Perjalanan I : Tangerang – Jogjakarta PP – Etape 6 : Sumedang – Bandung

5 07 2011

                                       
Setelah pamit kepada bibi kami, maka kami meluncur ke Bandung beriringan mempergunakan jalur alternatif. Kami berdua mempergunakan Python our meggy sedangkan keluarga kakak dan anak-anak kami mempergunakan Jawara our Xenia.

Perjalanan mulus dan berkelok-kelok disertai dengan pemandangan indah, namun banyak ruas jalan yang menembus pemukiman menahan laju kami untuk tidak terlalu cepat.

Menurut kami rute alternatif ini lebih jauh dari jalur utama ataupun lingkar luar Sumedang, namun sangat lancar sehingga membutuhkan waktu yang lebih cepat tiba di Tanjungsari Sumedang.

Dari Tanjungsari kami langsung dihadapkan pada kemacetan disebabkan kemacetan di pasar Tanjungsari. Python beberapa kali menunggu Jawara yang terjebak macet di belakang. Akhirnya kami minta ijin ke kakak untuk jalan terlebih dahulu ke Bandung.

Sepanjang perjalanan ke Bandung beberapa kemacetan dihadapi namun Python dengan gesit melewati kemacetan tersebut. Kami mempergunakan jalur jalan Bypass Soekarno-Hatta kembali, saat ini kami langsung mempergunakan jalur sebelah kiri yang memang diperuntukan untuk angkutan umum dan sepeda motor.

Kami berbelok ke jalan Mohammad Toha dengan tujuan tempat makan yang biasa kami kunjungi sewaktu berpacaran dan merencanakan untuk nonton di bioskop berdua. Kami ingin bernostlagia, dimana kami berdua dibesarkan dan sekolah hingga kuliah di kota Bandung. Kami bertemu..pacaran…menikah di kota Bandung. Setelah diriku mendapat pekerjaan sekarang dan ditempatkan di Bandara Cengkareng, maka my lovely wife kuboyong ke Tangerang hingga sekarang.

Di pusat pembelanjaan dimana rumah makan tersebut berada kami parkir Python. Pusat pembelanjaan tersebut sudah sangat sepi pengunjung, banyak toko yang tutup. Bioskop yang biasa kami berdua nonton sudah lama tutup, namun tempat makan masih ada. Kami menuju kesana, ternyata suasananya sudah sangat berbeda. Tempat makan biasa kami dulu makan biasanya ramai dan susah untuk mencari tempat duduk, saat ini terlihat hanya empat orang konsumen yang sedang bercakap dan dilihat dari pesanannya tidak terlalu banyak. Kami rencananya mau membatalkan makan disini, namun untuk bernostalgia maka kami memesan satu porsi makanan untuk kami berdua, itupun agar kami bisa agak lama duduk di tempat makan tersebut.

Akhirnya rencana untuk nonton dan makan seperti dahulu batal karena keadaan. Tujuan dialihkan ke salah satu makanan khas Bandung yang menjadi favorit kami lainnya yaitu mie kocok, yang menjadi langganan kami adalah mie kocok di daerah Pasirkoja yang menurut kami lebih gurih dan kental dibanding lainnya. Kami meluncur kesana namun mie kocok tersebut sudah tutup akhirnya kami menuju ke makanan kesukaan kami lainnya juga yaitu baso tahu goreng (batagor) yang juga di daerah Pasirkoja dekat rumah sakit yang bagi kami lebih enak dan gurih, serta sangat berasa ikannya dibandingkan batagor di daerah lainnya, tempat yang dituju ternyata masih buka, kami bersantap batagor goreng dan kuah berduaan…dan bercerita sewaktu berpacaran hingga saat ini…

Tak terasa waktu sudah malam..kami ditelpon oleh kakak kami bahwa mereka sudah sampai dirumah..maka kamipun beranjak dari tempat batagor menuju rumah kakak di Pasirkoja untuk bertemu anak-anak dan istirahat mempersiapkan perjalanan ke Tangerang melalui Bandung Selatan

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: