Penantian secarik surat

6 06 2011

Pada saat kami membeli Honda New Megapro yang nantinya diberi nama Python di dealer sepeda motor honda daerah Serpong, keinginan yang menggebu adalah secepatnya mencoba motor tersebut dan menghabiskan masa inreyen namun kendalanya adalah secarik kertas yang dikenal dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau yang sering kita sebut STNK, tanpa surat tersebut diriku tidak berani membawa python ke jalan umum.

Dengan sedikit penasaran dan sangat berharap kutanyakan kepada salesnya apakah bisa mendapatkan plat nomor sementara atau suatu dokumen yang bisa bikin tenang pada saat kubawa si Python kejalan raya, namun pengharapan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh dealer dan disampaikan bahwa pembuatan STNK baru bisa memakan waktu hingga 3 minggu semenjak pengajuan permohonan STNK yang akan dilakukan hari itu juga. Karena diriku cinta pada pandangan pertama pada New Megapro, maka diriku hanya bisa berkata pada diri sendiri bahwa menunggu 3 minggu tidak berarti dibandingkan kesenangan dan kenikmatan mengendarai Honda New Megapro setelahnya.

1 Mei 2011 sekitar pukul 14.00 wib, Honda New Megapro datang dan nongkrong di garasi, kesan pertama wow…. gagah bener nich motor, dicoba keseluruhan fungsi dan dinyalakan wow..keren suaranya bremm…bremm…bremmm dilihat di spedometer yang digital punya ternyata untuk bahan bakar menunjukkan posisi kosong alias kotak hitam hanya bertengger pada huruf E wah gimana nich pasti nggak mungkin untuk 3 minggu tapi ya sudah lah yang penting Honda New Megapro sudah dirumah, yang tinggal dilakukan adalah menunggu STNK mudah-mudahan dapat nomor cantik tanpa pesan dan tambahan biaya.

Penantian diterimanya STNK sepertinya suatu ujian kesabaran yang pertama untuk bikers karena berdasarkan jelajah dunia maya bikers kudu sabar terutama uji sabar terhadap keruwetan di jalan raya serta kita harus memperhatikan keselamatan diri kita dan pengguna jalan lainnya.

Inilah kegiatan harian selama menanti diterima STNK :

Hari pertama : Langsung mencoba Python keliling komplek, wah mantap benar berasa motor laki.

Hari kedua : Pagi sebelum ngantor manasin mesin sambil memandang dan membayangkan tambahan yang perlu, pulang kantor langsung keliling komplek lagi.

Hari ketiga : Seperti hari kedua, namun pada saat mau keliling komplek setelah pulang ngantor kok motor tidak bisa dinyalain. Terdakwa pertama adalah bahan bakar yang habis, kucoba setting bahan bakar ke cadangan, dan dicoba kembali ternyata motor bisa nyala, wah perlu diisi nich, ada dua solusi yang pertama adalah mengambil dari kendaraan lain tapi peralatan tidak tersedia di rumah, solusi kedua adalah pergi ke station pengisian bahan bakar dengan resiko tanpa surat dan plat nomor. Akhirnya diputuskan untuk pergi ke station pengisian bahan bakar. Dengan berbekal surat tanda bukti pembelian kendaraan untuk berjaga-jaga bila disapa oleh petugas polisi jalan raya memberanikan diri membawa megy kejalan raya. Bahan bakar diisi setengahnya terlebih dahulu dengan premium karena masih simpang siur mengenai jenis bahan bakar yang cocok untuk New Megapro apakah premium atau pertamax, sekaligus mencoba performance mesin apabila diisi oleh premium. Perjalanan pertama ke “dunia luar” berjalan lancar.

Hari keempat hingga kedelapan : ritual sama dengan hari kedua kecuali hari Sabtu dan Minggu, jalan-jalan seputaran komplek dilakukan lebih lama dan lebih sering. Perjalanan hari pertama hingga kedelapan hanya dapat menempuh jarak 110 km berdasarkan odometer yang tercatat.

Hari kesembilan : pagi hari ritual sama, namun pada pukul 11.00 wib dapat berita dari dealer bahwa STNK sudah jadi dan bisa diambil, wah lebih cepat dari perkiraan. Mengambil jam istirahat langsung menuju dealer untuk mengambil STNK, selama diperjalanan pertanyaan yang timbul adalah apakah nomor polisi merupakan nomor cantik atau bukan. Sampai didealer langsung menanyakan mengenai STNK dan setelah proses administrasi langsung mendapatkan STNK, nomor polisi dan buku garansi perawatan. Nomor sedikit cantik menurutku tapi yang cantik ternyata adalah plat nomornya. Ternyata plat nomor mempunyai format dan ukuran yang berbeda dengan plat nomor lama yang menurut saya lebih rapih dan lebih cantik dibandingkan yang lama. Malam hari langsung memasang plat nomor dan merencanakan mulai besok berangkat ke tempat kerja memakai Python serta mengistirahatkan sementara Suzuki Smash yang bernama Harum.

Dengan menempelnya plat nomor di my Megy, maka terasa lengkaplah Honda New Megapro sebagai tunggangan baru


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: