Perjalanan I : Tangerang – Jogjakarta PP – Sehari di Jogjakarta

30 06 2011

Kami sangat senang..akhirnya tujuan akhir Jogjakarta dapat dicapai dengan segala pernak-pernik selama perjalanan menuju Jogjakarta

Setelah beristirahat semalam, kami tidak sabar untuk keliling kota Jogjakarta berduaan setelah itu kami akan mengunjungi tante di daerah Kaliurang yang sedang sakit.

Jalan Malioboro dan keraton merupakan daerah wajib kunjung bagi pelancong yang menginjak tanah Jogjakarta, kesanalah kami akan jalan-jalan

Sebelum menuju Jalan Malioboro, kami sengaja berkeliling kota terlebih dahulu, hari masih pagi sekitar pukul setengah 9 ketika kami tiba di Jalan Malioboro yang telah mulai diwarnai berbagai aktifitas, kami parkir di daerah Malioboro.

Kamipun mencari kaos dan batik Jogja di pedagang kakilima Malioboro, dengan teknik mengakrabkan diri kami berusaha menawar harga lebih murah, namun sepertinya pedagang disana sudah kebal dengan berbagai jurus menawar dari berbagai pembeli, buktinya walaupun sudah diajak photo bareng dan dijanjikan masuk internet, sebut saja Mas Hartono dan Mbak Puji pedagang disana mengenai tawar menawar ternyata jauh lebih lihai, karena ukuran dan corak yang sudah sreg, maka kamipun menyerah mengikuti harga yang ditetapkan oleh mereka.

Janji adalah janji… Mas Hartono dan Mbak Puji ini photonya muncul di internet

Salah satu kaos yang tadinya mau diambil, sayang ukurannya tidak pas..jadi asal nampang aja..

Setelah puas jalan-jalan di sepanjang Jalan Malioboro kami beranjak menuju keraton, di perempatan sebelum ke kraton kami melihat suatu poster, diriku tergelitik untuk berpose sebentar mencontoh poster tersebut… tanpa peduli bahwa beberapa orang tersenyum melihat polah diriku sewaktu pengambilan gambar…

Setelah pengambilan photo kami langsung menuju kraton dan mengambil gambar beserta Python, untuk nampang didepan Kraton.

Setelah Malioboro dan Kraton, kami kembali berkeliling kota Jogjakarta sebelum kembali ke Hotel untuk Check out dan langsung menuju rumah tante di daerah Kaliurang

Perjalanan ke daerah Kaliurang ternyata melewati kampus Universitas Gajah Mada (UGM) dan disana ada foodcourt, kebetulan waktu sudah siang, kamipun mampir terlebih dahulu di foodcourt UGM untuk bersantap siang.

Santap siang kami lakukan dengan cepat tapi tidak terburu-buru karena rencana kami setelah dari rumah tante kami akan langsung menuju Magelang dan Purworkerto untuk perjalanan pulang ke Tangerang

Sebelumnya kami mendengar bahwa tante kami, mengidap beberapa penyakit yang berat dan dalam bayangan kami, kami akan menemui tante kami terbaring di kamar

Tante kami hidup berdua dengan putrinya semata wayang, dan jauh dari kerabat yang kebanyakan tinggal di Bandung dan Jakarta.

Setelah menelepon beberapa kali dengan putrinya, akhirnya kami sampai juga dirumah Tante. Namun sesampai disana kami sangat terkejut karena yang pertama kali membuka pintu bagi kami adalah Tante, jauh dari perkiraan kami yang membayangkan tante kami terbaring. Walaupun kondisi phisik sangat jauh menurun dibandingkan sewaktu sehat namun dari sorot mata dan pembicaraan terlihat ketegaran dan semangat pantang menyerah.

Tante kami dan putrinya yang sekarang sedang menyelesaikan skripsi di UGM, tinggal di suatu rumah kontrakan, dimana sebelumnya mereka telah menjual seluruh harta mereka untuk biaya pengobatan. Mereka berdua telihat saling menyayangi dan menjaga.

Dengan alasan pribadi, walaupun sudah mengambil beberapa gambar mereka, diriku tidak memuat photo mereka di blog ini, namun kutampilkan gambar rumah yang mereka tempati saat ini.

Banyak pelajaran yang dipetik dari mereka berdua, ketegaran dan pantang menyerah merupakan hal utama mereka dapat bertahan terutama tante kami yang telah divonis oleh dokter tidak akan bertahan lama, namun sekali lagi ketegaran, pantang menyerah, kesabaran dan melihat sesuatu dari sisi positif membuat mereka mampu melewati semuanya.

Bi Tia (tante Tia) itulah panggilanku kepadanya adalah adik tiri Ibuku dan Ulfa anak tanteku, semoga kalian dapat terus mengilhami kami untuk terus tegar dan pantang menyerah..

Kami hampir melupakan waktu dirumah tante untuk mengenang masa lalu sewaktu Bi Tia tinggal bersama keluarga kami sewaktu Bi Tia masih Kuliah di IKIP Bandung jurusan Sastra Jerman. Beberapa “rahasia lucu” diriku sewaktu kecil dibeberkan kepada istriku, kami ketawa bersama.

Karena kami tidak mau mengganggu istirahat Bi Tia, maka tidak berapa lama kemudian kami pamit untuk langsung ke Magelang dan Purwokerto dalam perjalanan pulang…

Sampai jumpa lagi Bi Tia dan Ulfa… semoga kalian sehat dan bahagia selalu..


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: