Python minta lebih…..

8 06 2011

Setelah STNK didapat dan plat nomor terpasang pada Python megiku, maka besoknya Harum sepeda motor Suzuki Smash yang selama ini mengantar diriku pulang pergi ke kantor oleh diriku diistirahatkan dulu sebagai gantinya adalah Python siap menembus kepadatan jalan raya Serpong hingga area bandara Cengkareng pulang pergi.

Ada beberapa alasan mengapa Python langsung diaktifkan, yang pertama dan utama tentu keinginan untuk mencoba Honda New Megapro, alasan lainnya adalah untuk mengenal karakteristik Python dan mempercepat habisnya masa inreyen 500 km.

Sebagai seorang full biker yang artinya tidak tahu apa-apa mengenai mesin cuma tahu ngendarain dan sedikit banyak mengetahui rambu-rambu lalu lintas perlu menambah wawasan mengenai dampak penggunaan masa inreyen terhadap performance megy selanjutnya.

Selama periode inreyen kupergunakan untuk menambah informasi dan wawasan mengenai tata cara mengendarai megy masa inreyen apakah sudah bisa digeber atau menjadi pengendara yang super sabar dengan menjaga kecepatan dan putaran mesin, ada lagi yang masih mengganjal yaitu penggunaan bahan bakar apakah sejenis premium atau sekelas pertamax sedangkan untuk jenis oli dan busi diriku mengikuti buku garansi perawatan karena bengkel resmi hanya menjamin apabila mempergunakan oli, busi dan sparepart yang direkomendasikan oleh Honda.

Untuk memperbanyak nara sumber dan informasi yang didapat, diriku menjalankan proses investigasi, wawancara, dan berbagai teknik pengumpulan informasi. Dunia maya, blog, mailing list, homepage mengenai New Megapro dipelotin dan disimak, beberapa bengkel resmi, setengah resmi maupun bengkel batangan didatangi dan juga menggali informasi kepada bikers  club serta sesama pengguna New Megapro. 

Informasi yang didapat ternyata berbeda-beda :

Untuk kecepatan pada saat inreyen ada yang menyampaikan bahwa megy sudah dapat diajak untuk kecepatan tinggi toh sudah terbukti waktu produsen megy mengadakan pembuktian menjelajahi Jakarta – Bromo, ada juga yang bilang bahwa sebaiknya  memang harus digeber agar setelan mesin bisa pas dan nantinya itu megy terbiasa diajak nggeber namun ada juga yang menyampaikan bahwa sebaiknya setiap kendaraan baru dijaga putaran mesinnya agar tidak menurunkan performance. Sekali lagi tambah informasi, tambah wawasan tambah bingung…..namun tetap thanks anyway for sharingnya untuk brother semua, kuputuskan untuk menjaga putaran mesin dan kecepatan.

Untuk bahan bakar, walaupun ada yang menyampaikan bahwa sebenarnya seluruh kendaraan yang diproduksi untuk pasar domestik indonesia sebenarnya sudah di desain untuk dapat mengkonsumsi bahan bakar sekelas premium, namun hampir seluruh nara sumber menyatakan pendapat yang sama yaitu bahan bakar sekelas pertamax lebih bagus buat pembakaran dan karburator kendaraan  namun kendalanya adalah harga yang mencapai 2 kali lipat dari premium.  Yang ini lebih mudah mutusinnya yaitu kosongin tanki yang telah diisi premium lalu coba pertamax dan bandingkan, kembali thanks for sharingnya..

Python dengan bahan bakar premium dan kondisi mesin asli dari dealer dipakai untuk ngantor tiap hari, keputusan yang diambil adalah menjaga putaran mesin di 4000 rpm. Python berjalan dengan sopan dijalan dan memberikan jalan bagi yang nglakson agar bisa nyusul walaupun Python  ingin ditambah kecepatan. Beberapa kali ambil napas agak dalam sewaktu ada New Megapro lewat dengan kecepatan tinggi  … monggo bapak, ibu, mas, mbak.. silahkan nyusul toch sekalian nampang dengan motor baru yang masih kinclong.. kalau mau lihat silahkan noleh…

Keinginan Python dan diriku untuk narik gas lebih dalam pernah dicoba sewaktu berangkat ke Depok melalui jalur Parung untuk menambah beberapa aksesoris dan kelengkapan Python di sebuah bengkel di Depok, beberapa kali sewaktu jalan agak kosong gas sengaja ditarik agak dalam dan Python merespon dengan baik,  tikungan dilalap dengan nikmat sewaktu kucoba menikung meniru Valentino Rossi dengan lutut melebar dan sepeda motor miring.

Setelah lebih dari satu minggu penunjuk bahan bakar menunjukkan kotak hitam di huruf E, berarti bentar lagi habis, sengaja tidak diisi karena akan diganti dengan pertamax kalau sudah diset ke bahan bakar cadangan. Sewaktu pulang ngantor motor mulai berebet gejala kurang bahan bakar.. sambil jalan tuas aliran bahan bakar dialihkan ke cadangan, Python kembali berjalan normal, SPBU pertama langsung ngisi dengan pertamax, tidak full selain lumayan buat ngerogoh kantong juga kalau tidak ada perbedaan ya kembali ke bahan bakar semula. Tak lama kemudian Python menunjukkan gejala beda, tarikan mesin kayaknya lebih enteng, respon lebih cepat namun mesti sabar buat digeber nunggu masa inreyen habis. Memang pertamax mesin jadi lebih enteng namun ongkos lebih berat.. tinggal milih… 

Tanggal 26 Mei 2011 odometer hampir mencapai 600 km, berarti masa inreyen udah lewat, minta ijin kantor untuk datang terlambat karena mau ke bengkel untuk service pertama. Service pertama dilakukan, ganti oli, bersihin karbulator, periksa busi, dan lainnya tidak lupa menyampaikan keluhan mengenai kopling yang agak keras dan minta agar rem diperiksa. Bagi diriku rem menjadi hal yang penting untuk keselamatan karena performance dan akselerasi megy nggak diragukan, untuk menjaga keselamatan tentu rem yang handal sangat diperlukan. 

Service dilakukan tidak terlalu lama, keluhan sudah dipenuhi oleh mekanik.. tinggal nyoba Python hasil service pertama dan bahan bakar pertamax di tanki. Keluar bengkel sengaja nunggu jalan agak kosong..ban nginjak aspal langsung geber.. wow Python langsung meluncur wus.. namun nggak terlalu lama kecepatan  harus diturunkan lagi karena kondisi lalu lintas yang agak padat didepan.

Dijalan yang kebetulan lenggang,  kembali Python dicoba untuk menembus angin.. wuih… angka digital di spedometer dengan cepat melewati angka 80 dan Python berasa tenang aja tidak ada tanda-tanda mesinnya udah ngos-ngosan… tidak berapa lama angka digital di spedometer kembali melewati 90 hampir 100. Di tikungan kembali belok cara Valentino Rossi dipraktekan, nikmatnya nikung dengan lutut dibuka ke aspal sangat berasa, Python sepertinya ingin lebih digeber namun diriku tidak mau melewati 3 angka tertera di spedometer yang berarti diatas 100 km/jam karena tujuan memiliki Python bukan untuk jadi pembalap namun ingin menikmati kembali indahnya masa-masa pacaran dengan istriku tercinta menikmati terpaan angin, melihat pemandangan, berdua miring melibas tikungan dan mengunjungi suatu daerah…  

Test pertama Python sudah berhasil dilewati, akselerasi, performance dan kenyamanan sudah dirasakan. Sekarang hingga service kedua pada saat 2000 km Python menjadi tunggangan ke kantor,  Python minta bahan bakar lebih mahal kupenuhi namun Python minta lebih cepat tak akan kupenuhi… Yogyakarta tunggu kami…


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: