Pasar Modern BSD City

16 11 2011

                                       

Mendengar kata pasar tentu banyak yang membayangkan suatu tempat yang kumuh, becek, lapak dagangan yang tidak beraturan, sampah berserakan serta tercium berbagai aroma dari sampah, kotoran maupun dari barang dagangan

Di Serpong Tangerang terdapat suatu pasar yang jauh dari kesan tersebut, apabila kita belanja di pasar tersebut maka akan dijumpai tempat yang bersih, lapak dagangan yang teratur dan fasilitas umum yang memadai…tepatnya di perumahan Bumi Serpong Damai (BSD) dan dinamakan pasar modern BSD City yang dibuka pada tahun 2004 menggantikan pasar tradisional yang letaknya tidak jauh dari pasar modern tersebut

Informasi yang didapat dari berbagai sumber menyatakan bahwa Pasar Modern BSD menempati area seluas 3,5 hektare memiliki 330 lapak, 330 kios, dan 100 ruko. Pasar ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, mulai dari tempat pemotongan ayam, tempat penampungan sampah, instalasi air bersih, hingga lokasi parkir yang luas. Untuk memudahkan akses pembeli, Pasar modern BSD punya delapan pintu masuk.

Berdiri di atas tanah seluas 3,5 Ha, Pasar Modern BSD mengkombinasikan luas bangunan dengan ruang terbuka yang sangat seimbang. Tidak kurang dari 50% dari total lahan dibiarkan sebagai lahan terbuka, baik untuk keperluan jalan masuk, ruang parkir dan taman hijau

Pasar modern BSD City ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah sisi luar, yang berupa deretan ruko menjual segala kebutuhan masyarakat kota masa kini, mulai dari bank, toko pakaian, restoran, kafé, salon kecantikan, biro perjalanan, toko roti, toko barang-barang elektronik, kursus bahasa dan sebagainya

Bagian kedua adalah bagian dalam, suasana unik khas pasar tradisional yang memiliki deretan kios dan los, akan terasa saat kita masuk ke dalam bangunan pasar. Bedanya, dengan kondisi yang serba bersih dan teratur. Selain karena selalu dijaga, kesan bersih itu didapat dari penggunaan keramik putih sebagai pelapis lantainya, yang diberi aksen coklat dan jingga untuk memberi kesan segar. Dinding los juga dilapisi keramik berwarna sama.

Setelah menunaikan shalat Id kami sekeluarga menuju Pasar Modern BSD untuk membeli kebutuhan keluarga dan membeli salah satu makanan yang sudah menjadi kebiasaan setiap hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha yaitu ketupat yang belum sempat dibuat, dan berdasarkan informasi dari my lovely wife bahwa di pasar modern ini ketupat siap saji juga dijual apabila menjelang hari raya

Pasar modern seperti biasa setiap hari libur akan dibanjiri oleh para pembeli dari warga perumahan disekitarnya. Walaupun pembeli membludak namun jauh dari kesan semrawut

Para pedagang yang tertata, kebersihan yang terjaga serta atap yang dibuat sangat tinggi dan banyaknya bukaan, membuat sirkulasi udara di bagian dalam sangat baik, sehingga tidak terasa sumpek

Barang dagangan pada bagian dalam pasar modern dibagi sesuai kategori jenis dagangan, Barang dagangan “Basah” khusus berjualan sayur, bersisian dengan los daging sapi dan los ikan ditempatkan dibagian tengah. Sedangkan barang dagangan “kering”, kios-kiosnya diisi oleh penjual baju, mainan anak-anak, barang-barang plastik dan pecah belah, juga makanan kering, kue serta obat obatan ditempatkan dipinggir bagian dalam mengeliling lapak para penjual barang dagangan “basah”.

Walaupun banyaknya jenis dagangan yang dijual, namun pengunjung akan mudah untuk menuju pedagang yang menyediakan kebutuhan yang dicari karena disediakan petunjuk tempat barang dagangan, sedangkan untuk kaum muslim tidak khawatir terhadap tercampurnya barang khususnya daging non halal dengan produk halal karena produk non halal ditempatkan terpisah dalam suatu ruangan

Ada sesuatu yang membedakan pengunjung pasar modern dan pasar tradisionil, yaitu yang berbelanja ke pasar modern ini tidak hanya didominasi oleh ibu-ibu, namun terlihat pula bapak-bapak dan keluarga yang berkunjung disini, dan banyak pula yang berpakaian layaknya pergi berbelanja ke supermarket

Ada lagi kekhususan pengunjung pasar modern ini yang sangat jarang dijumpai baik di pasar tradisionil maupun supermarket yaitu keranjang belanjaan..apabila di pasar tradisionil banyak dijumpai pengunjung yang membawa keranjang belanjaan di tenteng dan di supermarket mempergunakan kereta belanjaan maka di pasar modern ini banyak terlihat pengunjung yang membawa keranjang belanjaan beroda

Setelah mendapatkan kebutuhan yang dicari, kami sekeluarga kembali pulang untuk merayakan hari raya Idul Adha dan menyantap lauk pauk special yang dibuat oleh my lovely wife dengan ketupat siap saji yang telah dibeli

Sebagai informasi tambahan bahwa kegiatan pasar dibagian dalam ini akan berakhir sore hari, dimana sekitar pukul 1 siang, banyak para pedagang sayur mayur sudah berbenah untuk tutup seiring dengan berkurangnya pengunjung, namun Pada bagian luar masih banyak ruko yang berjualan. Pada malah hari tempat parkir berubah fungsi menjadi tempat berjualan berbagai makanan dengan kafe tenda dibuka, menjadikan salah satu tujuan wisata kuliner yang layak dicoba

Dalam perjalanan pulang sengaja kutanya my lovely wife mengenai harga dan barang dipasar modern tersebut, dijawab bahwa mengenai harga memang lebih mahal dari pasar tradisional, namun tidak lebih mahal dari supermarket dan pedagang sayur keliling, sedangkan sayur dan daging yang dijual di pasar modern sering kali lebih segar dibandingkan belanja di tempat lain serta yang membuat my lovely wife menjadikan tempat ini menjadi salah satu tempat belanja sayur mayur favoritnya adalah suasana pasar tradisionil masih terasa namun lebih bersih dan teratur..oh kalaulah pasar tradisionil kita mencontoh pasar modern ini dalam kebersihan dan kesegaran barang dagangan namun mempertahankan persepsi harga murahnya maka pasti banyak pasar tradisionil yang berkembang tidak seperti berita mengenaskan bahwa telah banyak pasar tradisionil yang tutup karena tergusur oleh minimarket dan supermarket…


Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.395 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: