejar ketinggalan mereka.

Rombongan kami berjumlah 7 orang terdiri kami sekeluarga 4 orang ditambah 2 rekan kerja dan seorang anak dari rekan kerja. Rencananya semua rekan kerja akan membawa keluarga namun karena berbagai alasan maka beberapa anggota keluarga rekan kerja membatalkan rencananya.

Akhirnya rombongan kami berangkat ke Nagoya Jepang mempergunakan penerbangan Garuda mempergunakan pesawat Airbus terbaru dengan transit di Denpasar.

Penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng berangkat tanggal 12 September 2011 pukul 8 malam tiba di Bandara Ngurah Rai Bali pukul 9.45 malam transit di Bali selama 2 setengah jam sebelum berangkat kembali pukul 12 malam untuk melakukan penerbangan selama 7 jam non stop ke Nagoya Jepang.

Untuk penerbangan Denpasar menuju Nagoya kami sekeluarga mempergunakan kelas bisnis..ini kesempatan untuk menikmati fasilitas kelas bisnis terbaru dengan pesawat baru dimana tempat duduk bisa direbahkan menjadi tempat tidur dan fasilitas hiburan di pesawat yang memuaskan..
perjalanan tujuh jam tidak terasa karena kami tertidur pulas selama perjalanan dan bangun sewaktu pramugari hendak menyiapkan sarapan

Kami mendarat di bandara Chubu International Airport Nagoya tanggal 13 September 2011 pukul 09.10 pagi waktu Nagoya atau pukul 07.10 Waktu Indonesia Barat. Terlihat perbedaan yang mencolok dibandingkan bandara di Indonesia antara fasilitas bandara dengan budaya orang-orang yang ada di bandara tersebut, orang-orang kelihatan tertib dan fasilitas umum yang banyak dan terpelihara baik serta banyak sentuhan teknologi tinggi.

Setelah menyelesaikan urusan imigrasi dan bagasi, kami keluar dari airport yang menurutku sangat modern dengan arsitektur bangunan modern dan luas, kami dijemput oleh rekan kerja yang ada di Nagoya beserta keluarganya.

Kami harus berpisah di Bandara, kami harus langsung bertugas sehubungan dengan jadwal tugas yang padat sedangkan keluarga berangkat menuju apartemen rekan kerja kami di kota Nagoya dengan mempergunakan transportasi subway atau kereta bawah tanah. Kami sepakat akan menyusul ke apartemen setelah menyelesaikan tugas.

Selama di Nagoya, keluarga terutama anak-anak memilih tidur dan menginap di apartement rekan kerja walaupun kuajak untuk menginap di hotel tempat diriku menginap selama bertugas karena…setelah diselidiki ternyata anak-anak betah di apartemen karena keluarga rekan kerja sangat ramah dan memanjakan anak-anak kami serta yang paling penting adalah selalu diajak jalan-jalan keliling kota Nagoya selama kami bertugas seharian.

Karena anak-anak menginap di apartemen sedangkan diriku di hotel, maka setiap hari setelah melaksanakan tugas kami pergi dahulu ke tempat keluarga menginap untuk mendengar cerita dari anak-anak serta melihat kondisi keluarga..serta terus membujuk untuk nginap di hotel namun tidak berhasil..setelah itu berangkat ke hotel untuk beristirahat yang ditempuh sekitar 15 menit jalan kaki.

Baru malam terakhir masa tugas anak-anak dapat dibawa ke hotel itupun dengan janji akan jalan-jalan besok harinya karena kami hanya menyelesaikan masalah administrasi mengenai pekerjaan yang sudah dilaksanakan

Selama diriku bertugas istri dan anak-anak setiap hari diajak oleh istri rekan kerja disana ke beberapa tempat wisata di Nagoya

Sekilas mengenai Kota Nagoya bersumber dari wikipedia…. Nagoya adalah ibu kota Prefektur Aichi, Jepang. Kota ini terletak di pesisir Samudra Pasifik di wilayah Chūbu, bagian tengah Pulau Honshu. Letaknya di tengah-tengah antara Tokyo dan Kyoto, sehingga kota ini sering disebut Chūkyō (ibu kota bagian tengah). Nagoya merupakan kota terbesar keempat di Jepang dalam jumlah penduduk. Kota ini merupakan pusat dari Daerah Metropolitan Chukyo yang merupakan salah satu dari tiga daerah metropolitan Tokyo-Nagoya-Osaka
Kota Nagoya mempunyai wilayah 326,45 km2 dengan jumlah penduduk 2.258.804 jiwa dan mempunyai kepadatan penduduk 6.913,3/km2 lebih kecil dari pada Kota Jakarta yang mempunyai luas wilayah 740,30 km2 dengan jumlah penduduk 9.588.188 jiwa dan kepadatan penduduk 12.951,8/km2

Penduduk Nagoya lebih banyak mempergunakan sarana transportasi kereta bawah tanah (sub way) dan bis umum perjalanan jauh sedangkan untuk jarak yang relatif dekat penduduk banyak mempergunakan sepeda.

Transportasi umum disana mempunyai jadwal yang tepat, dan bersih serta budaya antri apabila hendak naik kendaraan umum, suatu budaya yang patut dicontoh, lalu lintas di Nagoya relatif sepi kendaraaan, budaya lalulintas yang tertib serta sangat memperhatikan pejalan kaki adalah ciri khas yang dapat dirasakan selama diriku sekeluarga disini.

Akhirnya diriku bisa menikmati jalan-jalan di Nagoya beserta keluarga dengan mempergunakan one day tiket atau tiket satu hari yang dapat dipergunakan untuk seluruh sarana transportasi umum, tempat yang menjadi tujuan adalah tempat-tempat yang belum dikunjungi oleh isteri dan anak-anak selama di Nagoya

Tujuan pertama adalah Nagoya Castel bangunan istana yang dibangun tahun 1500 an oleh keluarga bangsawan Imagawa. Istana ini pernah hancur akibat pemboman Amerika pada tahun 1945 dan dibangun kembali tahun 1959 oleh pemerinatahan kota Nagoya

Tempat selanjutnya yang kami kunjungi adalah museum Toyota yang mengisahkan mengenai perkembangan teknologi khususnya teknologi alat tenun dan tentu saja perjalanan panjang pabrikan mobil dari awal berdiri hingga saat ini. Di museum Toyota juga diperagakan kendaraan masa depan yaitu kendaraan yang didisain futuristik seperti kusri berjalan serta ada robot Toyota yang dapat berjoget dan bermain musik.

Jalan-jalan diteruskan kesalah satu pusat pembelanjaan yang sangat besar dan sangat lengkap, disana kami sempat membeli beberapa perlengkapan wisata keluarga dan oleh-oleh.

Jalan-jalan kami lakukan hingga malam hari dengan beberapa tujuan lainnya disertai beberapa kali istirahat sekaligus makan

Keesokan harinya kami harus bangun pagi untuk ke airport untuk pulang ke Indonesia. Di Bandara anakku mencoba minum langsung dari keran setelah dikasih tahu bahwa di Nagoya kita dapat langsung minum dari keran umum untuk minum

Seperti waktu berangkat, penerbangan kepulangan kami ke Bandara Soekarno-Hatta mempergunakan Garuda dan harus transit di Denpasar Bali. Kali ini kami mempergunakan kelas ekonomi namun pelayanan dan hiburan di pesawat selama perjalanan sangat memuaskan, pesawat pada saat itu penuh dan hampir semua penumpang adalah penumpang Jepang yang menuju Bali

Karena lelah dan lamanya perjalanan Nagoya-Denpasar setelah menempuh hampir setengah perjalanan menuju Denpasar kamipun tertidur di pesawat dan terbangun ketika ada pengumuman bahwa beberapa saat lagi akan mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali

Setelah melewati pengurusan bagasi dan imigrasi di Bali kami melanjutkan penerbangan ke Jakarta dengan mempergunakan kelas bisnis, selanjutnya dengan mempergunakan mobil kami tiba di rumah sekitar pukul 9 malam

Perjalanan kali ini memang memuaskan, terutama anak-anak yang menurut cerita mereka hampir semua tempat di Nagoya telah mereka kunjungi dan mereka dapat membeli barang yang mereka suka sewaktu disana

Kami senang melihat anak-anak puas dengan liburannya…terima kasih Pak Amin sekeluarga atas keramahan dan kesediaannya untuk direpotkan oleh keluarga diriku selama diriku bertugas… mudah-mudahan kami dapat kembali lagi kesana khusus untuk liburan


Aksi

Information

One response

11 10 2011
m dwinanto

Indonesiaku tumpah darahku, beragam…. dan kaya…
bisakah dan kapan indonesia serapih, bersih dan tertib dibumbui teknologi canggih seperti terlihat dalam duties travel diatas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: