Perjalanan I : Tangerang-Jogjakarta PP – Etape 1 : Tangerang-Bandung

27 06 2011

                                     
…. Setelah perencanaan dan persiapan yang menurut kami telah disusun matang, maka tibalah saat untuk melaksanakan perjalanan mengenang masa-masa berpacaran dengan my lovely wife.

Hari Rabu 15 Juni 2011 mendapat berita dari sekolah anak kami yang kedua yang masih sekolah di kelas 2 SD bahwa pembagian raport kenaikan kelas dimajukan 1 hari menjadi 16 Juni 2011, berita tersebut menggembirakan kami karena tidak akan mengganggu rencana perjalanan kami.

Kami menghubungi wali kelas anak kami yang pertama untuk meminta kelonggaran waktu pengambilan raport yang mempunyai jadwal tanggal 17 Juni 2011 berbarengan dengan tanggal mulainya perjalanan kami. Saat itu belum mendapat kepastian jawaban dan diminta untuk menghubungi kembali besoknya.

Pada tanggal 16 Juni 2011 kami menuju ke sekolah anak kami yang masih SD untuk pengambilan raport anak kami. Hal yang menambah kegembiraan kami adalah ternyata anak kami menjadi yang terbaik di kelasnya. Setelah pengambilan raport anak kami yang kedua, kami langsung menuju kesekolah anak kami yang SMP untuk kepastian kelonggaran pengambilan raport. Mendapat jawaban bahwa raport tidak bisa diberikan sebelum waktunya, namun akan dikhabarkan melalui telpon apakah anak kami naik kelas atau tidak dan gambaran nilai yang diperoleh. Kami sangat berterimakasih atas pengertian dari pihak sekolah dan berjanji akan menghubungi walikelasnya esok harinya untuk menanyakan nilai raport anak kami

Tanggal 17 Juni 2011 dari pagi kami mempersiapkan perlengkapan perjalanan, barang yang kami bawa tidak terlalu banyak, karena kami akan singgah di beberapa tempat selama perjalanan dan menurut kami akan mempunyai cukup waktu untuk mencuci dan mengganti pakaian di tempat persinggahan.

Perlengkapan yang kami persiapkan adalah 2 stel pakaian untuk masing-masing, jaket pengganti, 2 jas hujan yang bisa dilipat, handycam dan camera digital untuk merekam perjalanan kami, obat-obatan hasil rekomendasi dari dokter, sepatu dan sandal, sleeping bag dan matras untuk persiapan beristirahat di perjalanan (kami memang merencanakan untuk melakukan perjalanan melalui rute baru dan ingin mencoba istirahat di penginapan maupun di SPBU atau Musholla atau sejenisnya).

Perlengkapan sudah kami siapkan dan tinggal menata di Python our megy, sesuai dengan tema kami adalah “adventure”, kami tidak mempergunakan box namun membawa rangsel, jadi yang utama adalah barang-barang yang dibawa harus masuk dalam rangsel dan penempatan di motor kami tidak menyita tempat dan mengganggu keleluasaan biker dan boncenger

Pada siang hari kami menerima telpon dari walikelas anak kami yang SMP bahwa anak kami naik kelas dan nilai diatas rata-rat, sedangkan raport dapat diambil di kemudian hari. Berita yang menggembirakan dan membuat kami lebih tenang dalam melakukan perjalanan.

Menjelang sore hari semua perlengkapan sudah siap dan bertengger di Python our meggy

Persiapan dan perlengkapan telah selesai, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Kami akan berangkat berbarengan dengan waktu anak-anak diantar ke Bandung oleh adik kami mempergunakan mobil. Kami menunggu adik pulang kantor dari daerah Kuningan Jakarta dan diperkirakan sampai di rumah malam hari.
Sehubungan dengan perjalanan pasti dilaksanakan malam hari maka rute perjalanan etape pertama kami tetapkan melalui jalur Puncak-Cianjur. Rencana semula diriku akan mempergunakan helm fullface dari dealer namun setelah dicoba ternyata diriku kesulitan sewaktu memakai dan membuka helm karena terhalang oleh kacamata yang kupergunakan, akhirnya diriku mempergunakan helm halfface sama dengan yang dipergunakan oleh my lovely wife
Adik kami sampai di rumah pukul 9 malam, tanpa menunggu lama kamipun bersiap untuk berangkat.
Sebelum melaksanakan perjalanan, dilihat pada odometer menunjukkan angka 1823 km, angka tersebut kami jadikan angka awal untuk mengukur jauhnya perjalanan yang akan kami lakukan.

Kami berangkat sekitar pukul 9 malam lebih, sewaktu kami berada di jalan Serpong Raya, ada sebuah motor yang berpenampilan berbeda dengan box menempel dan bikernya mempergunakan perlengkapan lengkap touring. Python kugeber mengejar motor tersebut, dari dekat terlihat motor yang dipergunakan adalah Suzuki Thunder dan ada beberapa stiker dengan tulisan Koster salah satu komunitas pengendara Suzuki Thunder.

Tak berapa lama Python mampu mendahului Suzuki Thunder, dengan sok akrab kubunyikan klakson untuk menyapa dan dibalas, hal yang mengejutkan kami adalah pengendara tersebut seakan mengajak kami untuk terus dekat beriringan dan seakan mengawal kami melalui kendaraan didepan dan memperlihatkan gerakan-gerakan tubuh seperti yang pernah saya pelajari di dunia maya mengenai body signal kalau touring berbarengan. Sayang di lampu merah dekat German Center kami harus berpisah karena berbeda arah.. Thanks brother Koster atas pengalamannya.. pertama melakukan perjalanan telah mendapatkan pengalamanan yang baik tentang bikers brotherhood.. pengalaman tersebut menambah keyakinan kami bahwa perjalanan kami akan menyenangkan dan ada komunitas bikers yang siap untuk menolong..

Kami mengisi bahan bakar di SPBU sekitar Serpong, sekaligus memeriksa dan membetulkan bawaan kami, karena istriku sebagai boncenger mengeluhkan bawaan yang kurang kuat sehingga bergerak-gerak. Pada saat itu juga ternyata ada hal yang kurang diharapkan. Safety shoes yang sudah lama disimpan dan sekarang dipergunakan oleh diriku, beberapa jahitan sol terlepas dan tidak mungkin untuk dipergunakan untuk perjalanan kami.

Karena hal tersebut kami putuskan kembali ke rumah untuk memperbaiki bawaan kami dan mengganti sepatu yang kupakai.

Setelah semua disesuaikan dan sepatu kami ganti, maka kami kembali melakukan perjalanan dari rumah yang saat itu sudah menunjukkan pukul 10 malam.

Selama perjalanan hingga Ciawi kami menjumpai beberapa rombongan bikers, kusapa dengan klakson dan banyak yang membalas.

Di daerah Parung, kami berhenti sebentar di suatu minimarket untuk mengisi perut karena sepanjang hari ini kami hanya makan siang, di tempat istirahat kami menjumpai dua orang biker dengan motor klasiknya sedang istirahat juga. Kusapa dan kami ngobrol mengenai kegiatan masing-masing, didapat saran bahwa apabila istirahat di Puncak sebaiknya sebelum memesan minuman atau makanan sebaiknya menanyakan terlebih dahulu harganya karena berdasarkan pengalaman, mereka pernah minum secangkir kopi dengan harga Rp. 15.000,- didapat informasi pula bahwa di Bandung pada hari Minggu akan ada acara bikers brotherhood yang akan dihadiri oleh banyak komunitas bikers termasuk mereka, ternyata banyaknya rombongan komunitas bikers yang kami jumpai kemungkinan juga untuk menghadiri acara tersebut. Sayang kami tidak punya waktu untuk datang ke acara tersebut namun pada saat itu kami sudah sepakat apabila memungkinkan untuk mendatangi acara tersebut.

Jalan Serpong – Parung terdapat beberapa ruas jalan bergelombang, pada perempatan Ciputat-Puspitek jalan berlobang dan bergelombang, jalan kembali relatif mulus, di beberapa bagian jalan menuju perempatan Gunung Sindur ada jalan berlobang pada tikungan yang memerlukan kehati-hatian di perempatan Gunung Sindur jalan berlobang jalanan kembali mulus dan mulai bergelombang serta berlobang memasuki perempatan pasar Parung.
Dari pasar Parung hingga Bogor jalanan relatif mulus.

Tidak terasa perjalanan kami sudah sampai daerah Ciawi, udara dingin mulai terasa, perjalanan kami teruskan, sepanjang perjalanan Ciawi menuju daerah Puncak ada beberapa ruas jalan yang mengalami perbaikan yang menyita setengah jalan sehingga lalulintas diatur jalan bergiliran. Udara dingin semakin mengigit membuat kami menggigil, karena kedinginan maka kami putuskan untuk istirahat di puncak pass dan mencoba menghangatkan badan dengan minuman bandrek yang sebelumnya kami tanyakan harganya yaitu Rp. 8.000 satu gelas.
Kami memutuskan untuk berhenti sebentar di Puncak dan memutuskan untuk beristirahat kembali di Cianjur sebelum meneruskan ke Bandung.
Setelah istirahat di Cianjur, kami melanjutkan perjalanan ke Bandung. Perjalanan Cianjur-Bandung jalanan lenggang menggoda diriku untuk menggeber Python our meggy, namun karena diriku bukan pembalap dan sudah malam ditambah jam tubuh yang sudah mengingatkan butuh tidur, maka perjalanan ke Bandung kami tempuh dengan kecepatan kurang dari 100km perjam.

Akhirnya kami sampai di kota Bandung, sebelum kami ke tempat kakak untuk menginap, kami sempatkan dulu mampir ke SPBU untuk merapihkan bawaan kami dan mempersiapkan diri kami agar tidak mengganggu yang dikunjungi dan bisa langsung tidur…sebelum besok menghadiri acara pernikahan sepupu kami…


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: