Lighter Untuk Mobile Charger

9 07 2011

Walaupun perencanaan dan persiapan dirasakan cukup sebelum melakukan perjalanan Tangerang-Jogjakarta PP, namun ternyata ada juga hal-hal kecil dan besar yang terlewat. Semua itu menjadi pelajaran berharga untuk perjalanan-perjalanan selanjutnya.

Dari beberapa hal yang menjadi pelajaran selama perjalanan salahsatunya adalah charger untuk mengisi ulang baterai gagdet yang dibawa seperti handpone dan kamera akibatnya beberapa kesempatan untuk mengambil gambar terlewatkan karena baterai kamera yang dibawa sudah habis atau tidak bisa berkomunikasi karena baterai handphone yang habis.

Kami memang tidak mengantisipasi kehabisan tenaga baterai ditengah perjalanan karena kami memang mau menginap dibeberapa tempat, dan mengisi ulang baterai di tempat menginap. Memang kami bisa mengisi ulang baterai ditempat menginap namun kendalanya adalah colokan listrik yang terbatas tidak semua gagdet yang dibawa bisa dicharge berbarengan, harus bergiliran, hal ini akan menjadi persoalan tersendiri apabila tiba ditempat menginap sudah malam dan harus melanjutkan perjalanan pagi hari, skala prioritas menjadi acuan…ditambah lagi kami seringkali langsung tertidur pulas, serta bangun menjelang keberangkatan sehingga tidak sempat lagi untuk mengisi baterai untuk barang yang lain karena harus berangkat lagi.

Persoalan akan bertambah apabila kita istirahat di tempat umum seperti istirahat tidur di SPBU Cilongok yang kami lakukan sewaktu melakukan perjalanan dari Jogjakarta hingga Purwokerto, kesempatan untuk mencharge baterai tidak bisa dilakukan. Kejadian dech beberapa gagdet kehabisan baterai and useless.

Pelajaran penting lainnya adalah petunjuk jalan. Selama perjalanan Tangerang-Jogjakarta pp, kami mengandalkan gambar peta kertas dan GPS alami yaitu bertanya kepada penduduk atau yang lainnya yang dapat kami temui.

Pelajaran yang dapat kami peroleh ketika mengandalkan gambar peta dan bertanya adalah :

  1. Daya ingat kami yang terbatas sewaktu harus mengingat arah di peta
  2. Saking ramahnya penduduk atau yang ditanya, sering kali kami mendapatkan jawaban seperti ini kalau sudah memasuki suatu kota dan hendak ke suatu tempat di kota tersebut :jalan terus..nanti ketemu lampu merah belok kiri..ada persimpangan..jalan terus saja..lalu ada gedung ini..belok kanan … lalu disana ada petunjuk ke arah … ikutin aja nanti ketemu… ambil jalan sebelah..kanan..hati-hati jangan kelewat nanti mesti balik arah ..nah kira-kira sekian meter ketemu…belok ke arah..

    keterangan diberikan dengan peragaan tangan memberikan arah jadinya bingung memperhatikan omongannya atau tangannya namun terimakasih banyak atas keramahannya dan informasinya..
    kalau mendapat jawaban tersebut terus terang kami nggak bakal inget semuanya. Yang ingat dan jadi perhatian cuma petunjuk pertama yaitu ada lampu merah belok kiri setelah itu…nanya lagi..karena sekali lagi kami sudah nggak ingat lagi arah mana yang harus diambil..

  3. Kadang kami terlambat menemukan orang yang tepat untuk bertanya arah jalan. Ingat pelajaran sewaktu kami salah mengambil arah yang semestinya ke arah Cikalong, namun kami mengambil arah Tasikmalaya. Kami baru bisa bertanya kepada penduduk setelah melewati jalanan sepi dan mendekati arah kota Tasikmalaya, Kejadian tersebut membuat kami harus kehilangan jarak dan waktu untuk sampai di Pangandaran belum lagi pengalaman yang terlewat untuk menyusuri pantai dari Pamengpeuk ke Pangandaran.

Berdasarkan pengalaman diatas, maka yang namanya GPS atau Global Positioning System ternyata kelihatannya akan sangat membantu kita selama perjalanan. Namun dari hasil penjelajahan dunia maya dan berkunjung ke toko penjual GPS, rata-rata semua GPS terbatas daya dukung baterainya, jadi tetap harus ada charger, lha kalau nggak di charge alat GPS mati karena baterainya habis kembali donk peta kertas dan bertanya

Jadi solusi pertama yang harus dipecahkan adalah bagaimana agar kita tidak kehabisan baterai untuk gagdet yang akan dibawa sewaktu melakukan perjalanan.

Kita tahu bahwa sekarang sudah banyak charger untuk gadget yang dapat mempergunakan lighter rokok di mobil, namun untuk dimotor gimana karena sepeda motor tidak ada fasilitas lighter seperti mobil.

Menurutku pemasangan lighter sebagai mobile Charger di motor adalah salah satu alternatif terbaik, namun bagaimana?

Seperti biasa penjelajahan dunia maya kembali dilakukan…googling cari tema mengenai pemasangan lighter rokok di sepeda motor..ternyata banyak temuan yang membahas masalah ini. Thanks to penulis-penulis nya atas sharing infonya.

Banyak artikel yang membahas hal tersebut, dari yang produk yang siap pasang namun sangat mahal harganya menurutku, hingga artikel cara pemasangan sendiri dari yang sederhana hingga sangat ruwet.. bagiku semuanya ruwet karena sebagai seorang yang full biker alias kagak tahu apa-apa mengenai mesin apalagi kelistrikannya, otomatis tidak tahu pula cara masangnya.

Akhirnya ku cetak salah satu artikel pemasangan USB charger di sepeda motor dan dapat dimodifikasi untuk lighter yang menurutku cocok dan mudah dimengerti untuk disampaikan ke bengkel mengenai pemasangannya

Pertanyaan selanjutnya adalah siapa yang mau masangnya, apakah mekanik di toko onderdil & asesoris mobil karena barangnya adalah perlengkapan mobil, namun khawatir tidak tahu mengenai karakteristik per sepeda motoran..atau mekanik sepeda motor yang paham mengenai per sepeda motoran namun khawatir tidak paham mengenai pemasangan lighter di motor..

Akhirnya kubawa artikel tersebut ke toko onderdil & asesoris mobil untuk menanyakan apakah bisa memasang lighter rokok di sepeda motor..sekaligus juga membeli lighter rokok dan tambahannya seperti kabel, saklar dan sekering. Mekanik toko tersebut menyatakan mengerti dan sanggup untuk memasangnya..namun kutangguhkan dulu karena ingin tahu kesanggupan mekanik bengkel sepeda motor.

Diriku berkunjung ke Bengkel BES Motor bengkel resmi sepeda motor Honda yang menjadi langgananku, dan “kayaknya” diriku sudah akrab dengan chief mechanicnya yaitu Kang Arman yang asli Garut semenjak diriku sok akrab kenalan dengan Kang Arman waktu service pertama kali di bengkel ini. Menunjukkan artikel dan konsultasi dengan Kang Arman..beliau menyatakan sanggup asal barang-barang yang dibutuhkan tersedia..kuberitahu bahwa barang sudah komplit tinggal masang..Kang Arman bilang ok bisa dikerjakan tapi tunggu antrian service..no problemo..teu kunanaon kang..kayaknya lebih sreg masang lighter rokok untuk Python di Bengkel BES Motor ini selain bengkel resmi sepeda motor Honda juga pengalaman yang memuaskan terhadap pelayanan dan hasil kerjanya.

Tak berapa lama Python our meggy dibawa kedalam bengkel untuk pemasangan dan mekaniknya adalah yang biasa mengutak-atik Python apabila service di bengkel ini.

Sebelum pemasangan diriku diskusi dengan mekanik dan kepala mekaniknya mengenai pengambilan listrik dan penempatan lighter.

Setelah diskusi akhirnya listrik akan disambungkan langsung ke stop kontak sehingga apabila posisi kunci pada posisi “ON” maka lighter akan berfungsi dan juga katanya untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan karena terpusat serta ikut pada pengamanan dari sekering standar bawaan motor. Selain itu juga kalau memasang saklar sesuai artikel dirasakan kurang praktis… diriku setuju dengan solusi tersebut sehingga saklar dan sekering yang sudah dibeli tidak terpakai.

Mengenai penempatan lighter, untuk alasan lebih praktis dalam pemakaian, mekanik menyarankan untuk membuat dudukan lighter di stang, namun karena dudukan belum ada dan ada bahaya terkena air hujan yang dapat menimbulkan korsleting listrik, maka diputuskan untuk ditempatkan di tempat alat-alat di bawah jok dengan memberikan kabel yang lebih panjang sehingga lebih praktis bila dipergunakan.

Kedua hal telah disepakati, maka langsung Pyhton di kutak-kutik oleh mekanik dan bosnya mekanik untuk pemasangan lighter yang nantinya dipergunakan untuk mini Charger.

Lighter sebagai mini USB Charger telah terpasang, handpone sudah ada, kamera sudah punya..tinggal berburu GPS katanya ada yang murah namun bagus buatan Taiwan dengan merk “S****r S****g” atau yang mahal dan harus bagus seperti “G****n” atau merek lainnya..pilih yang mana ya…

Aksi

Information

5 responses

10 07 2011
Santay

Butuh dana berapa untuk belanja onderdilnya. Ada rencana mau pasang nih… Buat persiapan mudik nanti…🙂

10 07 2011
Tanto

Ada beberapa macam kualitas dan harga di toko onderdil mobil, saya pilih untuk Lighter harga 45 rb, kabel 30rb buat 2 meter, saklar 15 rb (tidak terpakai), sekering gratis (tidak terpakai), menurut penjaga toko oderdil mobil, barang-barang yang saya ambil adalah yang paling bagus kualitasnya, entahlah..

11 07 2011
Santay

Ok mas, thanks informasinya.

16 08 2011
gunsik

boleh jg nih buat di pasang di pulsar gw nanti.tks broo

14 09 2011
Noer

lah cerita nyambung ke usb nya kok ga diterusin :((

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: