Perjalanan I : Tangerang – Jogjakarta PP – Etape 5 : Purwokerto – Sumedang

5 07 2011

                                       
Setelah beristirahat di daerah Cilongok dan mendapatkan khabar bahwa anak kami sembuh dan sudah tidak mengeluhkan pusingnya, maka kami memutuskan untuk kembali ke rencana semula yaitu menuju waduk Darma di Kuningan dan mengunjungi kerabat yaitu paman dari diriku di Sumedang, setelah itu kami akan langsung ke Bandung untuk bertemu anak-anak dan bermalam.
Menjelang pukul 5 Pagi kami mulai menembus jalanan menuju Kuningan dan Sumedang. Rute yang akan kami ambil adalah Majenang-Banjar-Ciamis-Cikijing-Kuningan-Majalengka-Sumedang-Jatinangor-Bandung
Jalanan menuju Majenang sangat mulus dan relatif sepi pagi itu, namun kami tidak menggeber Python our meggy karena kabut yang tebal membatasi jarak pandang kami. Dengan kecepatan sedang kami menembus kabut pagi yang sangat menyegarkan sewaktu menerpa kami. Sepanjang perjalanan kami membayangkan makanan dan minuman hangat untuk sarapan.
Memasuki kota Majenang kami menemukan penjual bubur ayam, hm… cocok dengan keinginan kami yaitu makanan dan minuman hangat.. semangkok bubur ayam panas dan segelas teh panas akan mampu menghangatkan dan menyegarkan tubuh kami berdua sekaligus untuk beristirahat.
Kami pun menikmati sabu yaitu sarapan bubur di Majenang..

Sambil beristirahat kami membicarakan perjalanan yang telah ditempuh dan rencana selanjutnya, termasuk rindu kami terhadap anak-anak. Tercetus ide untuk bertemu dan menginap di Sumedang agar dapat liburan bareng dengan keluarga kakak dan paman sekaligus. Kami berdua lalu merencanakan untuk bertemu dengan anak-anak di rumah paman di Sumedang yang mempunyai halaman luas dengan kolam pemancingan di depan dan dibelakang rumah serta kandang binatang peliharaan seperti kambing dan bebek serta areal persawahan dengan lingkungan pedesaan dan pemandangan indah…..cocok untuk liburan sekeluarga. Rencana kami adalah mengajak keluarga kakak dari diriku di Bandung untuk liburan ke Sumedang dan mempergunakan Jawara our Xenia sebagai kendaraan ke Sumedang

Saya hubungi kakak di Bandung apakah ada acara..kakak di Bandung menyatakan OK tapi kemungkinan sore baru bisa jalan karena ada kerjaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Hubungi paman di Sumedang, meminta ijin bahwa keluarga diriku dan keluarga kakak akan berkunjung dan menginap di rumahnya untuk mengisi liburan sekolah…kami akan datang sore hari.. paman menyatakan OK..klop sudah rencana maka langsung kuhubungi kakak kembali untuk menyampaikan ijin dari paman..dan kami akan sampai di Sumedang sore hari karena kami akan berdarmawisata terlebih dahulu ke Waduk Darma di Kuningan

Setelah cukup beristirahat kami kembali menapaki aspal jalanan menuju Banjar-Ciamis-Cikijing-Kuningan.

Jalanan menuju Banjar, relatif masih sepi dan mulus, pagi itu banyak warga yang melakukan olahraga jalan dan lari pagi di sisi jalan, memerlukan kehati-hatian pengendara.

Sebelumnya kami tidak begitu memperhatikan spanduk suatu rumah makan yang menyebutkan sekian puluh kilometer lagi sampai di rumah makan tersebut.. promosinya kok jauh amat..namun sepanjang perjalanan kami banyak menemukan spanduk rumah makan tersebut yang menyebutkan jarak ke rumah makan tersebut.. mendekati rumah makan tersebut jalanan rusak dan berlobang membuat kami harus pelan-pelan..di depan rumah makan tersebut kami membelokkan Python masuk untuk membeli oleh-oleh khas Majenang dan Banjar untuk keluarga paman di Sumedang yang dijual di minimarket rumah makan tersebut… ternyata harganya menurut kami lebih mahal dibandingkan dengan supermarket maupun penjual oleh-oleh di terminal..apakah karena untuk menutupi biaya banyaknya spanduk tersebut..kami akhirnya tidak jadi belanja oleh-oleh di rumah makan tersebut, nanti saja di perjalanan menuju Ciamis atau sekalian beli oleh-oleh khas Kuningan saja yaitu Jenisa yaitu minuman Jeruk Nipis Asli yang pernah kami lihat di suatu acara televisi.

Akhirnya kami putuskan untuk membawa oleh-oleh khas Kuningan, maka kami pun langsung berangkat ke Kuningan melalui kota Ciamis. Dengan beberapa kali bertanya akhirnya kami menemukan arah jalan ke Kuningan.

Perjalanan ke Kuningan melalui Cikijing. Selepas kota Ciamis jalan mulai menanjak dan berkelok-kelok tajam dengan jalan yang mulus sangat nikmat untuk berkendara New Megapro di hari yang cerah. Nikmatnya perjalanan ini hingga Waduk Darma. Perjalanan dengan jalan yang mulus dan tidak terlalu ramai melalui daerah persawahan dengan pemandangan indahnya serta melalui daerah pegunungan dengan tanjakan dan turunan tajam serta kelokan tajam disertai sejuknya udara pegunungan. Menjadi salah satu rute yang kami rekomendasikan untuk touring sepeda motor

Kami terlebih dahulu menuju kota kuningan untuk membeli oleh-oleh sebelum kami balik arah untuk ke waduk Darma dan ke Sumedang.

Setelah membeli Janisa di Kuningan akhirnya kami beristirahat di waduk Darma.

Kami tidak bisa lama di Waduk Darma karena ingin tiba di Sumedang sore hari dan secepatnya bertemu dengan anak-anak kami.

Kami kembali ke arah Cikijing namun berbelok ke arah kota Majalengka langsung menuju Sumedang

Perjalanan menuju Majalengka hampir sama dengan perjalanan sebelumnya yaitu jalanan mulus dan berkelok, namun dibeberapa tempat ada ruas jalan yang sedikit berlobang

Di suatu tempat pengisian bahan bakar, kami berhenti terlebih dahulu untuk ke toilet umumnya. Ternyata di belakang SPBU tersebut terdapat tempat istirahat yang mempunyai pemandangan indah, tak berapa lama kurebahkan diriku di bangku yang ada di tempat istirahat tersebut, disebabkan istirahat yang kurang sewaktu di Cilongok Purwokerto dan perjalanan jauh yang telah dilewati, ditambah semilir angin yang sejuk dan suara daun dan dahan pohon yang tertiup angin membuat diriku tertidur pulas di bangku taman, istriku sebagai teman perjalanan sengaja tidak mengganggu istirahat dan mengambil beberapa gambar diriku sewaktu tertidur.

Diriku tertidur sekitar satu jam, namun tubuh terasa sangat segar. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Sumedang.

Perjalanan ke Sumedang ternyata harus melalui jalan yang ramai dan jalanan yang berlobang serta bergelombang. Beberapa kali kami harus mengerem agak keras karena lobang yang tidak dapat kami hindari dan kami beberapa kali harus menahan sakit karena tubuh kami berguncang keras sewaktu melintas lobang jalan dan tidak sempat mengurangi kecepatan.


Menjelang malam akhirnya kami tiba di rumah paman di Sumedang. Kami langsung mandi dan langsung melahap makan makan setelah ditawarkan oleh tuan rumah. Keluarga kakak dan anak-anak kami ternyata belum juga datang.

Setelah badan segar dan perut kenyang ternyata ada lagi kejutan yaitu ada tukang pijat yang dapat dipanggil ke rumah.. hm..hmm..langsung diriku minta tolong untuk dapat memanggil tukang pijat tersebut..tak berapa lama tukang pijat tersebut datang..diriku langsung dipijat…hmmmmmm….nikmatnya badan capek diurut oleh tukang pijat..tak berapa lama diriku pulas tertidur…

Diriku terbangun mendengar suara anak-anakku..oh ternyata sudah pagi..lelap sekali diriku tidur semalam sampai kedatangan keluarga kakak dan anak-anak tak kuketahui. Aku keluar kamar dan mendapat kabar bahwa mereka tiba dari Bandung malam hari karena terjebak kemacetan di daerah Jatinangor.

Ternyata Paman dan Bibi yang bertugas sebagai PNS di kota Sumedang harus berangkat kerja pagi itu. Setelah mengobrol sebentar dengan kami, kami pun ditinggal mereka kerja, namun kami ditemani oleh anak dan menantu mereka yang tidak lain menjadi sepupu kami

Anak-anak langsung bermain di rumah paman. Memancing dan bermain dengan hewan peliharaan sangat menyenangkan bagi mereka..mudah-mudahan liburan kali ini sangat berkesan bagi semuanya..

Rumah Paman di Sumedang

Belakang Rumah Paman di Sumedang

Siang hari kami makan dengan ikan hasil pancingan kami, sambal dan lalapan yang diambil dari kebun di belakang rumah..nikmat sekali.. tak berapa lama bibi kembali dari tempat kerjanya. Kami langsung menceritakan bahwa kami telah “menjarah” kolam ikannya. Bibiku tertawa dan menyampaikan bahwa kolam tersebut memang untuk keluarga yang datang berkunjung… memang dari dulu paman dan bibi Sumedang ini sangat baik terutama kepada keluarga kami, kami selalu betah apabila berkunjung ke rumah mereka.

Menjelang sore kami pamit kembali ke Bandung, atas saran bibi kami, diriku dan my lovely wife mengendarai Python our meggy sedangkan anak-anak bersama keluarga kakak mengendarai Jawara our Xenia melalui jalan alternatif tidak melalui jalan dalam kota Sumedang maupun lingkar luar.. Terimakasih paman dan bibi di Sumedang atas ijinnya untuk liburan dan “mengacak-acak” kolam dan halaman belakangnya.. kami pasti akan kembali setiap ada kesempatan..

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: