Perjalanan I : Tangerang – Jogjakarta PP – Etape 2 : Bandung – Pangandaran

29 06 2011

                                        
Setelah menghadiri resepsi pernikahan adik sepupu dan berkunjung ke kerabat di Bandung, kami bermalam di rumah kakak dan memastikan persiapan perjalanan ke Pangandaran.
Rute yang akan kami lalui bukan melalui jalur biasa melalui kota Tasikmalaya-Banjar namun kami akan melintasi kota Garut-Pamengpeuk-menyusuri pantai menuju Pangandaran.
Sehubungan dengan rute yang akan dilalui sepenuhnya belum diketahui baik arah maupun kondisi jalan yang akan dilalui dan agar kami tiba di Pangandaran tidak terlalu malam, maka kami membatalkan rencana untuk datang ke acara biker brotherhood dan berangkat dari rumah kakak sekitar pukul 9 pagi dari daerah Pasirkoja Bandung. Kami melewati Jl. Otto Iskandar Dinata belok ke Jln. BKR daerah Tegallega. Kami dihadapkan pada kemacetan di daerah Tegalega disebabkan banyaknya pedagang kakilima yang menyita jalan. Melewati kemacetan kami berbelok ke Jl. Mohammad Toha langsung menyusuri Jl. Bypass Soekarno-Hatta ke arah Cileunyi.Selepas perempatan Buah Batu, Jalan Soekarno Hatta dibagi dua, dengan tenang kami mempergunakan jalur sebelah kanan karena lebih lenggang walaupun kami melihat di jalur kiri banyak sepeda motor. Kami pacu Python melewati mobil didepan, lama-lama diriku heran kok jarang sekali sepeda motor yang mempergunakan jalur kanan, yang ada sepeda motor menyebrang dan langsung masuk jalur kiri. Diriku baru sadar bahwa jalur kiri memang khusus untuk jalur sepeda motor. Diriku langsung mempergunakan jalur kiri hingga akhir jalan Bypass Soekarno-Hatta. Jalan Bypass Soekarno-Hatta dilalui dengan lancar.

Memasuki daerah Rancaekek, kami dihadapkan pada kemacetan yang panjang, ternyata disebabkan adanya pasar pagi yang kembali menyita sebagian jalan dan angkutan umum yang berhenti mencari penumpang.

Selepas Rancaekek jalanan kembali lancar dan menanjak, Python dengan tenang melahap tanjakan tersebut, kemacetan kembali timbul sebelum perlintasan kereta api di daerah Nagrek disebabkan adanya pengecoran jalan yang menyita setengah badan jalan.

Memasuki daerah Nagrek kami berhenti sebentar untuk mengambil gambar dan sedikit istirahat setelah melalui beberapa kemacetan.Jalan Nagrek pada hari itu lancar hingga persimpangan Tasik-Garut.
Kami mengambil arah kota Garut, jalanan ke Garut mulus berkelok-kelok sangat nyaman untuk mengendarai Python, beberapa kali Python harus ikut merayap dengan kendaraan lain karena ada kendaraan truk di depan kami yang sedang berupaya keras menapaki jalan menanjak. Memasuki daerah Kota Garut udara segar menerpa.Setelah bertanya arah ke Pamengpeuk, kami langsung berangkat ke Pamengpeuk karena kelihatan awan gelap menggantung diatas daerah yang akan kami lalui.

Kami mengambil rute Garut-Bayongbong-Cikajang-Cisompet-Pamengpeuk. Rute tersebut sangat nikmat kami lalui, jalan bagus dan lalulintas tidak terlalu ramai membuat perjalanan kami sangat menyenangkan, udara segar menerpa kami, kami melaju dengan kecepatan sedang karena sayang untuk melewatkan pemandangan yang indah dan jalanan yang mulus dan berkelok-kelok sangat nikmat untuk miring berduaan melahap tikungan.

Selepas Cikajang kami dihadapkan pada perkebunan teh dan jalan yang sangat berkelok-kelok. Pada saat itu jam menunjukkan lewat tengah hari namun kabut tebal menutupi jalan seakan pagi hari.

Di suatu rumah makan di daerah perkebunan Cisompet kami beristirahat makan dengan gaya lesehan dan makanan sunda lengkap dengan lalapan dan sambal segar.

Setelah selesai beristirahat makan siang, kami melanjutkan perjalanan kearah Pamengpeuk. Jalanan sepanjang yang kami lalui tidak terlalu ramai dan sangat nikmat kami lalui.

Kami memasuki daerah Pamengpeuk menjelang pukul 3 sore, langsung menuju salah satu pantai di daerah tersebut.Kami memilih Pantai Santolo untuk menikmati indahnya pantai yang saat itu menurut kami sepi pengunjung.
Setelah puas menikmati indahnya Pantai Santolo, kami kembali berangkat menuju Pangandaran dengan rencana adalah menyusuri pantai Pamengpeuk hingga pantai Pangandaran.Kami menanyakan kepada penduduk disana mengenai arah ke pantai Pangandaran dan dijawab bahwa ada jalan yang menyusuri pantai dan akan memakan waktu sekitar 4 jam. Pada saat itu waktu menunjukkan pukul 4 sore lebih berarti kami akan tiba di Pangandaran sekitar pukul 8 malam. Cocok dengan rencana kami yang akan menikmati deburan ombak dan makan malam di Pantai Pangandaran pada malam hari sebelum menginap di salah satu penginapan.

Perjalanan dari Pamengpeuk menuju Pangandaran sesuai dengan arahan penduduk setempat direncanakan melalui rute Pamengpeuk-Cipatujah-Cikalong-Cijulang-Pangandaran menyusuri pantai.

Rute Pamengpeuk-Cipatujah melewati perkebunan dengan kondisi jalan yang relatif bagus dan berkelok-kelok, dibeberapa ruas jalan ada jalan berlubang dan perbaikan, namun karena lalulintas relatif sepi perjalanan hingga Cipatujah relatif lancar. Memasuki daerah Cipatujah jalanan panjang berlubang kembali kami lalui.

Di Cipatujah waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, kami beristirahat kembali pada salah satu warung makan di pinggir jalan.

Selepas istirahat di Cipatujah, kami melanjutkan perjalanan menuju Pangandaran, dengan yakin kami kembali menyusuri jalanan sesuai dengan arahan penduduk bahwa kami tinggal mengikuti jalan yang ditunjukkan. Pada suatu persimpangan di Cipatujah dengan yakin kami mengambil arah kiri tanpa melihat rambu arah jalan. Ternyata jalan tersebut menuju kota Tasikmalaya. Seharusnya kami mengambil arah kanan yang menuju Cikalong Karena kesalahan mengambil arah jalan, kami mengarah ke Tasikmalaya yang memperpanjang jarak dan waktu tempuh ke Pangandaran

Kami mengetahui bahwa kami telah salah mengambil arah pada saat hendak memasuki kota Tasikmalaya sewaktu kami bertanya. Rencananya kami akan kembali kearah semula, Mengingat waktu sudah malam dan rute Cikalong-Pangandaran sangat sepi di malam hari oleh penduduk setempat kami dianjurkan untuk tidak kembali dan meneruskan ke arah kota Tasikmalaya. Kami menuruti saran yang disampaikan dan meneruskan perjalanan ke arah kota Tasikmalaya.

Kami tiba di kota Tasikmalaya pukul 8.30 malam, karena kami sudah beberapa kali melakukan perjalanan ke Pangandaran melalui kota Tasikmalaya, kami mengetahui bahwa perjalanan kami masih lama untuk sampai ke Pangandaran, oleh sebab itu kami memutuskan untuk kembali beristirahat di Tasikmalaya. Tempat istirahat yang kami pilih adalah cicipan khas Jogjakarta dengan lesehan.
Setelah dirasakan cukup beristirahat kami melanjutkan perjalanan ke Pangandaran melalui rute kota Tasikmalaya-Banjar-Pangandaran. Perjalanan kami lakukan dengan kondisi phisik yang sudah cukup lelah.

Memasuki daerah Banjar, ada ruas jalan yang sedikit amblas yang tidak kami ketahui sebelumnya, pada saat itu kami kendarai motor kami dengan kecepatan cukup tinggi dan menyebabkan kami harus sedikit terbang.

Kami tiba di Pangandaran menjelang tengah malam setelah melalui beberapa kali short break di beberapa tempat pengisian bahan bakar sepanjang Banjar hingga Pangandaran. Jarak antara Banjar hingga Pangandaran lebih dari 30 km.

Kami memasuki Pangandaran menjelang tengah malam, dan disambut oleh calo tempat penginapan yang terus menempel kami untuk menawarkan tempat menginap. Kami putuskan untuk memilih sendiri dan memilih hotel ditepi pantai.

Setelah menyelesaikan masalah administrasi tempat menginap kami langsung membereskan bawaan, kami keliling pantai Pangandaran untuk bersantap malam dan berpacaran… setelah itu kami pun merebahkan diri di kasur kamar hotel tempat kami menginap..


Aksi

Information

One response

17 05 2016
Isa Marwan Mustama

Dan memilih MALABAR untuk beristirahat, pilihan yang cukup tepat… Selamat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: